
Hari terus berganti hari, hubungan asmara Liora dan Rizal semakin dekat. Namun sejak kejadian mereka kegep Zara malam itu saat akan berciuman, Rizal tidak lagi mencari kesempatan untuk seperti itu. Dia berusaha untuk menahan keinginan hatinya meski disaat dia memiliki kesempatan berdua dengan Liora.
Hari ini tanpa terasa adalah hari terakhir Liora magang dirumah sakit papanya. Hari yang dijalani terasa begitu cepat dan mereka harus mempersiapkan diri, Karena setelah ini mereka akan terpisah dalam waktu yang cukup lama.
Siang itu Liora baru saja keluar dari ruangan dokter Rahayu setelah menyelesaikan tugasnya. Saat dia keluar, Rizal sudah duduk di tempat biasa dia menunggu. Keduanya langsung tersenyum saat saling menatap
"Sudah selesai?" tanya Rizal lalu berdiri dan menghampiri pujaan hatinya
"Udah..." Jawab Liora terdengar sedikit lesu
"Kenapa? kok lesu gitu? nilainya gak bagus?" tanya Rizal
"Bukan,," jawab Liora dengan menggeleng pelan
"Terus kenapa wajahnya di tekuk gitu?" tanya Rizal
"Besok,, aku sudah harus pergi, tapi rasanya berat" ucap Liora sudah akan menangis didepan Rizal.
Rizal menghela nafas berat, dia juga tidak ingin berpisah terlalu lama, tapi dia bisa apa? tidak mungkin dia menyuruh Liora untuk tetap tinggal sedangkan study nya juga sangat penting. Mau tidak mau, mereka harus berpisah sementara waktu
"Rasanya berat itu sudah pasti tapi cita citamu juga sangat penting. Aku tidak mau menjadi penghalang kamu meraih cita citamu. Ayo kita habiskan waktu hari ini bersama" ucap Rizal saat menatap Liora
"Hem,, ayo kak" jawab Liora
Lalu keduanya berjalan bersama menuju parkiran. Masih jam 2 siang, mereka memiliki waktu beberapa jam lagi untuk mengukir momen manis sebelum berpisah.
Setelah keduanya menaiki motor, Rizal melajukan motornya meninggalkan rumah sakit.
"Kita mau kemana kak?" tanya Liora
"Kencan?" jawab Rizal
Wajah Liora memerah saat Rizal mengajaknya kencan. Ntah di pikiran mereka sama atau tidak.
Setelah beberapa menit membelah jalanan ibu kota, Rizal memarkirkan motornya di sebuah mall besar. Lalu Rizal menggandeng tangan Liora dan mengajaknya masuk kedalam
"Kita mau ngapain?" tanya Liora
"Nonton yuk? kita belum pernah nonton berdua kan? beberapa kali nonton ada Rangga" ucap Rizal dengan tersenyum
"Boleh" Jawab Liora
Lalu keduanya berjalan menuju bioskop. Setelah memilih akan menonton film apa, Rizal memesan makanan dan minuman untuk mereka nanti. Tidak lama, keduanya masuk kedalam bioskop saat pintu teater sudah di buka. Keduanya duduk di kursi yang sesuai dengan nomer mereka.
__ADS_1
Mereka menonton film action, namun mereka tidak terlalu fokus menonton.
"Kak,," ucap Liora saat tangan kirinya di genggam lembut
"Aku hanya ingin memegangnya, tidak dengan yang lain" jawab Rizal
Liora tidak protes dan membiarkan Rizal menggenggam tangannya. Gadis itu tersenyum diam diam sambil menikmati makanannya.
Saat melihat adegan sedikit dewasa, Rizal dan Liora jadi panas dingin. Gadis itu memilih untuk makan saja sampai adegan itu selesai. Sementara Rizal terdengar sedikit berdehem karena tenggorokannya terasa sangat kering. Cepat cepat pemuda itu mengambil minum dan segera meminumnya.
"Kita keluar yuk" ajak Rizal
"Filmnya belum selesai" jawab Liora
"Kayaknya kita salah nonton film, takutnya tambah jadi kepengen" ucap Rizal
"Oke" jawab Liora
Kemudian keduanya langsung berdiri dan berjalan keluar dari ruangan gelap itu. Sampai di luar, wajah keduanya terlihat sama sama sangat memerah.
"Mau makan?" tanya Rizal mencoba mencairkan suasana yang mendadak kikuk
"Boleh tapi kita keliling kota dulu yuk" ajak Liora
Setelah menjalankan kewajiban, keduanya langsung keluar dari gedung mall itu. kemudian Rizal mengendarai motornya menuju sebuah kedai eskrim dan mengajak Liora kesana.
"Mau es krim kan?" tanya Rizal
"Mau bangett" jawab Liora
Lalu keduanya turun dan masuk ke kedai eskrim. Setelah duduk mereka memesan beberapa eskrim dan juga makanan.
"Kita belum pernah foto berdua ya kak,,," Liora mengeluarkan ponselnya lalu berselancar sebentar
"Pernah sekali waktu di studio foto itu" jawab Rizal
"Oh iya yah,, tapi kan formal banget itu" jawab Liora lalu mengarahkan camera ponselnya didepan mereka. Keduanya langsung tersenyum dan Liora langsung menangkap gambar mereka dengan ponselnya.
"Lagi lagi,," Liora mencari posisi lain dan mengambil beberapa foto mereka berdua.
"Kirim ke aku ya" ucap Rizal
"Oke," jawab Liora lalu mengirim foto foto mereka ke pada Rizal.
__ADS_1
Eskrim dan makanan mereka datang dan mereka langsung menikmati.
" Aku telfon mama dulu ya,,, mau kasih tau kalau hari ini pulang terlambat" ucap Liora dan di angguki Rizal.
Kemudian Liora menghubungi ibu marissa dan mengatakan jika dirinya akan pulang terlambat bersama Rizal. Setelah memberi kabar kepada kedua orang tuanya, Liora memasukkan ponselnya kedalam tas.
"Besok di antar siapa?" tanya Rizal
"Papa dan mama aja kayaknya" jawab Liora
"Kakak boleh ikut nganter gak?" tanya Rizal
"Boleh, besok pagi keberangkatan jam 7 pagi" ucap Liora
"Oke, besok kakak mau ikut anter" jawab Rizal dan di angguki Liora
"Mau coba pizzanya" ucap Rizal
"Boleh" Lalu Liora memberikan piring pizza itu kepada Rizal, namun Rizal memilih makan yang ada di tangan Liora. Bekas gigitan gadis cantiknya
"Kakak, ini kan bekas aku" ucap Liora dengan wajah memerah
"Gak papa, aku suka yang ini" jawab Rizal
Keduanya lalu tersenyum, dengan jantung yang terus berdebar
Cukup lama mereka berada di sana, lalu keduanya pergi dan mencari tempat lain. Saat sedang keliling mereka melihat taman kota yang ramai pengunjung. Liora mengajak Rizal kesana, dan pemuda itu menurutinya. Keduanya turun dan berjalan kaki melihat lihat banyak pedagang dan juga orang berolah raga. Dengan penuh keberanian, Rizal menggandeng tangan Liora di depan banyak orang.
"Mau keliling dulu?" tanya Rizal
"Boleh, mau lihat lihat dulu" jawab Liora
Lalu keduanya berjalan sambil bergandengan tangan.
.
.
.
.
.
__ADS_1