Aku Punya Papa

Aku Punya Papa
Matanya jelalatan sekali!


__ADS_3

Zara sedang berjalan jalan di depan rumah bersama Rangga. Kehamilannya yang sudah memasuki bulan ke 9 tinggal menunggu waktu lahiran. Hal itu membuat perutnya terlihat besar dan terasa berat karena kehamilan kembarnya.


"Rangga, tolong ambilkan mama minum nak, mama tunggu disini ya" ucap Zara kepada Rangga


"Iya ma,, " jawab Rangga lalu berlari ke dalam untuk mengambilkan mamanya air minum.


Tak lama Rangga keluar bersamaan dengan sebuah mobil berhenti di depan rumah besar itu. Zara mengamati siapa tamu yang datang.


"Siapa ma?" tanya Rangga


"Mama gak tau" jawab Zara


Pak Utomo turun dari mobil mewah itu dengan begitu arogan. Kemudian dia menaiki anak tangga sambil melihat Rangga dan Zara yang ada di teras rumah


"Kamu pasti mantu mas Dermawan kan?! dan kamu pasti cucunya" ucap pak utomo


"Iya bapak benar, maaf bapak siapa ya?!" tanya Zara


"Saya utomo, Saya ingin bertemu dengan mas Dermawan. Tolong panggilkan" ucap nya dengan ketus


"Rangga, panggilkan Opa di dalam nak" ucap Zara


"Iya ma" jawab Rangga kemudian berlari dan mencari opanya.


Pak Utomo tampak memperhatikan Zara, sementara ibu hamil itu merasa tidak senang karena terus di perhatikan.


"Matanya jelalatan sekali! rasanya ingin ku congkel matanya itu!" ucap Zara tentu hanya didalam hati saja


Pak Dermawan keluar bersama dengan Rangga dan dia melihat Utomo berdiri di depan pintu


"Ada apa mencari ku?!" ucap Pak Dermawan tanpa ingin basa basi.


" Hallo mas, apa kabar?" ucap pak Utomo dengan tersenyum kecil


"Baik,, ada perlu apa?!" tanya Pak Dermawan


"Oh jadi begini caramu menyambut tamu? tidak di persilahkan masuk?!" cetus pak Utomo


"Kalau tamunya orang lain pasti akan ku suruh masuk, tapi karena kau yang datang, jadi untuk apa masuk kedalam rumah ku?!" ucap Pak Dermawan dengan ketus


"Haha,, masih saja kamu merasa kesal padaku mas,, padahal kita sudah tidak muda lagi" ucap pak Utomo


"Justru karena kita sudah tua, harusnya mata mu itu buka! kembalikan hak ku yang sudah kau ambil!" cetus pak Dermawan


"Haha,, hak apa?! papa mu sudah memberikan itu padaku, kau mau apa?!" jawabnya dengan tertawa


"Papa tidak memberikan padamu, tapi kau merampasnya!" pak Dermawan terlihat emosi saat berhadapan dengan Pak Utomo


"Oh iya, itu mantumu?! dan itu cucu mu?! kapan Angga menikah? kenapa kalian tidak mengundangku?!" tanya pak Utomo

__ADS_1


"Tidak ada untungnya kami mengundang orang yang serakah seperti mu. Sekarang lebih baik kamu pergi!" ucap pak Dermawan


"Kamu mengusirku mas?! tidak perlu di usir, aku akan pergi jika aku mau pergi" jawabnya


Rangga masuk ke dalam rumah, namun tak lama dia kembali lagi namun sembunyi sembunyi


"Kapan Angga menikah, kok sudah,,,,,,,"


Byuuuurrrrrr


Rangga menyiramkan air dari ember kecil ke arah pak Utomo. Sontak pak Utomo kaget saat mendapati siraman air dingin di wajahnya. Umpatan kasar pun keluar dari mulutnya.


"Hey kakek Cihil! pelgi cana! jangan ganggu Opa!" teriak Rangga dengan melotot ke arah pak Utomo


"Begini caramu mendidik cucu hah?! anak kecil tidak punya sopan santun!" teriak pak Utomo sambil mengusap wajahnya yang basah


"Hahaha bahkan anak kecil tau mana orang baik dan mana orang jahat!" sahut pak Dermawan


Rangga berlari ke bawah dengan cepat, lalu mengambil selang air yang di gunakan untuk menyiram tanaman. Setelah itu Rangga memutar kran air dan menarik selang itu ke depan


"Kakek Cihil oelgi gak?! kalau gak pelgi juga, aku akan tembak pake ini!" ucap Rangga


Pak Utomo melihat slang air yang di bawa Rangga sudah mengeluarkan air, urusannya belum selesai, tapi jika dia tetap di tempat itu maka dia akan lebih basah lagi. Mau tidak mau pak Utomo pun memilih pergi


"Sialan!" umpatnya lalu pak tua itu akanmasuk kedalam mobil


Bruuuussssss


Air itu sempat mengenai pak Utomo sebelum dia benar benar masuk. Dengan cepat tanpa permisi, mobil pak Utomo langsung minggat dari rumah itu.


"Rangga benar benar jahil!" kekeh pak Dermawan


"Rangga,,, sudah nakkk" ucap Zara


Lalu Rangga mematikan kran air dan berlari ke teras


"Dia siapa pa?" tanya Zara


"Adik tiri papa, saingan bisnis papa." jawab pak Dermawan


"Kelihatannya papa sangat membencinya" ucap Zara


"Dulu papa membencinya karena dia sudah mengambil bagian dari warisan yang Opa Angga berikan pada papa. Tapi sekarang papa tidak mau memikirkan lagi. Toh Allah sudah kasih penggantinya lebih dari cukup untuk papa dan keluarga ini. Biarkan Utomo menanggung dosanya sendiri" ucap pak Dermawan


"Dacal kakek Cihil! awas aja kalau Langga cudah becal, langga bales kalena cudah gangguin opa" ucap Rangga


"Gak baik menyimpan dendam Rangga" ucap pak Dermawan.


Saat sedang bersama, Rizal baru saja tiba di depan rumah keluarga pak Dermawan.

__ADS_1


"Om Lijal" ucap Rangga


"Assalamualaikum" ucap Rizal lalu turun dari motor dan menyalami pak Dermawan saja.


"Wa'alaikumsalam" jawab semua orang


"Rangga,, ini Om belikan eskrim" ucap Rizal memberikan kantong putih berisi eskrim kesukaan Rangga


"Makacih Om,,," ucap Rangga


"Sama sama,, Oh iya pak, ini ada dokumen dari dokter Faisal soal hasil kesehatan Ibu Marissa" ucap Rizal pada pak Dermawan


"Oh iya,, terima kasih yah sudah mau mengantarkan" ucap pak Dermawan


"Iya pak, sama sama" jawab Rizal


"Ayo masuk dulu,," ucap Pak Dermawan


"Sepertinya saya mau langsung ke kampus pak, soalnya jam 1 nanti ada kuliah" jawab Rizal dengan sopan


"Yahhh,, gak bica main dong om cama Langga?!" ucap Rangga


"Rangga,,, Om mau kuliah,, udah kamu main sama mama aja" ucap Zara


"Maafin Om yah,, gimana kalau hari Minggu saja, Om ajak Rangga untuk latihan main basket, mau gak?" tanya Rizal


"Mauuuu!" jawab Rangga


"Tapi izin papa dan mama dulu yah,," ucap Rizal


"Ok Om!"


"Pak,, kak,, saya pamit, Assalamualaikum" ucap Rizal


"Wa'alaikumsalam, hati hati" ucap pak Dermawan


Lalu Rizal menaiki motornya dan pergi dari rumah itu.


Begitu lah, meski Liora tidak ada dirumah, Rizal masih sering berkunjung ke rumah itu, sesekali jika dia longgar, dia akan mengajak Rangga untuk keluar, dan keluarga mengizinkan.


.


.


.


.


Liora Rizal Masih terus lanjut yahhh, mudah mudahan sampai keduanya bersatu lagi dan bahagia, tungguin aja terus yah gaesss 🤗

__ADS_1


__ADS_2