
Angga bergegas menyusul Zara ke mobil mereka, saat sampai di parkiran salon ternyata wanita itu menunggu dengan meminum es di belakang mobil suaminya
"Sayang" panggil Angga
"Pap,,, lama sekali?" tanya Zara
Angga duduk di dekat Zara dan meraih minuman yang ada di tangan istrinya. Lalu Angga menyedot es jeruk peras itu sebelum menjawab pertanyaan istrinya
"Tadi nunggu Rizal keluar lama banget. Maaf ya" ucap Angga mengusap pipi Zara
"Namanya Rizal?" tanya Zara
"Iya, besok papap suruh dia ke rumah sakit. Mungkin dia bisa bekerja di pantry rumah sakit nanti" ucap Angga
"Ya sudah kita balik kerumah sakit yuk, papap masih ada jadwal praktek kan?" tanya Zara kemudian berdiri
Angga menyedot es jeruk itu sampai habis lalu melempar bekasnya ke tong sampah, berhasil langsung masuk
"Balik ke apartemen saja, jadwal praktek kosong siang ini" Jawab Angga yang kemudian membuka pintu mobilnya dan masuk kedalam bersama istrinya.
Lalu Angga membuka wig dan juga kumisnya, setelah itu dilemparkan begitu saja ke belakang mobilnya. Begitu juga dengan Zara yang mengambil tissue basah di dalam mobil dan membersihkan tompel palsunya
"Kita lihat, apa yang bisa bryan lakukan besok!" Ucap Angga yang kemudian menjalankan mobilnya ke apartemen.
"Apa rencana selanjutnya?" tanya Zara
Angga tersenyum lalu menjelaskan rencananya pada istrinya. Zara cukup kaget, tapi dia menyetujui ide suaminya.
"Bryan akan membayar mahal atas perbuatannya itu!" ucap Zara
"Ya!" sahut Angga
"Bukan kah kita seperti orang jahat pap?" ucap Zara
"Tidak, kita hanya memberikan pelajaran berharga, agar Bryan sadar dan tidak akan lagi berani bermain main dengan kita" ucap Angga
Zara mengangguk setuju, semoga saja setelah ini keluarga Bryan tidak mengganggu mereka.
Beberapa menit kemudian, Zara dan Angga sampai di apartemen. Sampai di sana, Angga mengambil Ipad miliknya dan memindai data yang sudah dia dapatkan dari orang suruhannya. Setelah itu, Angga mengambil ponsel dan menelfon seseorang.
"Batalkan Jadwal operasi pak Danang besok!" ucap Angga
Setelah memberi instruksi itu pada seseorang, Angga mematikan ponselnya. Kemudian Zara keluar dengan sudah berganti pakaian rumahan.
"Sudah mindahin datanya?" tanya Zara
__ADS_1
"Sudah,, lihat ini" ucap Angga memberikan Ipad nya pada Zara
Kemudian Zara di buat terkejut dengan apa yang sedang dia baca.
"Pap,, darimana bisa mendapatkan ini semua?" tanya Zara kaget
"Ada mata mata" kekeh Angga
"Zara gak nyangka, Bryan benar benar licik!" ucap Zara dibuat muak dengan apa yang sudah Bryan lakukan pada keluarganya. Bryan sudah membayar pak Darmanto untuk menghentikan sewa lahan sawah, bukan itu saja Bryan juga membayar seseorang di pemerintahan untuk menggagalkan pencalonan Satria saat itu. Bahkan Bryan memanipulasi suara rakyat. Harusnya saat itu Satria lolos namun suaranya kalah dengan calon yang dibalik pencalonannya ada keluarga pak Danang yang ikut campur.
"Sabar,,, setelah ini, Bryan akan membayar semuanya,," Angga memeluk Zara yang terlihat sedang emosi.
"Sini cium dulu, biar gak darah tinggi" Angga menarik lembut wajah Zara dan mengecup pipinya.
Di kedai Es krim,,,
Pak Dermawan, Rangga dan Liora baru saja masuk. Rangga sangat antusias saat diajak ke kedai eskrim dengan beraneka rasa bisa mereka pilih. Kemudian Rangga dan Liora langsung saja memesan eskrim kesukaan mereka
"Aunty, Langga mau Coklat dan Vanilla, di campul, toping oleo . Cama juc jeluk juga Aunty" pinta Rangga pada aunty nya
Lalu Liora memesankan es krim dan jus jeruk Rangga lalu dia memesan untuk dirinya sendiri. Sedangkan pak Dermawan menunggu saja di kursi sambil melihat pemandangan di luar. Setelah pesanan keduanya di buat, Liora mengeluarkan dompet dari dalam tasnya dan memberikan uang ke petugas kasir. Setelah itu Liora memasukkan kembali dompetnya kedalam tas.
Bug!
" Ayo kita pulang" ucap Liora mengajak Rangga untuk pergi dari meja kasir dan menghampiri papanya
"Gak makan di sini?" tanya pak Dermawan
"Pulang saja lah, disini sepi" ucap Liora
"Ya sudah kalau gitu" jawab pak Dermawan
Lalu ketiganya berjalan keluar dari kedai eskrim
"Es krim coklat strawberry nya 1 ya mba Nana, biasa di bungkus untuk Cinta"
"Oke mas!" Jawab Nana penjual eskrim
"Loh apa ini?!"
Rizal merasa menginjak sesuatu dan dia langsung melihat ke bawah
"Dompet?"
"Dompet siapa?" Rizal mengambil dompet berwarna maron itu
__ADS_1
"Mbak Nana, ini dompet mbak ya?" tanya Rizal
"Enggak mas, atau mungkin punya customer tadi yah, itu mas yang mobilnya baru jalan!" Ucap nana menunjuk ke luar dan Rizal melihat ada mobil Alphard berwarna putih keluar dari area parkir kedai itu
"Mbak, aku nitip es nya dulu ya, nanti aku balik lagi. Mau anterin dompet ini ke orangnya!" ucap Rizal langsung berlari keluar dari kedai
"Iya" sahut Nana
Lalu Rizal menaiki motor bututnya lagi dan segera mengejar mobil alphard putih yang terlihat cukup jauh dari jangkauannya.
"Ayo dong jeck!! buruan sihhh kejer tuh mobil! lemot bangettt!" Rizal mengomeli motor bututnya yang tidak bisa di ajak ngebut karena termakan usia.
Meski Rizal tidak bisa menyalip mobil pak Dermawan, tapi dia masih bisa mengikuti dari belakang. Hingga akhirnya mobil putih itu masuk kedalam halaman rumah besar keluarga pak Dermawan dan motor butut Rizal yang akan menembus gerbang pun langsung di tahan scurity yang berjaga
"Maaf, anda tidak boleh masuk!" Scurity itu terlihat sangat garang, sedangkan Rizal sudah seperti akan di telan hidup hidup
"Maaf pak, saya mau ketemu yang punya rumah, tadi yang masuk rumah ini pakai mobil. Saya ada urusan penting" ucap Rizal
"Urusan apa?!" tanya scurity itu
"Pokoknya penting pak, saya orang baik baik kok pak, saya bukan orang jahat, saya juga bukan pengemis. Lihat dong pak meski motor saya butut, tapi dari tampang saya bukan seperti penjahat kan?" ucap Rizal
Scurity itu menelisik penampilan Rizal, pemuda itu terlihat rapi, tidak amburadul meski motornya sangat berisik. Dilihat dari fisiknya memang bukan seperti orang jahat, tapi jaman sekarang penampilan sering menipu
"Kami periksa dulu sebelum masuk, dan motormu tidak boleh memasuki rumah itu, berisik!" ucap Scurity itu
"Ya ya silahkan, periksa saja" jawab Rizal
Lalu Rizal mematikan mesin motornya dan menepikan didekat pos scurity. Setelah itu Rizal menjalani pemeriksaan oleh Scurity yang ada di post itu. Karena tidak menemukan benda berbahaya, Scurity itu menelfon ke dalam dan memberitahukan jika ada orang yang datang bertamu, katanya ada hal penting yang ingin di sampaikan. Pak Dermawan pun mengizinkan Rizal untuk ke rumahnya.
"Ya ampun,,, ini rumah apa istana sih? gede banget!" Rizal mengagumi bangunan besar itu saat berjalan kaki menuju pintu utama yang tampaknya lumayan jauh dari gerbang depan. Halaman rumah itu sangat luas,
"Ini halaman rumah bisa buat lapangan bola! Maasyaa Allah pasti kaya banget ini yang punya rumah!"
Saat Rizal sampai di depan pintu masuk, dia sudah di hadang seorang bocah tampan, dengan memegang es jeruk di tangannya
"Hallo adek,, " Sapa Rizal dengan ramah
.
.
.
.
__ADS_1
Nah Rizal! hadepin dulu tuh bodyguard satu itu 😀