
Jika bisa melukiskan bagaimana rasa bahagia, Liora dan Rizal ingin sekali melukis rasa bahagia itu bersama, menceritakan jika mereka berdua sedang bahagia bahagianya karena akhirnya di persatuan kan dalam sebuah ikatan pernikahan.
Suara merdu bersahutan, menggema seisi ruangan yang tidak terlalu luas dan tidak juga sempit itu, hal itu sudah cukup menggambarkan bagaimana luapan cinta dua insan yang sudah memendam rasa sangat lama dan kini sedang benar benar di mabuk cinta. Seolah tidak ada hari esok, keduanya terus saja merajut cinta setelah tau bagaimana rasanya madu cinta ternyata rasanya...
Sangat manis!
Dan
Bikin nagihan!
Hingga keduanya ingin merasakan lagi dan lagi.
"Bagaimana kamu bisa semanis ini sayang,,,,!" Rizal benar benar di buat mabuk semabuk mabuknya setelah berhasil memperawani perawan cantik pak Dermawan itu. Sedang sang perawan yang sudah tidak perawan itu tidak mampu lagi menjawab yang bisa dia lakukan adalah menjawab dengan suara yang mampu membuat Suaminya semakin dalam menghujam dirinya.
"Jika tau senikmat ini, kenapa tidak dari dulu kita menikah!" rancau Rizal yang tidak berkesudahan setelah melewati beberapa kali percobaan namun milik Liora memang terlalu imut imut atau miliknya yang obesitas. Ntahlah!
Tidak cukup sekali menggapai puncak kenikmatan, Rizal kembali menjadi predator yang sudah siap memangsa lawannya, Hingga Liora dibuat benar benar tak berdaya dan hanya bisa pasrah.
"Aku,,, tidak,, menyangka,, jika,, suamiku,, begitu,,, ganas!" nafasnya terengah engah saat pelepasan untuk kesekian kali. Dan pelakunya tersenyum kecil sambil mengatur nafasnya
"Terlalu legit, jadi mengigit!" ucapan itu diiringi kecupan kecil dibibir yang ntah sudah berapa kali ia gigit
"Kayaknya,, gak bisa jalan, aku kak!" ucap Liora merasa tubuhnya sangat lemas, benar benar lemas. Dilihatnya jam sudah menunjukkan pukul 12 siang. Dia mencoba menghitung, bahkan mereka belum istirahat setelah sampai, kini dirinya hanya bisa terkulai lemas
Kemudian Rizal bangkit dari tidurnya dan berjalan tanpa rasa malu lagi meski tanpa memakai apapun, sedang yang beberapa waktu lalu dibuat lemas kini menatapnya dengan wajah memerah. Membayangkan betapa perkasanya benda itu sampai membuatnya mabuk kepayang.
Belum juga sadar dari lamunan, Liora terkaget saat tiba tiba dirinya melayang ke udara. Ternyata Rizal sudah mengangkatnya dan membawanya ke kamar mandi
"Kakak!"
"Kita harus mandi, setelah itu makan untuk memberi tenaga kita agar segera pulih" jawab Rizal dengan terus menggendong Liora sampai ke kamar mandi
"Tapi aku ngantuk kak, capek bangett!" jawab Liora dengan suara manjanya
"Apa kamu mau tidur dengan badan lengket begini? baunya masih menguar kemana mana" ucap Rizal lalu menurunkan Liora dengan perlahan, Liora juga dapat mencium aroma khas penyatuan mereka masih sangat tercium baunya. Tidak mungkin juga dia akan tidur dengan kondisi begitu. Akhirnya mereka pun mandi wajib bersama.
Beneran mandi loh bukan yang lain hehe ..
__ADS_1
..........
Liora dan Rizal baru saja selesai mengisi perut mereka yang kosong dengan makanan makanan bergizi agar stamina mereka kembali lagi. Setelah pelayan membereskan meja makan mereka, Liora ingin sekali segera tidur. Dia sangat lelah, rasanya seluruh badannya remuk,
"Ugh! pegel pegel semua rasanya!" ucap Liora sambil mematahkan pinggangnya ke kanan dan kekiri
"Capek ya,, sini kakak pijiti" ucap Rizal dan Gadis itu mengangguk antusias.
Lalu Liora duduk di sofa panjang menghadap ke pantai, sedang Rizal duduk di belakangnya sambil memberikan pijitan terbaik untuk istrinya.
"Masih sakit?" tanya Rizal merasa sedikit khawatir dengan kondisi Liora yang mengadu sakit
"Masih nyeri sedikit, kayaknya robek parah!" jawab nya asal, padahal sudah tak separah awalnya mereka melakukan, dasar saja Liora ingin di perhatikan.
Lalu Rizal beralih, kemudian menggendong Liora dan membaringkan istrinya di tempat tidur
"Mau apa kak?" tanya Liora saat Rizal baru saja menyingkap dress pendeknya
"Mau periksa, Kakak kan dokter juga. Jadi kakak mau pastiin si legit luka sedalam apa" jawab Rizal diliputi dengan perasaan cemas
"Eh ada telfon deh kayaknya kak" ucap Liora lalu mengambil ponselnya
Ternyata benar, ada panggilan video dari Zara
"Siapa?" tanya Rizal
"Kak Zara, mungkin nanyain kita sudah sampai apa belum" ucap Liora lalu menggeser tombol hijau ke atas dan betapa terkejutnya Liora dan Rizal saat melihat ketiga ponakannya yang berteriak mengucapkan salam padanya,
"Assalamualaikum Aunty" teriak Rangga, Azzura dan Azzam bersaman
"Wa'alaikumsalam, ngagetin deh,," ucap Liora
"Om ijallllll" teriak Azzura saat melihat ada Rizal di samping auntynya
"Hai ulla, kalian lagi dimana? kok rame banget?" tanya Rizal saat mendengar banyak orang bercakap cakap
"Lagi di pemancingan Om, nih lagi bakar ikan. Papa sama Opa mancing dapet ikan gedeeee!" jawab Rangga
__ADS_1
"Wahhh seru dong! kapan kapan om ikut yah" ucap Rizal
"Buyeh dong!" sahut Azzura
"Omty sudah sampai kok gak ngabarin kita?!" tanya Rangga
"Maaf yah, tadi hape Aunty mati, jadi belum sempet kasih kabar" jawab Liora, padahal dia sengaja mematikan ponselnya agar tidak di ganggu.
"Oohh gitu,,,"
"Onty napa melah melah lehelnya?!" tanya Azzura
"Hah?!"
Liora dan Rizal terlihat sangat panik, kemudian Liora menarik selimut dan menutupi hampir seluruh badannya kecuali kepala.
"Muncin banak cemut melah dicana" ucap Azzam dengan wajah polosnya
"Apa iya?" tanya Rangga berfikir keras, apa mungkin di hotel banyak semut?
"Om puyang ja, ditana banak temut kan!" ucap Azzura dengan wajah terlihat sedih
Ingin tertawa tapi melihat wajah ketiga anak itu memelas membuat Liora tersenyum kikuk. Tidak mungkin kan dia menjelaskan jika tanda tanda merah di tubuhnya karena dihisap oleh Om nya. Sedang sang pelaku sudah bersembunyi di balik kamera.
"Habisssss lah aku!"
.
.
.
.
.
Hahahahahah jawab woi bukan kabur 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
__ADS_1