Aku Punya Papa

Aku Punya Papa
Kuda Lumping Kesurupan


__ADS_3

Byuuuuurrrrrrrrrrrr


"Satria!" Teriak Bryan saat melihat satria menyiram pak Danang dengan air kembang 7 rupa seember. Tentu air itu juga mengenai dirinya dan juga ibunya.


"APA YANG KAU LAKUKAN HAH?!" Teriak Bryan pada Satria


"Ku kira pak Danang kesurupan!" jawab Satria dengan berlaga polos


"Aarrgghhh!" teriak Bryan


"Benar benar krng ajr kamu!" Sarkas ibu Bryan dengan mengusap wajahnya yang basah


"Pa,, bangun pa,, bangun,," ucap Ibu Sumitri membangunkan pak Danang yang masih tetap memejamkan mata meski sudah di siram air kembang 7 rupa oleh Satria yang dia ambil dari rombongan kuda lumping. Satria pikir pak Danang hanya bersandiwara saja, jadi dia pun ingin memberi pelajaran pada mereka.


"Satria,, kamu ini!" cetus pak Bagas dengan Suara lirih pada anaknya


"Satria kira dia hanya akting, ternyata benar benar pingsan!" jawab Satria


Sebagai dokter Zara dan Angga merasa kasihan dan ingin memeriksa kondisi pak Danang namun melihat keluarga itu sudah menyakiti keluarganya, hal itu membuat mereka menahan diri


"Kenapa kamu diam saja hah?! bukankah kamu itu dokter?!" ucap Ibu Bryan menatap Zara


"Saya harus apa bu?" tanya Zara santai saja, Karena ibu Bryan tidak tau cara meminta tolong dengan benar.


"Ibu butuh bantuan saya? tapi seperti nya ibu tidak butuh bantuan saya. Dari cara ibu menatap saya saja sudah seperti ingin memakan saya! bagaimana saya mau menolong ?!" Jawab Zara


Ibu Bryan memejamkan makan erat, dia ingin menurunkan egonya, dia tidak ingin kehilangan papa Bryan, bagaimanapun dia tidak ingin jadi janda.


"Tolong ,, suamiku,," Ibu bryan berkata dengan menatap Zara sendu. Disana terlihat kekhawatiran yang di pancarkan dari mata itu. Zara pun tidak tega melihat seseorang membutuhkan pertolongannya

__ADS_1


Baru Zara akan duduk memeriksa, namun tubuhnya di tahan oleh Angga


"Biar aku saja" Ucap Angga saat Zara menatap suaminya


Kemudian Angga yang akan menggantikan Zara untuk memeriksa kondisi pak Danang yang masih pingsan.


"Denyut nadinya sangat lemah, sepertinya pak Danang mengalami syok sangat berat. Harus segera di bawa kerumah sakit untuk mendapat penangan khusus, jika tidak nyawanya tidak akan tertolong." ucap Angga


"Memangnya kamu siapa bisa mengatakan dengan mudah?, suami saya tidak akan tertolong katamu??" ucap Ibu Bryan menatap tajam Angga yang baru saja memeriksa kondisi pak Danang


"Tidak akan tertolong kalau ibu terus bertanya! Rumah sakit hanya ada di kota, silahkan bawa suami ibu ke rumah sakit kalau ibu tidak mau kehilangan suami ibu. Dan satu lagi, Saya adalah dokter bedah, istri saya dokter umum dan papa saya dokter jantung, ibu saya dokter kandungan. Ibu mau apa?" Ucap Rangga menatap Ibu Sumitri dengan tatapan tegas


Ibu Sumitri menganga mendengar jawaban Angga, dia masih merasa tidak percaya dengan apa yang di dengarnya, ternyata suami Zara dan keluarga bukan orang sembarangan. Mereka semua dari keluarga dokter, dan saat itu ingin rasanya ibu Sumitri ikut pingsan seperti suaminya


"Ayo ma, kita bawa papa ke rumah sakit!" ucap Bryan yang sedikit lola mencerna semuanya.


Satria merasa tidak enak hati karena sudah mengira pak Danang berpura pura pingsan. Untuk menebusnya, dia Pun ikut membantu Bryan mengangkat papanya ke mobil mereka, meski tanpa bicara sedikitpun. Sedangkan keluarga lainnya tidak mau ikut campur lagi. Lagian mereka ke desa itu untuk acara lain, jadi tidak mungkin membawa alat medis lengkap untuk membantu keluarga itu.


Bryan tidak menjawab, dia langsung masuk kedalam mobil dan menjalankan mobilnya meninggalkan tempat itu. Dia harus menyetir mobil dengan cepat menuju ke rumah sakit agar nyawa papanya tertolong.


"Mereka memang seperti itu ya?" tanya Ibu Marissa


"Iya, mereka memang seperti itu, Banyak orang disini yang tidak suka dengan keluarga itu sejak mereka memiliki banyak uang. Jadi makin sombong dan suka merendahkan orang lain. Dulu mereka tidak begitu, iya kan pak?" ucap Ibu Zara


"Iya, seperti lupa daratan setelah mendapat warisan dari keluarga mereka. Sudahlah tidak perlu membahas mereka lagi. Ayo kita pulang, kasihan Rangga yang harus melihat kuda lumping kesurupan sampai dia lari terbirit birit" ucap pak Bagas


"Kuda lumping kesurupan?! maksud bapak siapa?!" tanya Ibu Zara . Mereka semua sambil berjalan pulang kerumah pak Bagas.


"La ibu tadi pas berantem sama ibunya Bryan sudah kayak kuda lumping kesurupan, untung gak di siram satria sekalian sama air kembang 7 rupa" jawab Bagas

__ADS_1


"Bapakkkk!! bisa bisanyanya bilang ibu gitu!!" Ibu Zara merasa kesal pun mencubit pinggang pak Bagas hingga pria baya itu mengaduh sakit


Sedang keluarga lainnya hanya tertawa melihat kedua orang tua Zara yang terus beradu mulut.


"Mereka lucu ya" ucap Angga pada Zara, tangan besarnya yang terus menggenggam erat tangan Zara dan satu tangannya lagi menggandeng putra mereka


"Iya, meski mereka berantem, tapi cepat akur lagi. Bapak memang sangat suka membuat ibu kesal" jawab Zara


"Apa kita akan seperti itu nanti?" tanya Angga


"Bisa iya bisa tidak,, kita lihat saja nanti,," jawab Zara dengan tersenyum manis


Pak Dermawan dan keluarga akan kembali ke kota , sedang Angga dan Zara masih ingin tinggal dirumah orang tua Zara. Pak Bagas dan Ibunya Zara juga sudah menyiapkan oleh oleh dari desa untuk mereka, ada Pisang ambon, pisang kepok, ubi, nanas, dogan dan juga beberapa jenis sayuran. Setelah menata semua barang di dalam mobil, pak Dermawan dan keluarga pamit pada besannya. Setelah berpamitan, mereka pun masuk kedalam mobil dan meninggalkan rumah keluarga Zara.


.


.


.


.


.


.


Wahhh Satria bener bener!


kurang banyak Sat kamu nyiramnya, coba sedrum gitu, pasti dia langsung sadar 😅

__ADS_1


Happy Weekend gaesss🤗


__ADS_2