
"Dokter Zara"
Zara, Angga dan Rangga menoleh ke samping, ketiganya melihat seorang pria membawa buket bunga dan tersenyum pada dokter Zara. Tapi Dokter Zara terlihat bingung dan mencoba mengingat ngingat siapa orang yang memanggilnya itu.
"Apa kabar dokter?" ucap pria itu dengan tersenyum manis saat sudah menghampiri dokter Zara, Angga langsung meradang saat istrinya di hampiri seorang pria
"Baik,, anda siapa ya?" tanya Zara dengan wajah bingung
"Kamu siapa?!" ucap Angga dengan raut wajah tak suka
"Dokter lupa ya sama saya,,? Saya Bima,," ucap Bima
"Bima?" Zara benar benar lupa, siapa Bima itu?, sedangkan Angga sudah menaruh curiga dan rasa cemburu yang mulai berapi
"Jangan berani berani dekati istri saya ya!" Ucap Angga mengancam Bima, Dokter tampan itu pun sudah menarik krah kemeja bima hingga pria itu sedikit terangkat
"Istri?"
"Ya! Dokter Zara itu istri saya!" Jawab Angga dengan tegas
"Lepas kak,,,,," Zara melerai Angga dan Bima karena tidak ingin menjadi bahan tontonan semua orang yang lalu lalang.
"Maaf ya, sepertinya saya tidak mengenal anda " ucap Zara masih merasa bingung,
"Dokter lupa pada saya? saya pasien dokter beberapa bulan yang lalu. Masuk IGD karena pingsan . Waktu itu saya gemuk dan melakukan diet yang salah, lalu dokter menyarankan pada saya untuk diet sehat. Sampai saya jadi seperti ini" ucap Bima
Zara nampak mengingat ingat, dia menelisik pria yang ada di depannya kini terlihat sedang, tidak kurus ataupun gemuk.
"Ohh,,, iya iya saya baru ingat. kamu itu yang katanya di bully gara gara gemuk ya? bener kan?" tanya Zara saat mulai mengingat sedikit demi sedikit
"Iya betul dokter" Jawab Bima
"Maaf saya lupa. Terlalu banyak pasien jadi tidak bisa mengingat satu per satu. Apalagi sekarang sudah kurus begini kan ya, jadi pangling" ucap Zara
__ADS_1
"Ini juga berkat saran dari dokter. Saya kemari ingin berterima kasih pada dokter. Tolong di terima bunga ini ya dok" ucap Bima
Zara menoleh pada Angga yang terlihat kesal. Zara tau pasti Angga sedang kesal dan cemburu saat ini
"Aduh,, jadi repot repot. Sebenarnya tidak perlu memberi saya bunga. Nanti pak dokter marah hehe,, Bunganya kamu bawa pulang saja ya Bima, maaf" ucap Dokter zara dengan rasa tidak enak hati, lebih tak enak melihat wajah suaminya yang terlihat mendung
"Kak Angga, kak Zara, sudah selesai daftaran nya?" Liora tiba tiba muncul dan menghampiri mereka
"Sudah" Jawab Angga singkat saja
"Ya sudah kalau begitu bunganya untuk mbak ini saja" Bima memberikan buket bunga itu pada Liora. Liora yang tidak tau apa apa tersentak kaget
"Kalau begitu saya pamit ya dokter, sekali lagi terima kasih" ucap Bima kemudian pergi
"Eh ini,, bunga apa?" tanya Liora pada kedua kakaknya
"Dari fans kak Zara!" Jawab Angga yang langsung berlalu pergi
"Mama cih!" cetus Rangga
"Kok mama sih?! mama kan juga gak tau sayang" jawab Zara
"Kenapa sih kak? laki laki tadi siapa?" tanya Liora
"Pasien kakak, dia datang mau berterima kasih, bawa bunga itu, mulai tuh kakakmu pasti ngambek!" ucap Zara
"Udah sana di rayu aja! Rangga biar sama aku" ucap Liora
"Ya sudah, kakak nitip Rangga ya. kak Zara mau ngejer kakakmu!" Ucap Zara
"Rangga sama Aunty ya, mama bujukin papa dulu" ucap Zara
"Iya ma, cemoga belhacil!" ucap Rangga
__ADS_1
"Aamiin" Jawab Zara. Lalu Zara berlarian mengejar Angga, mengikuti jejak dokter tampan itu. Rupanya dia tidak ke ruangannya melainkan ke ruangan pak Danang untuk memeriksa kondisinya. Zara tidak ikut masuk karena didalam ada beberapa dokter yang ikut bersama Angga, terpaksa Zara menunggu di kursi tunggu sampai Angga keluar nanti.
Sementara itu, Liora mengajak Rangga ke ruangannya, saat akan masuk, mereka bertemu dengan Rizal yang baru saja mengantarkan minuman untuk salah satu dokter. Hati Rizal seolah retak saat melihat liora membawa buket bunga.
"Pasti itu dari kekasihnya" batin Rizal
"Om Lijal dali mana?" tanya Rangga
"Dari,, ruangan Dokter Darwin. Ada apa Rangga?" tanya Rizal
"Om, Langga hauc, mau minum" ucap Rangga
"Kan di dalam ada air minum" Ucap Liora
"Tapi, Langga mau teh, hauc aunty. Langga kan balu pulang cekolah. Capek nih" ucap Rangga
"Ada ada aja deh kamu" ucap Liora
"Tunggu sebentar ya, Om ambilkan teh hangat nya" ucap Rizal
"Oke Om, Langga tunggu ya. Makacih" Ucap Rangga dan Rizal mengangguk
Lalu Rizal pergi ke pantry untuk mengambilkan teh hangat untuk Rangga, tapi hatinya yang terasa retak itu seperti tidak kuat untuk melihat Liora.
.
.
.
.
Om Rizal mah gitu🤧 belum juga maju, dah mau mundur aja 🥴
__ADS_1