
Mobil Angga sudah sampai di tempat service mobil. Saat mereka sampai ternyata Dika baru saja akan masuk kedalam mobilnya. Niatnya terhenti saat melihat Mobil Angga masuk ke area parkiran itu. Lalu Dika kembali menutup pintu mobilnya dan menghampiri mobil Angga. Saat pintu mobil terbuka, Jasmine segera turun
"Makasih ya Ngga, jadi ngerepotin kalian" ucap Dika
"Gak ngerepotin kok pak, kan sekalian jemput Rangga" jawab Angga
"Ayo Jasmine, ucapkan terima kasih pada Kak Rangga dan papanya" ucap Dika
"Makacih" ucap Jasmine sedikit malu malu
"Cama cama" Sahut Rangga dengan cepat.
"Kami duluan ya pak, soalnya mama Rangga lagi gak enak badan dirumah" ucap Angga
"Iya, sekali lagi terima kasih yah atas tumpangannya untuk Jasmine" ucap Dika
"Iya,," Jawab Angga
"Daa Jacmine,," Ucap Rangga dan Jasmine hanya tersenyum
"Assalamualaikum" ucap Angga
"Wa'alaikumsalam" Jawab Dika
Kemudian Angga kembali menjalankan mobilnya meninggalkan tempat itu. Lalu Dika mengajak putrinya untuk masuk kedalam mobil dan mereka akan menjemput bundanya Jasmine yang masih berada di rumah sakit.
Sementara itu di tempat makan,,,,
"Hem,,, eh tadi, siapa yang ngaku ngaku pacar kakak?!" Ucap Rizal menatap Liora dengan tersenyum
Deg!
Liora langsung gelagepan saat Rizal menanyakan hal itu. Sungguh Liora sangat malu, karena sudah mengaku ngaku pacar Rizal hanya demi memberi pelajaran untuk Syifa, padahal kenyataannya mereka tidak memiliki hubungan spesial. Dan terlihat Liora jadi salah tingkah
"Haha,, itu,, maaf,, maksud ku mengatakan hal seperti tadi hanya ingin memberi pelajaran pada gadis itu saja kak. Bukan maksud lain,," ucap Liora dengan sangat malu, bahkan dia ingin menghilang saja dari hadapan Rizal sekarang.
Melihat wajah Liora berubah merona, belum lagi sikapnya jadi salah tingkah, Rizal jadi terus tersenyum
"Gak papa, aku gak masalah juga" jawab Rizal
"Andai kamu tau perasaan ku padamu Liora,, tapi aku masih belum pantas untukmu. Aku akan memantaskan diriku dulu agar aku lebih percaya diri bersanding denganmu" batin Rizal menatap Liora sesekali menunduk
"Kalau beneran aku juga mau. Tapi sepertinya terlalu cepat,,," batin Liora saja
__ADS_1
Suasana jadi canggung, keduanya memilih untuk segera menghabiskan makanan mereka dan pergi untuk mencari buku yang sedang di cari Liora.
"Liora"
"Iya kak?" Liora yang sedang membaca buku yang sudah di buka di rak menoleh pada Rizal
"Besok aku sidang, jadi besok aku tidak bisa menjemputmu. Tapi aku usahakan untuk menjemput mu setelah selesai magang" ucap Rizal
"Iya gak papa, besok aku akan cari ojek atau nebeng kak Angga"
"Semangat yahh sidangnya. Semoga lulus" ucap Liora dengan sangat antusias saat memberi ucapan dan doa untuk Rizal
"Aamiin,,,,terima kasih doanya" ucap Rizal dan Liora mengangguk
Kemudian Rizal kembali melihat lihat buku di Rak sedang Liora tengah berfikir
"Apa besok aku berikan dia hadiah kelulusan? tapi,,, kesannya kok aku yang mepet dia sih?! nanti aku di kira gampangan! kegenitan! " Liora terus berfikir hingga dia galau sendiri, apa dia akan memberikan hadiah kelulusan atau tidak untuk Rizal.
Cukup lama mereka berada di sana, hingga Liora mengajak Rizal pulang setelah mendapatkan buku yang dia cari. Tak lupa Liora juga membelikan buku mewarnai untuk Rangga. Setelah membayarnya, Keduanya langsung pulang. Dan sepanjang perjalanan pulang Liora terus kepikiran soal Rizal.
....
Sampai dirumah, Liora sedikit heran karena didepan rumah terparkir mobil Angga, biasanya Angga akan memarkirkan mobilnya di garasi khusus mobil. Lalu Liora turun dari motor dan melepas helm nya
"Enggak, mungkin itu keluarga mu lagi kumpul. Aku langsung aja ya" ucap Rizal
"Oke, makasih udah nganterin" ucap Liora dengan tersenyum tapi malu malu
"Iya sama sama. Assalamualaikum" ucap Rizal
"Wa'alaikumsalam" jawab Liora
Setelah memastikan Rizal pergi, Liora segera masuk kedalam rumah. Dia penasaran apa yang sedang terjadi. Di ruang tamu tampak sepi, di ruang keluarga juga begitu, jadi kemana semua orang
"Non,," sapa seorang pelayan di rumah itu
"Kemana semua orang bik? kok sepi?" tanya Liora
"Semua orang ada di kamar tuan Angga. Belum lama tadi Nyonya Zara pingsan, dan sekarang sedang di periksa Nyonya besar" ucap Pelayan
"Makasih informasinya bik" ucap Liora
Liora langsung berjalan cepat menuju ke kamar kakaknya, menaiki tangga menuju ke lantai 2, lalu Liora melihat kamar kakaknya tidak tertutup dan dia langsung masuk. Liora melihat di dalam kamar itu ada Zara yang sedang terbaring lemah dengan memejamkan matanya, Mama Marisa yang sedang memeriksa kandungan Zara dan Angga yang sedang duduk di sebelah Zara berbaring. Tapi Liora tidak melihat papanya, dan Rangga.
__ADS_1
"Ada apa ini ma?" tanya Liora begitu masuk kedalam kamar
Semua orang langsung menoleh ke arah Liora yang baru datang
"Kak Zara pingsan" jawab Mama
Angga terlihat sangat cemas, dia terus saja menggenggam erat tangan istrinya
"Bangun sayang,," ucap Angga terus berbisik di dekat telinga Zara
"Detak jantung bayinya melemah" ucap Ibu Marissa memperhatikan monitor alat USG yang di milikinya.
"Yang bener ma?" Liora segera mendekati mamanya
"Aku yakin kamu dan anak anak kita pasti kuat!" ucap Angga semakin di buat cemas.
"Mungkin kak Zara kecapekan kak, jadi pengaruh ke janinnya" ucap Liora
" Mama lihat akhir akhir ini Zara banyak beraktivitas di luar. Tensinya rendah, lebih baik kita bawa Ke rumah sakit sekarang sebelum terlambat" ucap mama
"Ayo ma!" Jawab Angga
Angga yang baru pulang di buat cemas karena Zara tiba tiba pingsan tak sadarkan diri. Belum sempat mengganti baju, Angga langsung berhambur menuju ke kamar untuk melihat kondisi istrinya. Sedangkan Rangga diajak ke kamarnya oleh Opa nya untuk mengganti baju setelah pulang sekolah.
Tidak ingin terjadi hal buruk, Angga segera membopong istrinya dan membawanya ke rumah sakit. Liora yang baru saja sampai pun membantu Angga membawakan botol Infus yang terpasang di tangan kakak Iparnya. Mereka segera turun kebawah
"Biar aku yang nyetir kak" ucap Liora
"Jangan, kamu di belakang bersama kak Zara" ucap Angga
Tidak mau berdebat, Liora masuk lebih dulu lalu Angga memasukkan Zara kedalam mobil, dari dalam rumah, terlihat Ibu Marissa berjalan cepat karena akan ikut mereka ke rumah sakit. Ibu Marissa sendiri yang akan menangani anak mantunya.
"Cepat jalankan mobilnya!" ucap Ibu Marissa begitu sudah duduk dan memasang seatbeltnya dan Angga segera menjalankan mobilnya menuju ke rumah sakit Tri Medika Pusat.
"Bertahanlah sayang!"
.
.
.
.
__ADS_1
Senin Senin Senin, Zara butuh Vote kalian untuk bertahan gaesss ✌️🥺