
Bacanya di hayati, biar kerasa lama pas baca 🤣 kalian bilang up nya sedikit, emang nulis sebanyak ini gak bikin jari keriting?! 😌 Ikuti aja alurnya yaowww,
___________________________________
Setelah cukup lama berbincang, Ibu Marissa mengajak keluarga besannya untuk makan bersama. Meski makan siang sudah lewat, anggap saja makan sore dan berbagai hidangan lezat sudah terhidang di atas meja. Tak terkecuali Rizal juga di ajak keluarga itu untuk makan bersama. Meski canggung, Rizal tidak bisa menghindar karena Rangga sudah menarik Om barunya itu untuk ikut makan bersama mereka.
"Jangan malu malu Rizal, malu tidak akan membuatmu kenyang" ucap Pak Dermawan pada Rizal. Pemuda itu terlihat paling tegang sendiri diantara orang orang yang ada di sana
"Hehe iya pak,, ini sudah makan banyak" ucap Rizal
"Ini buat Om, cobalah Om, ini bakco bakal buatan mama,,, enaaakkk" Ucap Rangga memberikan bakso bakar yang ada di tangannya untuk Rizal
"Iya, nanti Om coba,," jawab Rizal
Namun bukan Rangga kalau tidak jahil, bocah itu langsung menaruh bakso bakar yang ada di tangannya didalam piring Rizal, bukan hanya 1 tusuk yang berisi 4 pentol bakso tapi 3 tusuk sekaligus. Setelah itu Rangga pergi dengan santainya
"Ya Ampun Rangga, Seneng banget jahilin Om ya" ucap Liora dengan terkekeh
"Om cih malu malu" jawabnya dan Rizal hanya bisa menganga saja
"Habiskan ya,,, sayang kalau gak di habiskan" cetus Liora
"Tapi ini kebanyakan,, ini aku bagi untuk mu" Rizal memberikan 2 tusuk bakso bakar di piring liora
"Iihhh banyakan kak! nanti aku gendut!" cetus Liora mengembalikan 2 tusuk bakso bakar itu ke dalam piring Rizal
__ADS_1
"Gak akan gendut, kan makannya sedikit, lagian kamu akan tetep cantik kok " ucap Rizal lagi, Wajah Liora tiba tiba merona saat Rizal mengatakan dirinya cantik
Interaksi kedua anak muda itu tak luput dari perhatian pak Dermawan dan Ibu Marissa.
"Lihat mereka, makin hari makin dekat" bisik Ibu Marissa
"Iya, tapi Liora masih terlalu muda untuk menikah. Biar dia selesai dulu kuliah nya" jawab pak Dermawan
"Iya, mama juga setuju. Kalau mereka memang jodoh, pasti bisa bersatu" ucap Ibu Marissa
"Pa, ma,, Angga berencana akan mengadakan pesta pernikahan " Ucap Angga
"Pesta?" tanya Zara
"---------" Zara masih diam dan berfikir
"Iya, kita belum mengadakan pesta pernikahan kan? jadi katakan, kamu mau kita adakan pesta pernikahan atau syukuran saja?" tanya Angga dengan menyentuh tangan istrinya dan menatapnya dengan penuh cinta
"Mungkin lebih baik kita buat syukuran saja kak dirumah sakit dan kita bisa berbagi kebahagiaan dengan banyak orang" ucap Zara
"Kenapa tidak pesta saja Ra? kami belum pernah mengadakan pesta pernikahan selama ini,,," ucap Ibu Marissa
"Rasanya tidak perlu ma. Lagian Rangga juga sudah besar. Zara pikir lebih baik kita adakan syukuran saja, dengan mengundang anak -anak panti bisa menumbuhkan rasa peduli dengan sesama bagi Rangga" jawab Zara
"Beneran kamu gak mau pesta pernikahan?" tanya Angga
__ADS_1
"Semua yang kamu berikan, sudah lebih dari cukup pap. Aku tidak ingin pesta meriah, yang terpenting Rangga sudah bahagia bisa memiliki papa seperti kamu" jawab Zara menatap suaminya dengan tersenyum.
"Ya sudah kalau memang begitu maumu, kita akan adakan syukuran saja nanti dirumah sakit. Kita undang anak anak panti juga" ucap Angga
"Iya,, Zara setuju" jawab Zara
"Kalau mama mau buat pesta yang meriah, nanti saat Liora menikah saja ma" Ucap Zara sambil melirik ke arah adik iparnya
"Apaa sih kak?! Liora masih kuliah, belum kepikiran mau nikah Sekarang!" cetus Liora yang merasa tersindir
"Yah, siapa bilang sekarang?! kan kak Zara bilang 'nanti', gak tau kapan itu waktunya. Memangnya sudah ada calon?!" kekeh Zara sambil menatap Liora dan Rizal bergantian
"Om Lijal ada!" sahut Rangga dan membuat semua orang menatap bocah tampan itu yang sedang begitu santai sambil makan bakso bakarnya
.
.
.
.
Langga, bagi dong bakso bakarnya!🤤
__ADS_1