Aku Punya Papa

Aku Punya Papa
Harga Diri


__ADS_3

Hari berikutnya,,,,,,,


Keluarga pak Danang di kejutkan oleh informasi dari perawat jika jadwal operasi pak Danang di batalkan. Bukan hanya itu saja, Keputusan dari pihak rumah sakit untuk menghentikan pengobatan membuat keluarga itu semakin di kejutkan


"Sus, kenapa bisa begini?! kenapa rumah sakit seenak nya saja membatalkan operasi itu?!" ucap pak Danang bertanya pada suster


"Saya tidak mengerti pak, ini perintah dari atasan kami" jawab suster


Pak Danang terlihat sangat kecewa , dia berfikir pasti ini karena ulah putranya. Tiba tiba, Dokter Angga dan beberapa dokter yang lain masuk kedalam ruangan itu


"Dokter Angga" Sapa suster dan pak Danang juga Ibu Sumitri melihat kedatangan Angga. Kemudian Bryan masuk dan melihat ruangan itu banyak orang


"Ada apa ini?" tanya Bryan


"Apa papa akan dioperasi sekarang?" tanya Bryan pada papanya


"Tidak akan ada operasi hari ini. Bukan kah itu yang kamu mau?! kamu tidak ingin papamu di operasi oleh ku, jadi, sekarang silahkan keluar dari rumah sakit ini" ucap Angga


Bryan terlihat sangat kesal melihat suami Zara. Terlihat sekali diwajahnya sedang menahan emosi


"Tapi aku sudah mengatakan jika aku mau operasi di rumah sakit ini" sahut pak Danang


"Maaf pak, kami tidak bisa melakukan operasi jika anggota keluarga tidak menyetujuinya, terlebih operasi jantung" jawab Angga


"Aku akan bawa papaku ke rumah sakit yang jauh lebih baik dokternya dibanding rumah sakit ini!" cetus Bryan

__ADS_1


"Bryan!" Teriak pak Danang


"Silahkan, silahkan keluar namun sebelum itu, lunasi biaya perawatan selama pak Danang di rawat disini. Permisi" ucap Angga kemudian segera pergi dari tempat itu.


Seperginya Rombongan dokter tadi, Pak Danang terlihat sangat marah pada Bryan.


"Tenang pa, Bryan akan carikan rumah sakit yang jauh lebih baik dari rumah sakit ini!" ucap Bryan.


"Ma, beresi semua barang barang papa!" ucap Bryan lagi


Kemudian Bryan memilih keluar dan pergi ke administrasi rumah sakit untuk melunasi biaya perawatan pak Danang selama beberapa hari dirawat. Setelah itu Bryan kembali ke ruangan pak Danang. Sampai di ruangan itu, semua sudah siap, lalu Bryan membawa papanya keluar dari rumah sakit itu.


"Dia pikir aku tidak bisa mencari dokter yang lebih hebat dari dia?! aku punya banyak uang dan aku bisa membeli semuanya !" batin Bryan yang diliputi rasa kesal dan amarah


"Kenapa tiba tiba dokter membatalkan jadwal operasi? bukankah nyawa pasien lebih penting?" tanya dokter David


"Anda jelas sudah mendengar, alasan saya membatalkan jadwal operasi itu karena istri dan anak pak Danang tidak setuju jika saya yang memimpin operasinya, Dokter Salman sedang ada di luar kota, Dokter Andini juga sedang cuti melahirkan. Sebelum melakukan operasi bukankah harus meminta persetujuan keluarga?" ucap Angga


"Iya, anda benar dokter, terlihat sekali anaknya tidak setuju tadi" sahut dokter lain


"Biarkan saja dia mencari rumah sakit lain" jawab Angga


"Kita lihat sejauh mana keangkuhannya!" batin Angga.


Bryan membawa papanya ke rumah sakit lain, Namun rumah sakit itu tidak sanggup untuk melakukan operasi besar, karena dokter yang bekerja di rumah sakit itu sedang keluar kota, dia adalah Dokter Salman yang juga bekerja di rumah Sakit Tri Medika Pusat.

__ADS_1


Lalu Bryan kembali mencari rumah sakit yang cukup terkenal di kota itu, namun lagi lagi Bryan mendapat penolakan


"Maaf tuan, untuk saat ini kami belum bisa melakukan operasi besar. Karena alat kedokteran kami belum lengkap. Kami rekomendasikan kepada anda untuk membawa pasien ke rumah sakit Tri Medika Pusat saja, disana memiliki dokter yang kompeten dan juga memiliki alat medis yang lengkap. Dokter Bedah disini juga bekerja di sana " ucap Suster


Bryan ingin sekali mengumpat, lagi lagi dia tidak mendapatkan rumah sakit yang lebih baik dari milik keluarga suami Zara. Kepalanya sudah pusing, sudah beberapa rumah sakit dia datangi namun semua tidak ada yang mau menerima papanya. Kemudian Bryan masuk kedalam mobil dengan wajah kusut.


"Mau kemana lagi? kita sudah mendatangi beberapa rumah sakit, tidak ada yang mau menerima papamu! mama lelah Bryan!" ucap Ibu Sumitri


"Biarkan saja ma, mungkin dia menginginkan papa tidak ada lagi!" ucap pak Danang.


Bryan diam sama, dia sedang berfikir apa yang harus dia lalukan. Apa iya dia kembali ke rumah sakit Tri Medika?! itu akan membuatnya sangat malu dan harga dirinya jatuh di depan suami Zara. Tapi jika tidak kembali, bagaimana nasib papanya? Dia juga tidak mau kehilangan papanya.


"Aarrrggghh! Sial, sial, sial! pasti Angga sengaja melakukan ini, biar aku malu, dan harga diriku semakin di injak injak! " Bryan hanya mampu berteriak di dalam hati


Pria itu melihat papanya yang terduduk lemah di samping mamanya, wajah paruh baya itu terlihat pucat. Tidak ada pilihan lain, mau membawa papanya keluar kota juga tidak mungkin. Terpaksa Bryan kembali ke rumah sakit Tri Medika Pusat.


.


.


.


.


Hahahahaha harga dirimu berapa Bryana?!

__ADS_1


__ADS_2