Aku Punya Papa

Aku Punya Papa
Syook Terapi


__ADS_3

"Tunggu!"


"Tunggu!"


"Saya tidak mau di operasi!" ucap Bryan menahan tubuhnya agar tidak pindah ke bed pasien


"Cepat suster! pria ini meresahkan jika terus di biarkan hidup!" ucap pak Dermawan


"Tidaak!"


"Tidak!"


"Jangannnn!" teriak Bryan


Namun kedua suster yang di dalam ternyata sangat kuat, keduanya mampu menidurkan Bryan ke atas bed pasien. Bryan terus bergerak hingga jarum infus itu bergerak dan darah bryan keluar. Pria itu sangat takut melihat darah, matanya mendelik, tubuhnya tiba tiba lemas, keringat bercucuran keluar hingga akhirnya Bryan kembali pingsan sebelum pak Dermawan menyuntikkan obat bius kedalam tubuhnya.


"Yah pingsan" ucap suster terkekeh melihat Bryan pingsan lagi


"Benahi jarum infusnya" ucap pak Dermawan, kemudian kembali duduk


"Apa dokter benar benar akan mengoprasinya?" tanya suster


"Tidak, aku menggertaknya saja. Aku hanya ingin memberi sedikit syock terapi. Lagian ini bukan ruangan operasi" kekeh pak Dermawan. Suster pun ikut terkekeh melihat pak Dokter yang bisa bisanya mengerjai pasien seperti itu.


Kemudian Dokter memerintahkan untuk membawa Bryan kembali ke ruang inapnya bersama keluarganya. Sungguh kejadian itu membuat pak Danang dan ibu Sumitri kaget karena bryan kembali pingsan. Suster pun hanya menjawab jika Bryan pingsan karena melihat darah yang mengalir di tangannya.


Waktu menjelang siang,


Angga, Zara dan Rangga berpamitan pada keluarga Zara untuk kembali ke kota. Setelah itu mereka akan langsung menuju ke rumah keluarga Dermawan.


Kurang lebih 2 jam perjalanan akhirnya mobil Angga sudah memasuki halaman rumah keluarga Dermawan. Di Garasi sudah ada mobil pak Dermawan, dan satu mobil adik Angga yang sudah lama tidak dipakai selagi dia masih berada di luar negeri. Begitu sampai di depan rumah, Kedatangan mereka di sambut Oma Marissa dan juga Opa Dermawan yang belum lama pulang dari rumah sakit.


"Ranggaaaaaa" Oma Marissa memanggil cucu nya saat pintu mobil sudah terbuka.


"Oma,," teriak Rangga saat melihat oma kesayangannya. Rangga yakin Omanya sudah pasti menyiapkan cookies kesukaannya


"Assalamualaikum" ucap Angga dan Zara pada kedua orang tua mereka

__ADS_1


"Wassalamu'alaikum, ayo masuk,,, pasti kalian lelah yah,,," ucap mama


Kemudian mereka masuk kedalam rumah bersama.


"Bik, tolong keluarkan barang barang yang ada di dalam mobil, koper kami tolong bawa ke kamar saya" ucap Angga


"Baik Tuan" jawab bibik


Lalu keluarga pak Dermawan duduk di ruang keluarga dan disana sudah terhidang berbagai makanan dan juga minuman untuk menyambut cucu tersayang. Mereka bercengkrama, bercanda ria , meledek pengantin baru yang saat ini tengah berbahagia


"Jadi papa sudah akan dibuatkan cucu lagi?" tanya pak Dermawan


"Doakan saja pa," jawab Angga


"Kalian gak ada niatan untuk menunda kan?" tanya mama


"Tidak ada ma, kalau di kasih cepat, alhamdulillah, tapi kalau belum ya sudah berarti disuruh usaha lagi" jawab Zara


Angga melirik Zara dan tersenyum penuh seringai.


"Oh iya papa mau cerita sama kalian,, tadi pagi papa kan ke rumah sakit. Ternyata keluarga pak Danang di rawat di rumah sakit kita. Dan sepertinya mereka kena syok berat saat bertemu dengan papa ketika pak Danang akan papa periksa kondisi jantungnya. Ibu Sumitri saja sampai pingsan di depan ruangan papa" ucap pak Dermawan


"Iya, dia beneran pingsan. Pak Danang juga seperti sangat tegang saat papa periksa. Dan saat Bryan masuk bersama suster, papa kerjain dia. Papa bilang kalau papa akan langsung operasi dia, eh gak lama pingsan juga! Papa sampai tidak habis pikir, keluarga itu bisa pingsan bergantian" kekeh pak Dermawan


"Papa jahil ihh !" kekeh ibu Marissa


"Kenapa gak sekalian papa operasi beneran pa? hahaha" cetus Angga


"Belum di apa apain aja dia udah pingsan!" jawab pak Dermawan


"Memang harusnya dia di kasih pelajaran pa! enak saja ngatain cucu oma yang ganteng maasyaa Allah ini, dekil! ingusan! darimana coba? matanya katarak?!" sungut ibu Marissa


"Mulutnya di cabein aja ma biar dower!" jawab Zara


"Bener kamu! besok mama ulekin cabe setan sekilo, terus mama jejelin ke mulut Bryan!" ucap mama


Waktu terus bergulir, kini malam sudah semakin larut, Zara, Angga dan Rangga juga sudah berada di dalam kamar Angga dan bersiap untuk istirahat malam. Kamar Angga cukup luas untuk mereka bertiga, kamar bernuansa biru muda dan putih itu seakan mereka berada di tepian pantai.

__ADS_1


"Pa,, apa kita akan tinggal dicini belcama oma dan Opa?" tanya Rangga


Angga menatap Zara, namun ibu satu anak itu hanya tersenyum kecil


"Terserah mama, kalau mama mau tinggal disini, kita tinggal disini, kalau gak mau kita tinggal di apartemen" jawab Angga


"Mama?" Rangga menatap sang mama yang berada di sampingnya


"Boleh kalau Rangga mau tinggal disini, kita akan tinggal disini. Kasihan oma dan Opa yang tinggal berdua saja di rumah besar ini. Jadi Kita bisa menemani Oma dan Opa di masa tuanya. Sesekali kita bisa menginap di apartemen jika mau" jawab Zara


"Yeyyyy! belalti Oma akan buatin Langga cookies cetiaaaap hali!" ucap Rangga dengan antusias


"Boleh makan, tapi,,,,"


"Tidak boleh belebihan, iya kan ma?" ucap Rangga menyambung kalimat sang mama


"Iya, anak pintar, sekarang Rangga tidur karena sudah malam" ucap Zara menarik selimut untuk menutupi setengah tubuh putranya.


"Apa cetelah Langga tidul papa dan mama akan membuatkan adik untuk langga?" tanya Rangga dengan wajah polosnya


"Eh! siapa yang ngajarin gitu?" tanya Angga kaget dan Zara pun ikut kaget.


"Oma,, Oma bilang, Langga haluc cepat bobok, bial adik langga celat jadi" jawab Rangga


"Mamaaaaaa,,," Angga bergumam sendiri di dalam hati


"Memang buat adiknya gimana ma? apa Langga boleh liat?"


Eh!


.


.


.


.

__ADS_1


Waduh! kalau rangga lihat, nanti gak jadi adiknya nak 🥴 udah Rangga cepetan merem ya, papa dan mama mau ngadon dulu setelahnya 🤪


__ADS_2