Aku Punya Papa

Aku Punya Papa
Mengaku Salah


__ADS_3

Rizal menghentikan laju motornya tepat di depan rumah Liora. Lalu pemuda itu melepas helm dan turun dari motor. Meski jantungnya sudah berdebar tak karuan, dengan raut wajah tegang dia harus menghadapi keluarga Liora. Bahkan Gadis itu terlihat diam saat Rizal menaiki anak tangga dan menghampiri ibunya, Ibu Marissa.


"Om dan Aunty dali mana?! kenapa balu campai di lumah jam cegini?!" pertanyaan itu langsung di lontarkan Rangga dengan nada ketus dan tatapan kesal.


"Tadi katanya pulang, tapi balu campai jam cegini?!"


"Malah Langga yang duluaan campaai di lumah!"


Rangga melipat kedua tangannya didepan dada dengan raut wajah dibuat marah. Sungguh bocah itu terlihat sangat menggemaskan saat sedang marah.


Sementara Rizal yang awalnya ingin menjelaskan, rasanya tidak sanggup untuk bicara. Belum mulutnya terbuka, tapi sudah di hujani dengan pertanyaan pertanyaan Rangga. Bahkan Rangga terlihat lebih menyeramkan dari pada ibu Marissa yang sejak tadi hanya diam.


Wajah Rizal semakin tegang, bahkan bulir bulir keringat sebesar biji jagung di keningnya sudah keluar, dia mengaku salah, dan akan bertanggung jawab karena mengantarkan Liora terlambat dari hari biasanya. Rizal terlihat menarik nafas dalam dan menghembuskannya kasar sebelum menjawab pertanyaan Rangga.


"Ibu Marissa, Rangga, saya,, minta maaf karena terlambat mengantarkan Aunty Liora pulang. Tadi,, kami mampir sebentar di tempat makan, setelah itu kami sudah akan pulang tapi tiba tiba motornya mogok di tengah jalan jadi,, kami bawa dulu ke bengkel. Tapi, tadi saya sudah menyarankan Aunty Liora untuk pulang lebih dulu, tapi,, dianya ingin menunggu... Sekali lagi saya mohon maaf" Ucap Rizal dengan sedikit menundukkan kepala dihadapan Ibu Marissa.


Rangga menengok ke depan dan melihat motor yang mereka pakai berbeda dari biasanya. Bukan motor butut tapi seperti motor baru.


"Itu motol capa?!" tanya Rangga, sedangkan Ibu Marissa masih diam dan memberi kesempatan pada Rangga menggantikan dirinya mengintrogasi Liora dan Rizal. Ibu Marissa juga melihat motor yang mereka kendarai berbeda dari yang biasanya.


"Itu,,,, itu motor Om, karena motor yang lama sering mogok, jadi Om beli motor baru" jawab Rizal dengan jantung yang berdebar debar. Jika keluarga Liora tau dia mencicil motor itu dengan Liora, sungguh dia akan merasa sangat malu.


"Yang di katakan kak Rizal itu benar ma. Tadi kami memang gak langsung pulang. Makan dulu setelah itu ke bengkel. Kak Rizal traktir Liora atas kelulusan Sidangnya hari ini" sambung Liora


Keduanya sedang berdiri sejajar dan menghadap pada Ibu ratu dan cucunya


"Ohh jadi tadi Langga gak boleh ikut kalena Aunty dan Om Lijal mau makan beldua?!" sungut Rangga dengan wajah masam


"Bukan begitu Rangga,,," sahut Rizal ingin menjelaskan


"Jangan banak alecan! bilang aja gak mau di ganggu Langga! Om kan cuka kan cama Aunty! iya kan?!" cetus Rangga


Deg!

__ADS_1


Rasanya Rizal ingin membopong bocah itu dan membawanya pergi. Sungguh mulutnya itu sangat tajam dan mampu menusuk kedalam jantungnya saat bertanya.


"Rangga,, dengerin dulu penjelasan Om Rizal! gak boleh motong pembicaraan orang" ucap Liora


"Tapi benel kan?!" jawab Rangga tidak mau kalah. Dia kesal karena keduanya terus mengelak dan mencari alasan


"Kan Motor om yang lama Kecil, gak muat kalau kita bertiga. Kata Rangga gak mau ikut karena takut kejepit. Iya kan?" ucap Rizal mengulang ucapan Rangga sebelumnya.


"Iya, kan naik motor panas, kejepit lagi di tengah. Enak naik mobil sama Oma dingin" sambung liora


"Napa Aunty Bela Om Lijal? Aunty lebih cayang Om Lijal ya dalipada Langga?!" Tanya Rangga menggebu gebu khas anak kecil


Deg!


Ganti Liora dibuat gelagepan. Sedang Ibu Marissa mati matian menahan tawa melihat drama siang itu. Sungguh Rangga sudah mewakili pertanyaan seluruh keluarga.


"Bu,,, sekali lagi saya mohon maaf. Setelah ini saya akan berusaha untuk mengantar dan menjemput Liora tepat waktu" Ucap Rizal dengan cepat pada Ibu Marissa


"Saya pegang janji kamu!" Terdengar begitu ketus dan penuh ketegasan.


"Ayo Rangga kita masuk" ucap Ibu Marissa


"Nanti Oma! Langga mau dicini" jawab Rangga


"Ya sudah Oma masuk dulu. Kamu bereskan ya!" ucap ibu Marissa mengandung penuh arti


Kemudian Ibu Marissa masuk kedalam rumah dan meninggalkan Rangga, Liora dan Rizal yang masih berada di depan rumah


"Rangga,, rangga,, gimana kalau kita beli eskrim. Naik motor itu" ucap Rizal dengan pelan, dia mencoba merayu Rangga agar anak itu luluh


Rangga masih diam, matanya menyipit, sepertinya ada rencana yang tersembunyi dari ajakan Rizal padanya


"Jawab dulu peltanyaan Langga!" sahutnya saat beralih menatap Liora

__ADS_1


"Eh, anak kecil ngerti apa sih suka suka?! ini kan bahasan orang dewasa! langga mana boleh tau! Om dan Aunty berteman sama kayak Rangga dan Jasmine" sahut Liora


"Tapi kata mama gak boleh pelgi dua duaan!" jawab Rangga


Liora menggaruk kepalanya, kalau sudah berhadapan dengan Rangga rasanya tidak sudah sudah ceritanya. Dia pusing, dia juga bingung mau menjelaskan bagaimana lagi


"Om dan Aunty gak ngapa ngapain kok, beneran! suer!" jawab Liora


"Iya beneran!" sambung Rizal


"Ya cudah, kali ini Langga maafkan! lain kali NO!" sungutnya sok tua


"Ayo beli ecklim!" ucap Rangga berjalan lurus membelah antara Rizal dan Liora. Sementara Rizal dan Liora hanya bisa bengong melihat Rangga yang sudah menuju ke motor baru Rizal


"Yey naik motol balu!" kekeh nya


"Ayo Om!" ucap Rangga


"Iya iya" Jawab Rizal


Kemudian Rizal menaiki motornya bersama Rangga untuk membelikan eskrim. Rangga berdiri di depan sedangkan Liora masih berdiri di tempatnya


"Kamu gak ikut?" tanya Rizal pada Liora


"Ikutt" Jawab Liora lalu turun lagi dan naik ke motor Rizal. Setelah semuanya naik, Rizal menjalankan motornya ke minimarket terdekat.


Di balik gorden, Ibu Marissa mengintip dan cekikikan sendiri.


.


.


.

__ADS_1


.


Awassss bu bintitan 🤣


__ADS_2