Aku Punya Papa

Aku Punya Papa
Syarat Pernikahan


__ADS_3

Hah?!


Angga dan pak Bagas yang awalnya saling menatap, kini beralih pandang ke arah pintu masuk. Keduanya melihat Ibunya Zara berdiri di depan pintu dengan wajah kaget dan mulut menganga.


"Ibu nguping?!" Tanya pak Bagas


"Ah,, enggak,, tadi ibu mau kunci pintu,, gak sengaja dengar!" Ucap Ibu dengan senyum tak enak karena ketahuan menguping. Dia sangat terkejut hingga tanpa sadar keluar dari tempat persembunyiannya


Angga sedikit clingak clinguk memastikan Zara tidak bangun


"Apa ibu sendirian?" tanya Angga


"Iya,," jawab Ibu berjalan mendekat pada kedua pria itu.


"Alhamdulillah kalau begitu" gumam Angga


Zara memang sudah tidur sejak dia dan Angga menidurkan Rangga, ibu muda itu juga langsung tertidur. Jadi dia tidak akan mungkin tau pertemuan kedua orang tuanya bersama Angga malam ini jika tidak ada yang memberi tahu.


Pak Bagas memeriksa semua sertifikat yang ada di tangannya dan semuanya adalah sertifikat miliknya dulu yang di berikan pada pak Danang.


"Apa,, kamu serius memberikan ini semua?" tanya pak Bagas seolah tidak percaya


"Iya pak, saya serius" jawab Angga


"Apa ini tidak kebanyakan?" sambung ibu merasa tidak enak jika tiba tiba mendapatkan sawah dan ladang ber hektar hektar


"Tidak bu, bagi saya semua itu tidak berharga jika di bandingkan dengan kebahagiaan Zara dan Rangga" jawab Angga


"Wah,,, calon mantuku benar benar orang kaya! Sudah tampan, juga dia sangat baik dibandingkan Bryan!" batin ibu Zara


"Bagaimana kamu bisa mendapatkan ini semua?" tanya Pak Bagas penasaran


"Pak Danang menjualnya dan saya yang membelinya" jawab Angga singkat saja tanpa mau menjelaskan lebih panjang


Pak Bagas dan Ibunya Zara diam tanpa menaruh curiga sedikitpun pada Angga


"Jadi bagaimana pak? apa lamaran saya di terima?" tanya Angga


"Ayo pak terima, mantu idaman ibu iniiiiii,,!" ucap Ibu Zara memprovokasi


"Iya, saya terima lamaran kamu" jawab pak Bagas


"Alhamdulillah,," Ucap Angga dan ibu Zara bersamaan


"Terima kasih atas semuanya" ucap pak Bagas saat menatap Angga. Dia tidak menyangka akan memiliki sawah dan ladang nya lagi, bahkan tanpa dia sangka semua yang dia berikan pada bapaknya Bryan saat itu kembali dengan utuh. Pak Bagas tidak bisa berkata apa apa lagi selain berterima kasih pada calon mantunya.


"Seperti mendapat Rejeki nomplok dapet mantu paket lengkap begini" batin pak Bagas.


"Setelah ini, kita tidak akan dihinakan orang lain lagi pak,,," tiba tiba ibu memeluk pak Bagas yang sedang mengusap sertifikat sawahnya


"Iya bu,," jawab pak Bagas lirih


Angga melihat haru pada kedua orang tua Zara. Langkah yang dilakukan saat itu sudah benar, meski dia harus mengeluarkan uang cukup banyak untuk menebus sertifikat itu , tapi restu sudah di tangan, tinggal melanjutkan ke tahap berikutnya

__ADS_1


"Pak, Bu,," Ucap Angga membuat Orang tua Zara yang sedang merasakan keharuan itu menatap Angga


"Iya" jawab Ibu sambil mengusap sudut matanya karena menangis bahagia


"Saya minta ibu dan bapak merahasiakan semua ini dari Zara, termasuk rencana akad nikah besok pagi. Saya ingin memberikan kejutan untuknya" ucap Angga


"Tapi bagaimana caranya? apa dia tidak perlu berdandan agar dia tidak curiga?" tanya ibu


"Perlu bu, karena besok adalah moment bahagia kami, saya ingin mengabadikannya. Bukan kah besok acara akad nikah anak pak Arto?" tanya Angga


"Iya,," jawab Ibu


"Jam berapa bu?" tanya Angga


"Akad nikahnya jam 8" jawab ibu


"Bagaimana setelah akad nikah disana, penghulunya di pindah kesini? ibu bilang saja pada Zara untuk diajak ke kondangan, maka dari itu dia harus berdandan dan berpakaian selayaknya pengantin wanita. Nanti ke bayaknya ada di kamar tamu. " ucap Angga


"Ohh begitu,,," Ibu nampak berfikir, ternyata calon mantunya itu sudah menyiapkan segala galanya.


"Tapi syarat syarat untuk pernikahan?" tanya pak Bagas


"Bapak tenang saja, semua sudah saya siapkan. Tinggal bawa saja penghulu ke rumah ini" jawab Angga


"Bapak ini meremehkan calon mantu kita! ibu yakin semua sudah dia persiapkan!" cetus ibu memarahi pak Bagas


"Baiklah, kami akan urus soal penghulunya besok" jawab pak Bagas


Setelah memastikan semuanya sudah siap, kemudian Angga segera tidur dan tak sabar menunggu hari esok, hari bahagianya bersama Zara dan Rangga.


__


Pagi sudah menyapa,,


Karena Weekend, Satria pun tidak bekerja di kantor lurah. Pagi pagi sekali Satria mengajak Rangga dan Angga untuk bermain bola di depan halaman rumah. Rangga terlihat begitu senang karena hal itu baru pertama kali dia lakukan, selama ini dia hanya bermain bersama Fatih dan Abyan saja.


Sementara itu, Bapak sudah pergi pagi pagi sekali ke ladang untuk memetik sayur dan buah pisang. Sedangkan Zara dan Ibu berada di dapur menyiapkan sarapan untuk keluarga.


"Bu, bapak kemana?" tanya Zara


"Ke kebun, kata bapak mau metik sayuran" jawab ibu dengan bersikap biasa saja


"Oohh,, " Sahut Zara yang langsung diam


"Ra, nanti kamu datang ke nikahannya Rini ya, ajak Rangga juga." ucap Ibu


"Tapi bu,,, Zara malu, pasti banyak orang yang melihat Zara" jawab Zara


"Sudahlah, Masalah itu kan sudah lama berlalu, mau sampai kapan kamu bersembunyi? toh semua orang juga sudah tau kalau kamu pulang bersama anak dan calon suamimu" ucap Ibu kelepasan


"Pasti berita seperti itu sudah cepat sekali menyebar!" sahut Zara


"Ya begitulah tinggal di desa, lambenya pada turah turah ngalahin akun gosip!" sambung ibu

__ADS_1


"Eh tapi ya, Angga itu emang ganteng banget. Kayak bapakmu dulu hihihhi, masa mudanya juga ganteng!" kekeh ibu


Zara tersenyum melihat Ibu tersenyum sendiri, mungkin sedang mengingat masa muda dulu


"Kalau gak ganteng, pasti ibu gak mau, iya kan?!" goda Zara


"Ck! kamu ini,,, Tapi bener juga. Memperbaiki keturunan! lihat anak anak ibu, cantik dan ganteng kan mirip bapak!" jawab Ibu


"Ibu juga cantik"


Zara dan Ibu menoleh ke pintu dapur dan melihat pak Bagas yang sedang menenteng tas besar berisi buah pisang dan sayur sayuran


"Bapak?!"


Ibu dan Zara terlihat terkejut karena pak Bagas sudah pulang dari ladang. Tiba tiba Wajah Zara berubah tegang, dia sangat takut jika bapaknya akan marah seperti kemarin


Kemudian bapak masuk dan meletakkan tas besar yang dia bawa. Lalu bapak mencuci tangan di wastafel dan menghampiri Zara yang berdiri mematung menatapnya.


"Bapak minta maaf " Ucap pak Bagas menyentuh tangan Zara yang terasa begitu dingin


Bibir Zara bergetar, dia sedang menahan luapan perasaan yang tiba tiba saja menyeruak


"Zara yang harusnya minta maaf pak" Zara langsung menabrak pria paruh baya itu dan memeluknya begitu erat.


"Maafkan Zara pak,,," Zara tak henti hentinya terus menangis meminta maaf


"Bapak juga minta maaf nak, bapak yang salah. Harusnya bapak tidak memaksamu... saat itu bapak terbawa emosi sampai bapak tega mengusir mu dari rumah. Maafkan bapak mu yang bodoh ini,,," pak Bagas menangis saat mengatakan semua yang ada didalam hatinya.


Ibu ikut menangis, dia tak kuasa melihat keduanya menangis. Hal yang paling ibu harapkan selama ini sudah terkabul, Bapak dan Zara bisa kembali akur.


Cukup lama mereka saling berpelukan, kemudian pak Bagas melerai pelukan mereka. Dia menatap Zara dan menghapus sisa sisa air matanya


"Mulai sekarang kamu hanya boleh menangis bahagia. Kali ini Bapak yakin Angga mampu membuatmu bahagia" ucap pak Bagas menatap putrinya


"Bapak,,, merestui kami?" tanya Zara


"Iya, bapak merestui kalian, segeralah menikah agar Cucu bapak bertambah lagi" ucap pria paruh baya itu


"Bapakkkkkk!" Zara memukul lengan pak Bagas dan membuat pak Bagas terkekeh


"Tapi benar kan?" cetusnya


Zara terlihat malu malu saat digoda bapaknya.


.


.


.


.


Tenang aja pakkk, setelah halal pasti mereka berdua langsung tancap gassssssssss 🤣

__ADS_1


__ADS_2