Aku Punya Papa

Aku Punya Papa
Panas Dingin


__ADS_3

Uhukk uhukkk uhukkk uhukkkk


Rizal langsung tersedak saat mendengar ucapan Rangga. Dengan cepat pemuda itu mengambil gelas berisi air minum dan langsung minumnya hingga habis. Rasanya harga diri Rizal ambruk karena Rangga sudah seperti mengobral dirinya di depan keluarga pak Dermawan dan pak Bagas. Ingin Rasanya Rizal pingsan, bahkan menghilang saja dari sana sekarang. Tatapan yang awalnya tertuju pada Rangga, kini beralih padanya


Glek!


Menelan salivah pun sulit apalagi menelan bakso bakar. Rizal mencoba tersenyum namun tubuhnya sudah terasa panas dingin


"Rangga bicara apa sih? kecil kecil udah pinter banget deketin Om Rizal sama Aunty Liora" kekeh Zara pada putranya setelah Zara melihat ketegangan di wajah semua orang


"Iya nih, kamu itu masih kecil, mana tau pembicaraan orang dewasa" kekeh Satria yang sangat gemas pada keponakannya itu. Celotehnya sangat mirip dengan Zara kecil, apalagi jahilnya sudah sangat menurun dari ibunya.


"Kan Kata Om Lijal, Om Cuka cama Aunty, iya kan Om?!" Jawab Rangga


"Hah?!" Semua orang di buat terkejut, tak terkecuali Rizal yang dibuat syok, jantungnya sudah mau lompat ketika mendapat tatapan tajam dari Angga dan kedua orang tua Liora


"Ka,,pan,, om bilang begitu?!" tanya Rizal yang sudah merasa menggigil, bahkan suaranya terdengar bergetar. Ingin rasanya Rizal menyeret Rangga dan mengajaknya bermain di luar, daripada berada di dalam rumah itu.


"Itu waktu kita main baleng Om, waktu gambal gambal, kan Om gambal 2 kucing, telus om kacih nama Om dan Aunty. Telus Om bilang, Om cuka kucing. Belalti kan Om cuka Aunty" Rangga memiliki ingatan yang sangat kuat, bocah itu begitu cepat merekam apapun yang dia dengar dan dia lihat.


Deg!


Rizal langsung membeku, dia kembali mengingat ucapannya saat bersama Rangga. Sedang semua tatapan orang orang disana seolah menghakimi Rizal saat ini

__ADS_1


"Itu,, itu,, maksud Om, Om memang suka sama kucing. Makanya Om gambar kucing. Tapi,, soal nama,, itu,, itu kan Rangga yang minta Om kasih nama Om dan Aunty,, iya kan?" ucap Rizal dengan terbata bata


"Iya cih,, tapi Om cuka kkaann?!" tanya Rangga tidak mau kalah dengan Rizal


"Rangga,,,, berhenti memojokkan Om Rizal, kamu gak lihat, itu Om Rizal wajahnya sudah pucat!" ucap pak Dermawan menengahi, jika tidak bisa bisa Rangga akan terus mengoceh.


"Hihi iya Opa" sahut Rangga dengan terkekeh


Sedikit demi sedikit Rizal bisa bernafas lega. Sementara yang lain hanya tersenyum kecil, berbeda dengan Angga yang terlihat tanpa ekspresi, datar.


Waktu sudah menjelang sore, Keluarga Zara pamit pulang, mereka tidak menginap karena besok mereka harus kembali beraktivitas. Namun mereka berjanji akan datang saat acara syukuran di gelar nanti. Sedangkan Rizal sudah pulang sejak tadi.


"Darimana saja kamu Zal? kok baru pulang?" tanya pak Bayu


"Belakangan ini kamu pulangnya sering telat, bukannya kamu kerja sampai jam 1 siang?" tanya Ibu Rizal


"Iya kan Rizal punya temen ma, dan pulangnya bareng terus, jadi Rizal anter dia dulu" jawab Rizal sambil melepas sepatunya


"Yang penting kamu gak macem macem" ucap pak Bayu


"Gak lah pa, Rizal ke kamar dulu ya pa, ma, mau mandi" ucap Rizal, kemudian pemuda itu masuk kedalam kamarnya


Ibu Rizal lalu duduk di samping suaminya,

__ADS_1


"Pa,, kemarin mama ketemu Ibu Rianti sama anaknya, dia itu punya anak gadis, cantik pa. Kayaknya cocok sama Rizal pa. Mana gadis itu kuliah perawat. Ibu Ranti ngajak besanan sama mama" ucap Ibu Rizal


"Belum tentu Rizal mau sama anaknya" jawab pak Bayu


"Ya kita ketemukan mereka dulu lah pa. Siapa tau setelah ketemu, kenal mereka bisa dekat. Kalau jodoh kan cocok pa, Rizal dokter dan Syifa Perawat" ucap Ibu Rizal


"Terserah mama lah, papa gak ikut ikutan, Rizal sudah besar, dia bisa menentukan untuk kebahagiaannya sendiri. Siapa tau Rizal sudah dekat dengan gadis lain, kita saja yang tidak tau" ucap pak Bayu


"Kayaknya gak ada deh pa, Rizal gak pernah curhat atau bawa gadis untuk dikenalkan sama kita. Dan Lihat saja, dia sibuk kerja dan juga nyelesaiin kuliahnya, pasti gak sempet lah, cari pacar"


"Kita gak 24jam sama dia ma, mana kita tau. Sudah lah terserah mama, tapi saran papa, lebih baik mama bicarakan semuanya sama Rizal. Papa mau ke belakang dulu" Ucap pak Bayu lalu beranjak pergi.


"Aku yakin Rizal tidak akan menolak, syifa itu cantik, sopan, dan kelihatan anak baik baik. Apa sebaiknya aku undang keluarga mereka makan malam saja yah, jadi Syifa bisa kenalan sama Rizal.


.


.


.


.


Tanya dulu bu ke Rizalnya, jangan putusin sendiri! 😪

__ADS_1


__ADS_2