Aku Punya Papa

Aku Punya Papa
Perpisahan


__ADS_3

"Nanya apa Rangga?" tanya Rizal sudah terlihat waspada


"Jatuh cinta itu apa Om?" tanya Rangga


"Hah?!"


Rizal langsung menganga mendengar pertanyaan Rangga


"Ke,,napa Rangga tanya seperti itu?! rangga kan masih anak anak?" ucap Rizal sedikit tergagap, sumpah demi apa, pemuda itu terheran heran dengan bocah tampan itu. Ada saja pertanyaan nya yang bikin mati kutu.


"Cemalem mama bilang itu, dan langga pengen tau" jawab Rangga dengan polosnya. Detik kemudian bocah itu menarik sudut bibirnya keatas sedikit saat melihat Om nya seperti nya sedang bingung. Bocah itu senang sekali menjahili Rizal,,


"Em,,, jatuh cinta itu,,, rasa yang membuat kita ingin terus bersama seseorang yang kita suka..." jawab Rizal


"Cepelti Om dan Aunty?"cetus Rangga


"Y,,a bisa begitu" jawab Rizal


"Ehem,,,"


Rizal tergagap saat saat mendengar deheman yang ternyata suara dari pak Dermawan. Sungguh dia jadi malu sendiri karena ucapannya.


"Se..lamat pagi pak" ucap Rizal menyapa pak Dermawan


"Pagi, mau ikut anter Liora??"tanya pak Dermawan


"Iya pak, boleh kan pak?" tanya Rizal


"Boleh, kamu bisa nyetir mobil kan?" tanya Pak Dermawan


"Bisa pak" Jawab Rizal


"Kalau gitu berangkat bareng kami, dan kamu yang menyetir" ucap pak Dermawan dan Rizal mengangguk


Kemudian Liora keluar dengan keluarga lainnya. Rizal menyapa Ibu Marissa, Angga dan juga Zara. Setelah itu Rizal membantu Liora memasukkan kopernya kedalam mobil. Lalu keluarga pak dermawan masuk kedalam mobil kecuali Angga , Zara dan Rangga. Liora pun berpamitan kepada kakak, dan kakak iparnya dan setelah itu masuk kedalam mobil. Kemudian Rizal menjalankan mobil pak Dermawan menuju ke bandara.


Didalam mobil, meski sedikit canggung tapi Rizal mencoba terus berusaha tenang dan menjawab apapun yang di tanyakan pak Dermawan padanya. Apapun itu dia jawab dengan jujur tanpa mengada ada termasuk perasaan nya yang sebenarnya berat untuk berpisah dengan Liora. Ibu Marissa dan pak Dermawan sampai terkekeh karena merasa dejavu.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, mobil pak Dermawan sampai di bandara, setelah memarkirkan mobil, mereka berjalan bersama mengantarkan Liora sampai di depan pintu masuk bandara.


"Kamu hati hati ya disana. Cepat kabari mama kalau sudah sampai di Jerman" ucap Ibu Marissa


"Iya ma,, " Jawab Liora lalu memeluk mamanya dan mencium pipi kanan, kiri dan keningnya.


"Pasti Aku akan sangat merindukan mama dan masakan mama" ucapnya dengan nada manja seperti biasa.


"Ingat ya, kamu gak boleh pulang sebelum, nanti papa dan mama yang akan menyusul ke Jerman saat kamu libur" Sambung pak Dermawan


"Iya pa,, padahal Liora ingin juga lihat anak kembar kak Zara nanti" ucap Liora beralih memeluk papanya


"Nanti kalau sudah bisa di ajak jalan jalan, mereka yang akan pergi ke Jerman. Pokoknya kamu harus fokus sampai study mu selesai baru pulang" ucap pak Dermawan


"Siap boss!" jawab Liora.


Liora melirik Rizal sedikit, Pemuda itu tampak masih setia memegangi koper sambil menatap dirinya.


"Um,, pa,, ma,, boleh gak,, Liora,, peluk kak Rizal Juga?? sekaliii aja,, sebelum Liora pergi?" tanya Liora


Pak Dermawan dan Ibu Marissa tampak saling menatap, seperti sedang bicara .


Liora tersenyum lalu berjalan pelan mendekati Rizal. Sumpah demi apa, jantung keduanya sudah berdebar tak karuan sekarang.


Rizal menggeser sedikit koper Liora ke samping, Keduanya tersenyum kaku. Lalu Liora mendekat dan Rizal merentangkan tangannya sedikit.


Keduanya sudah saling memeluk dan pelukan itu begitu erat.


"Hati hati yah,, jangan berfikir macem macem, fokus pada kuliahmu. Aku disini akan selalu menunggumu" bisik Rizal sambil membelai lembut kepala Liora


"He'em" sahutnya, gadis itu sepertinya sedang menangis di dalam dekapan kekasihnya


Untuk sesaat keduanya saling menghirup energi cinta untuk stock selama mereka berjauhan, dan mungkin itu tidak akan cukup karena rindu akan semakin menumpuk. Apapun rintangannya nanti, mereka sudah memilih jalan ini, dan mereka harus siap menghadapi perpisahan ini.


"Ingat yah! jaga mata! jaga hati! jangan tebar pesona sama cewek lain selama aku gak ada!" cetus gadis itu memberi peringatan pada kekasihnya


Rizal mengusap air mata Liora sambil mengangguk

__ADS_1


"Kamu juga inget, ada aku disini yang akan selalu nungguin kamu, yang sayang sama kamu, jangan lirik lirik cowok lain yang tentu banyak yang lebih sempurna di bandingkan aku" ucap Rizal dan Liora mengangguk


"Aku mau dengar, apa kakak cinta sama aku?!" ucap gadis itu dengan terus menatap kekasihnya


"Iya,," jawab Rizal


"Iya apa?!" tanya Liora


"Aku cinta padamu, Liora,," ucap Rizal dan Liora tersenyum bahagia mendengarnya


"Aku juga cinta kakak" ucap gadis itu dan Rizal terlihat tersenyum bahagia.


Lalu keduanya melepaskan pelukan mereka,


"Aku pergi yah,," ucap Liora lalu meraih kopernya


"Iya,," jawab Rizal


"Pa,, ma,, Liora pamit,," ucap Liora dengan menghapus air matanya


"Iya sayang, hati hati nak, kejar cita citamu" ucap Ibu Marissa menahan tangis, tapi sudah menangis


Liora menarik kopernya pelan meninggalkan Kedua orang tua dan kekasihnya. Sungguh rasanya sangat berat, berpisah dengan orang orang yang dia sayang. Langkah Liora terhenti, lalu gadis itu berbalik dan berlari


Cup!


Rizal begitu kaget saat pipinya di kecup, dan pelakunya langsung kabur menyambar kopernya masuk kedalam bandara. Seketika Rizal membeku sambil memegangi pipinya.


"Zal, kamu masih bisa bernafas kan?!" tanya pak Dermawan


.


.


.


.

__ADS_1


Wkwkwkwkwk calon mantumu mendadak jadi patung pak! 🤣 gak sekalian pingsan Om Rizal?! 😌


__ADS_2