Aku Punya Papa

Aku Punya Papa
SAH !


__ADS_3

Acara akad Nikah anak pak Arto sudah selesai. Kedua pengantin tengah haru biru sungkeman pada kedua orang tua mereka. Kemudian pak Bagas mendekat pada pak penghulu dan berbisik karena situasinya tidak memungkinkan untuk bicara biasa


"Pak Zul, Setelah ini saya minta tolong untuk menikahkan anak saya. Bisa ya pak?" tanya pak Bagas


"Sekarang?" tanya pak Zulfi


"Iya, setelah tugas bapak disini selesai" jawab pak Bagas


"Apa persyaratannya sudah lengkap?" tanya pak Zulfi


"Sudah"


"Baik kalau begitu, setelah ini kita ke tempat sampean" jawab pak Zulfi


Beberapa menit acara akad nikah dirumah pak Arto sudah selesai, kedua pengantin pun sudah di bawa keluar dan duduk di pelaminan. Kemudian pak Zulfi pamit pada keluarga pak Arto untuk tugas di tempat lain. Pak Bagas pun juga pamit sebentar pada pak Arto dengan setengah berbisik


"Mas, Aku pulang dulu ya sebentar, aku mau nikahkan Zara. Setelah acara selesai aku kembali kesini" ucap pak Bagas pada pak Arto


"Iya mas" jawabnya


Kemudian pak Bagas menyusul pak Zulfi yang sudah lebih dulu keluar dari tenda. Lalu keduanya menuju rumah pak Bagas bersamaan, tentu hal itu kembali membuat orang orang disana menebak, Zara akan menikah hari itu juga dan berita itu langsung didengar oleh Bryan saat salah satu tamu undangan disana adalah temannya.


"Hah?! Zara menikah hari ini?!" Bryan terlihat begitu kaget


"Katanya masih mau lamaran?!" sahut pak Danang yang baru keluar lagi dari dapur membawa secangkir kopi


"Kata Torik Pak Zulfi kerumah pak Bagas setelah menikahkan anak pak Arto" jawab Bryan


"Papa jadi penasaran, bagaimana sih calon besan mas Bagas? apa lebih kaya dari kita?! papa yakin mereka juga dari keluarga biasa saja meski tinggal di kota " ucap pak Danang sambil menyeruput kopinya


Glek!


Bryan yang pelupa, baru ingat jika Angga adalah anak dari pemilik rumah sakit swasta di kota. Rumah sakit itu bukan rumah sakit sembarangan, tentu asset nya juga banyak.


"Cepat siap siap! kita akan datang ke undangan pak Arto, sekalian papa mau melihat besan mas Bagas!" Pak Danang beranjak dari tempat duduk dan akan pergi ke kamar nya, sedang Bryan masih mematung dengan pikirannya sendiri.


"Aku lebih tampan! dan aku lebih kaya dari pria itu! aku akan buktikan itu pada semua orang!" Bryan berdiri dengan penuh percaya diri. Kemudian dia masuk kedalam kamar untuk bersiap siap ikut bapak dan ibunya pergi ke undangan. Dia harus mempersiapkan diri semaksimal mungkin, dia harus terlihat paling tampan diantara semua lelaki yang ada di tempat itu, termasuk calon suami Zara.


Sementara itu, Pak Bagas dan Pak Zul sudah baru saja masuk kedalam rumah. Didalam rumah sudah terlihat banyak orang, terutama keluarga Zara dan keluarga Angga.

__ADS_1


"Saya Dermawan, papanya Angga, dan ini isteri saya Marissa" ucap pak Dermawan menyapa calon besannya


"Saya Bagas pak, bapaknya Zara. Tapi ibunya Zara masih di dalam kamar bersama Zara. Selamat datang di desa kami. Beginilah kondisi keluarga Zara, tidak sebanding dengan keluarga bapak" ucap pak Bagas dengan merendahkan hati


"Semua manusia itu sama pak, yang membedakan hanya amal perbuatan. Saya mewakili keluarga, memohon maaf atas segala kesalahan keluarga kami, terutama putra kami yang seharusnya pernikahan ini terjadi 5 tahun lalu tapi baru bisa terlaksana sekarang. Bahkan kita sudah punya cucu lebih dulu" ucap pak Dermawan


"Harusnya saya yang meminta maaf, karena semua ini berawal dari keegoisan saya sebagai seorang ayah. Saya mewakili keluarga kami mohon maaf sebesar besarnya.." Ucap pak Bagas tidak bisa melanjutkan kata katanya lagi.


"Sama sama pak mari kita saling memaafkan" Ucap Pak Dermawan lalu memeluk calon besannya itu.


Semua nampak haru, bahkan ibu Marissa jadi ikut menangis.


"Maaf,,,, apa akad nikahnya apa bisa di mulai sekarang?" tanya pak Zulfi


"Bisa pak,, ini persyaratannya sudah kami siapkan,,," jawab Angga yang sudah berpakaian rapi ala pengantin pria, sedang Rangga yang juga sudah rapi, pakaiannya sama seperti sang papa duduk anteng bersama oma Marissa.


"Baik saya periksa dulu kelengkapannya" kemudian Pak Zulfi memeriksanya.


Di kamar Zara,,,,


"Sekarang mba Zara boleh lihat ke cermin" Ucap mba Atik


"Mba Atik! kok gini make up nya!! tadi aku minta natural aja kan!" protes Zara


"Itu udah natural mba, mau gak natural? bisa kok, sini saya tambahin lagi biar menor" jawabnya, sebenarnya dia ingin tertawa namun di tahannya begitu juga dengan ibu


"Maasyaa Allah, anak ibu cantik benerrr,,, cocok banget sama kebayaknya! pas benerrr!" cetus ibu


"Bu,,! kalau kayak gini, Zara malu mau keluar! sudah ibu saja yang datang, Zara nitip amplop!" Ucap Zara begitu kesal karena dirias berlebihan seperti itu


"Enak saja! pergi sendiri dong,,," cetus ibu


Saat mereka berdua sedang cekcok, terdengar dua ketukan dari luar. Ibu sudah tau jika pintu di ketuk, tandanya akad nikah akan di mulai.


"Mba Zara cantik kok, cantik banget malah! ya kan bu?" tanya Mbak Atik


"Iya,,, cocok banget sama kebaya yang kamu pake..." Jawab Ibu


Zara tampak merengut, dia begitu kesal

__ADS_1


"Ayo kita keluar, pasti Angga dan Rangga sudah menunggu!" ibu menarik lengan Zara dan mengajaknya keluar dari kamar


"Tapi bu, Zara malu bu, dan pasti kak Angga gak akan suka Zara dandan kayak gini!" protes Zara lagi. Dia sangat tau, sejak dulu Angga paling tidak suka melihat Zara memakai make up begitu jelas. Dia bilang, Zara sudah cantik, tidak perlu memoles wajahnya berlebihan. Pernah sekali saat Angga mengajak Zara ke acara pernikahan temannya, Zara menggunakan make up agar terlihat cantik, tapi hasilnya saat di mobil Zara Angga malah menghapusnya dengan tissue basah, pria itu tidak rela jika gadis itu dilirik banyak pria .


"Suka suka, wong dia sendiri yang suruh dandanin kamu!" cetus ibu sedikit kesal karena Zara terus saja protes.


"Apa iya?!" Tanya Zara


"Iyaaaaaa Zaraaaa!" Jawab ibu dengan gemas sendiri


"Untuk apa?!" Tanya Zara sudah seperti Rangga, jika bertanya tidak akan puas jika hanya sekali.


"Nanti kamu tau sendiri!" jawab Ibu pasrah!


Ibu membuka pintu kamar Zara, dan mengajak wanita muda itu keluar. Saat itu juga terdengar samar samar orang yang sepertinya sedang berbincang.


Langkah Ibu dan Zara akan menuju ke luar rumah, semakin jarak itu terkikis, Zara semakin menajamkan indera pendengarannya


"SAH?!"


"SAAAHHHHHHH!"


Mak deg!


Seketika Zara membeku di tempatnya!


.


.


.


.


Wessss sah gaessssssss😍


kalian semua di undang untuk menyaksikan pernikahan Angga dan Zara 😍 Gak perlu bawa amplop, nanti kalian justru di kasih amplop sama Rangga, cukup kasih bunga mawar aja apa Kopi biar kuat begadang nanti malam, kan mau tanjep gasssss buat adiknya Rangga, Jiaaaaaaaaa🤣


Trus satu lagi, tolong siapkan ambulance, siapa tau Bryan apa pak Danang semaput gaessss, biar segera di evakuasi 😑

__ADS_1


__ADS_2