
"Aduh,,, perut ku,," Ucap Zara sambil memegangi perut nya yang merasakan kontraksi . Zara langsung terduduk di kursi dengan ringisan menahan sakit
"Mama!" teriak Rangga
"Maaa,, maaa,, Zara mau lahiran!" teriak pak Dermawan
Ibu Marissa yang sedang di dapur langsung berlari tergopoh gopoh saat mendengar teriakan suami nya
" Bik, Tolong ambil tas perlengkapan Lahiran di kamar Angga" ucap Ibu Marissa
"Baik Nyonya!"
Sementara itu pak Dermawan menyuruh sopirnya untuk menyiapkan mobil yang akan di bawa ke rumah sakit.
"Sabar ya, kita masuk kedalam mobil dulu" ucap Mama saat membantu Zara berdiri lalu berjalan ke depan lagi, dan Rangga mengikuti dari belakang.
Kemudian Keluarga pak Dermawan masuk kedalam mobil dan tak lama Bibik datang dengan membawa tas besar berisi perlengkapan Zara lahiran. Setelah semuanya siap, mereka segera menuju rumah sakit.
"Hallo Ngga, Zara sudah merasakan kontraksi, kalian siapkan meja operasi sekarang!" ucap pak Dermawan melalui sambungan telfon bersama Angga
"Baik pa!" Jawab Angga di rumah sakit.
__ADS_1
Tanpa membuang waktu, Angga langsung menginstruksikan pada pegawainya untuk menyiapkan meja operasi karena Zara akan melahirkan secara SC mengingat sebelumnya sudah SC dan kali ini mengandung bayi kembar, maka Angga tidak ingin mengambil resiko besar jika Zara memaksakan diri untuk normal dengan riwayat kesehatannya. Dokter kandungan juga sudah siap, tinggal menunggu keluarga pak Dermawan sampai di rumah sakit.
"Ma,, mama cabal ya ma,,mama haluc kuat!" ucap Rangga dan hanya di angguki oleh Zara karena menahan sakit
"Adek adek bayi,,, cabal ya,, cebental lagi kita campai di lumah cakit, nanti kalian kelual kalau cudah campai caja yah,, jangan buat mama kecakitan" ucap Rangga sambil mengusap usap perut mama nya
Saat tangan Rangga tersengat sebuah tendangan dia terjingkat kaget
"Loh! kakak di tendang!" ucapnya dengan wajah terkejut.
Semua orang ingin tertawa tapi kasihan melihat Zara yang meringis menahan sakit.
Beberapa menit kemudian, mobil pak Dermawan sampai di rumah sakit. Saat mereka sampai, Angga sudah menunggu di lobby sejak beberapa menit lalu bersama suster. Mobil dibuka, Angga langsung mengangkat istrinya dan dipindahkan ke bed lalu dibawa ke ruang operasi yang sudah di siapkan.
"Iya sayang" jawab Angga
Angga dan Ibu Marissa saja yang di perbolehkan masuk, sementara Pak Dermawan dan Rangga menunggu di depan ruang operasi. Kemudian Rangga berdoa untuk keselamatan mama dan adik adiknya.
Pak Dermawan memberi kabar kepada besannya jika cucu mereka akan lahir setelah itu pak Dermawan menelfon Liora, memberi tahu jika kakak iparnya sudah akan melahirkan.
"Pa,, Liora pulang yahhh?? pleaseee,,, kan lusa libur semester pa? Liora mau lihat anak kak Angga" ucap Liora membujuk papanya
__ADS_1
"Tidak boleh Liora! setelah melihat apa yang kamu lakukan saat di bandara! papa takut kamu kebablasan!" cetus pak Dermawan
"Ya ampun paaa,, gak gak kalau Liora kebablasan! hem,, ya udah deh kalau papa gak percaya, kawinin aja sekalian " ucap Liora
”Kawin kawin! kawinnya mudah tapi tanggung jawabnya besar!" ucap pak Dermawan
"Hem,,, ya udah deh kalau gitu. Nanti telfon lagi yah kalau sudah lahiran" ucap Liora dengan nada lesu
"Iya" jawab Pak Dermawan lalu mematikan sambungan telfonnya.
"Opa,,," ucap Rangga
"Apa Rangga?" tanya pak Dermawan
"Kawin itu apa Opa?!" tanya Rangga dengan wajah polos
"Waduh!" Pak Dermawan langsung menutup mulut.
.
.
__ADS_1
.
Hahaha Opa bingung mau jelasin apa sama Rangga 🤣