Aku Punya Papa

Aku Punya Papa
Wisuda (1)


__ADS_3

Hari berikutnya,,


Pagi pagi sekali Liora sudah bersiap siap untuk ikut ke acara wisuda Rizal. Dia tidak ingin melewatkan momen penting ini, momen bersejarah untuk orang yang sudah memenuhi relung hatinya. Gadis cantik itu pun berdandan secantik mungkin agar Rizal tidak malu membawa dirinya.


Liora mengenakan gaun berwarna mocha muda dengan make up natural saja, namun tidak mengurangi kecantikan gadis itu, justru membuatnya terlihat semakin cantik. Untung saja sebelum berdandan tadi Liora sudah sarapan, jadi dia tidak akan terlambat saat Rizal datang menjemputnya.



Tin!


Terdengar klakson mobil yang terdengar sampai ke kamar Liora. Lalu gadis cantik itu segera mengambil tasnya dan turun ke bawah.


"Ma,, pa,, Liora pergi yah" ucap Liora berpamitan pada papa mamanya yang sedang berada di meja makan bersama keluarga lainnya


"Mau kemana kamu?!" tanya Angga


"Ke Wisuda kak Rizal" jawab Liora lalu menyalami kakaknya yang terlihat sedang meneliti penampilannya


"Cantik" ucap Zara memuji adik iparnya yang sedang ditatap tajam kakaknya


"Makasih kak,, Aku pamit ya" ucap Liora pada zara dan seolah melupakan tatapan tajam Angga.


"Aunty tantik" puji Rangga


"Makasiiihhhh, Aunty memang cantik" jawab Liora mengacak acak rambut Rangga


"Naik apa?" tanya pak Dermawan


"Mobil pa, katanya kak Rizal sewa mobil kemarin. Aku berangkat duluan yah,, daaa assalamualaikum" jawab Liora buru buru pergi


"Wa'alaikumsalam" jawab semua orang


Rizal sudah keluar dari mobil dengan memakai kemeja berwarna putih dan celana hitam. Tampilannya terlihat rapi dan gagah, namun dia belum memakai toganya. Pemuda itu terpesona saat pujaan hatinya datang dengan senyum yang mengembang.


"Kok bengong?" tanya Liora


"Ini Liora apa bidadari sih?" ucap Rizal


"Liora lah kak! " ucap Liora


"Cantik, ayo ke KUA aja" kekeh Rizal dan mendapat pukulan sayang di lengannya


plak!


"Apaan sih! ayo berangkat, nanti telat!" ucap Liora


"Aku pamit dulu sama papa dan mamamu, masak bawa anak gadis orang gak pamit" ucap Rizal


"Oh iya yah,, papa dan mama di dalam" jawab Liora


Lalu Keduanya berjalan lagi masuk kedalam rumah untuk menemui pak Dermawan dan Ibu Marissa


"Selamat pagi pak Dermawan, Ibu Marissa, Dokter Angga, Dokter Zara, Rangga..." ucap Rizal saat sudah sampai di ruang makan


" Pagi,," sahut pak Dermawan dan Ibu Marissa


"Saya mohon izin untuk mengajak Liora ke acara wisuda saya pak, bu, mungkin nanti sore kami baru pulang" ucap Rizal dengan jantung sudah berdendang

__ADS_1


"Udah siap siap baru minta izin!" cetus Angga


"Aww!" Angga terkaget dan meringis saat pahaanya mendapat cubitan dari istrinya


"Iya ajak saja. Tapi jangan kesorean ya pulangnya" jawab Pak Dermawan


"Baik pak, terima kasih. Saya akan menjaganya selama dia bersama saya. Kalau begitu kami pamit pergi. Assalamualaikum" ucap Rizal


"Wa'alaikumsalam " jawab Semua orang


"Om, Om gak ajak Langga juga?" tanya Rangga


"Hah,,Um,," Rizal sedikit kaget dan sedang berfikir untuk menjawab


"Rangga kan harus sekolah nak, lagian itu kan hanya untuk keluarga Om Rizal" jawab Zara


"Tapi Aunty ikut, Aunty kan kelualga kita" jawab Rangga


" ya ampunnnn,,, undangannya cuma untuk 3 orang. Udah Rangga sekolah aja" ucap Zara


"Iya maaa" jawab Rangga


Kemudian Rizal dan Liora langsung pergi setelah Rangga diamankan mamanya. Sebelum ke gedung Wisuda, mereka mampir ke rumah Rizal untuk menjemput papa dan mamanya dan sepanjang perjalanan menuju ke rumahnya, Rizal terus menggenggam tangan Liora.


"Fokus nyetir kak!" ucap Liora merasa tersipu sendiri karena Rizal memperlakukannya begitu manis


"Ini fokus nyetir kok, cuma,, mumpung ada kesempatan berdua jadi bisa berduaan. Nanti kalau sampai rumah sudah ada papa dan mama di mobil" jawab Rizal


"Udah mulai berani yahhh!" cetus Liora


"Cuma pegang tangan aja, bukan pegang yang lain,," jawab Rizal dengan tersenyum


"Genitnya cuma sama kamu aja, yang lain enggak" jawab Rizal.


Beberapa menit kemudian, mereka sudah sampai di depan rumah keluarga Rizal. Rumah yang sangat Asri karena banyak pohon besar (pohon mangga) di samping rumah itu,


"Ini gubuk keluargaku" ucap Rizal pada Liora


Lalu mereka turun dari mobil dan Liora melihat sekitar


"Sejuk ya kak disini,,, banyak pohon buah buahan" ucap Liora


"Iya sejuk karena AC alami, ayo masuk" Ucap Rizal mengajak Liora masuk tanpa berani menggandeng tangan gadis cantik itu seperti didalam mobil tadi. Takut dijewer kedua orang tuanya jika mereka sampai tau. Kemudian keduanya masuk kedalam rumah


"Assalamualaikum Ma, pa, Liora sudah sampai" ucap Rizal, lalu Pak Bayu dan Ibu Mira keluar dari dalam dengan sudah berpakaian rapi.


"Kakak ambil toga dulu ya" ucap Rizal lalu kedalam untuk memakai toganya.


"Inilah gubuk kami nak Liora" ucap pak Bayu


"Bukan gubuk pak, ini rumah" jawab Liora


"Disini sejuk pak, Asri banyak pohon. Itu Mangganya lagi berbuah lebat" ucap Liora


"Iya mungkin sebulan lagi sudah di panen. Kamu masih disini kan? belum ke jerman?" tanya Ibu Mira


"Belum tau bu kapan pastinya balik ke Jerman. Mungkin gak sampai sebulan lagi sudah balik karena mau persiapan ujian semester" jawab Liora

__ADS_1


Rizal sudah keluar dengan memakai toganya, terlihat sudah sangat siap. Lalu mereka segera berangkat agar tidak terlambat ke acara wisuda itu.


Rizal yang menyetir mobil rentalan itu, Liora duduk di depan dan kedua orang tuanya duduk di belakang. Tidak membutuhkan waktu yang lama merea sudah sampai karena lokasinya tidak terlalu jauh dari rumah keluarga Rizal. Setelah memarkirkan mobil, mereka berjalan bersama menuju pintu masuk. Gedung itu sudah terlihat sangat ramai.


"Kita duduk di sana pa" Ucap Rizal menunjuk ke depan yang terdapat kursi khusus wisudawan dengan predikat terbaik.


Rizal di sapa oleh teman temannya, mereka saling mengucapkan selamat, dan malah menjadi salah fokus saat Rizal datang tidak hanya dengan kedua orang tuanya, tapi juga membawa seorang gadis cantik


"Siapa Zal? gak pernah kelihatan deket sama cewek, pas wisuda bawa gandengan!" tanya seorang temannya


"Calon bini" jawabnya


"Mantep! cantik!" ucapnya sedikit melirik Liora


"Jaga mata! jangan lirik lirik!" ucap Rizal penuh peringatan.


"Iya iya! protek amat!" sahutnya


Lalu Rizal duduk bersama Liora dan kedua orang tuanya. Tak lama kemudian acara wisuda pun di mulai.


"Mahasiswa predikat terbaik Fakultas kedokteran , Rizal Bayu Samudra dengan IPK 3,99"


MC Memanggil satu persatu mahasiswa dengan predikat terbaik dari masing masing fakultas untuk maju keduanya bersama orang tuanya.


"Kakak maju ya" ucap Rizal pada Liora dan gadis cantik itu mengangguk dengan tersenyum. Meski dia tidak ikut maju tapi dia merasa sangat bangga dengan prestasi yang di peroleh oleh kekasihnya. Kemudian Rizal maju bersama pak Bayu dan Ibu Mira untuk menerima hadiah dari pihak kampus.


Ketika acara sudah hampir selesai, Liora pamit ke belakang, sepertinya dia harus menyiapkan hadiah.


"Tapi cepetan balik yah, nanti kamu hilang, aku di marahi papamu" ucap Rizal


"Iya iya,," jawab Liora


Lalu Liora keluar lebih dulu dan meninggalkan gedung acara.


Tidak perlu bingung mencari hadiah, di luar gedung sudah banyak penjual yang menjual hadiah yang bisa diberikan untuk para mahasiswa wisuda. Liora mencari cari, hadiah apa yang akan dia pilih. Lalu dia menemukan penjual bunga dan membeli 1 buket bunga.



Rizal sudah keluar dari gedung karena acara wisuda sudah selesai, namun kedua orang tuanya sedang ikut penjamuan makan siang bersama dosen dosen di tempat yang sudah di persiapkan. Rizal mencari cari keberadaan gadisnya, karena sejak tadi Liora belum juga kembali. Telfonnya pun tidak di angkat, membuat Rizal merasa sangat khawatir.


"Kamu kemana sih Lioraaa?" Rizal terlihat sangat khawatir. Sorot matanya menyapu ke segala arah yang bisa di jangkau, sapuannya terhenti saat menangkap sosok gadis yang sejak tadi dia cari sedang berjalan kearahnya dengan membawa buket bunga mawar merah dan tengah tersenyum kepadanya.


Ada perasaan lega karena gadisnya tidak hilang di bawa lari orang


"Happy Graduation kak" ucap Liora sambil memberikan buket bunga mawar yang dia bawa untuk Rizal sebagai hadiah.


Bukannya mengambil bunga, Rizal menarik Liora dan langsung memeluknya.


Eh!


.


.


.


.

__ADS_1


Kesampean ya Zal 😌✌️


__ADS_2