
Jam praktek dokter Faisal selesai, Rizal juga sudah duduk di depan ruangan praktek dokter Rahayu untuk menunggu Liora selesai membantu dokter Rahayu. Cukup lama Rizal menunggu, hingga akhirnya Liora keluar dari ruangan dokter Rahayu dan Rizal segera menghampirinya
"Udah selesai?" tanya Rizal
"Iya udah, ayo pulang" ucap Liora dan Rizal mengangguk.
Kemudian keduanya berjalan menuju ke parkiran motor karyawan.
"Ly, sebelum pulang, boleh gak ke arah kampusku bentar? aku cuma mau ambil fotokopian aja sih" ucap Rizal
"Ohh iya gak papa kak, kita kesana saja dulu" jawab Liora
"Oke"
Sampai di parkiran, Liora menerima helm dari Rizal dan memakainya, kemudian keduanya naik motor itu dan meninggalkan parkir rumah sakit.
Setelah beberapa menit perjalanan, mereka sampai juga di salah satu tempat fotokopian didekat kampus Kedokteran. Lalu Rizal turun dan Liora tidak mau ditinggal, gadis itu pun juga ikut turun dan mengikuti Rizal
"Mbak, mau ambil yang kemarin" ucap Rizal memberikan nota kepada pegawai disana
"Baik mas, sebentar saya ambilkan" pegawai itu melihat Nota dan bergegas mengambilnya
"Rizal?!"
Rizal menoleh dan begitu kaget saat melihat papanya ada di tempat itu
"Pa?!"
"Kok papa ada disini?!" tanya Rizal masih dengan keterkejutannya. Dia sedikit terlihat tegang, sudah seperti maling ketangkep satpam karena ketahuan bawa anak gadis orang
"Papa mau ambil fotokopian, kamu,, sama siapa?" tanya pak Bayu saat melihat Rizal tidak sendiri, dia bersama seorang gadis muda yang cantik. Penampilannya memang terlihat sederhana tapi terlihat dari auranya bukan seperti gadis biasa.
"Em,, Ini,, Kenalin pa,, ini namanya Liora. Dia,, temen Rizal di rumah sakit pa. Ly, ini papa ku, pak Bayu" ucap Rizal memperkenalkan Liora dan papa nya.
Liora tersenyum lalu mengulurkan tangannya pada pak Bayu, pak bayu pun membalas dan mereka berjabat tangan. Setelah itu Liora menyentuhkan punggung tangan pak Bayu dengan keningnya.
__ADS_1
"Liora pak" ucap Liora menyebutkan namanya setelah salaman dengan pak Bayu, lengkap dengan senyum manisnya.
"Bayu, papanya Rizal" jawab pak Bayu dengan tersenyum
Rizal tidak menyangka jika Liora bersikap seperti itu pada papanya. Dia terlihat begitu menghormati orang tua.
"Jadi dia teman yang kamu ceritakan itu?" tanya pak Bayu
"Iya pa" jawab Rizal
"Cerita? cerita apa ya pak?" tanya Liora
"Enggak,, aku gak cerita aneh aneh kok, cuma aku cerita kalau aku berangkat dan pulang bareng kamu" jawab Rizal yang tidak ingin Liora salah paham
"Ohh,," sahut Liora
"Maaf Mas, ini barangnya" pegawai fotokopian itu menyela dan memberikan barang milik Rizal
"Oh iya, terima kasih" jawab Rizal mengambil barangnya. Rizal memeriksanya sebelum di bawa pulang.
"Mbak, mau ambil barang, ini Notanya" ucap pak Bayu
"Kalian satu kampus juga?" tanya pak Bayu ingin mengintrogasi calon mantunya, eh! teman Rizal maksudnya
"Tidak pak, saya tidak kuliah disini" jawab Liora
"Ohh,, kuliah dimana?" tanya pak Bayu semakin penasaran
"Di,,,Jerman pak" jawab Liora dengan jujur
"Jerman?!" pak Bayu di buat terkejut ditempatnya
"Iya,," jawab Liora dengan tersenyum
"Papa kepo !" cetus Rizal
__ADS_1
"Ayo ly kita pulang, nanti papaku banyak tanya seperti wartawan!" ucap Rizal memutus obrolan Liora dan papanya
"Ya ampunnn ini anak! gak ada sopan sopannya sama orang tua! wong papa belum selesai bicara dengan temanmu!" ucap pak Bayu dan Liora terkekeh melihat interaksi Rizal dan papanya
"Papa tuh ujung ujungnya kepo! udah kami mau pulang, Nanti Liora di cariin keluarganya, Rizal duluan ya pa, Assalamualaikum" ucap Rizal tanpa sadar langsung menarik tangan Liora dan membawanya pergi dari hadapan papanya.
"Permisi Pak" Ucap Liora mengikuti langkah Rizal karena tangannya ditarik pemuda itu. Pak Bayu pun hanya bisa melongo dan menggeleng gelengkan kepala saja melihat ke posesifan putranya
"Wa'alaikumsalam ! katanya teman, tapi kok pake pegang pegangan! teman apa itu?!" gumam pak Bayu terkekeh sendiri
"Pinter juga Rizal cari cemceman, cantik gitu, sopan lagi " ucap pak Bayu tersenyum sendiri
Liora melihat tangannya yang terus di tarik Rizal sampai mereka sudah di depan motor Rizal
"Eh!" Rizal baru sadar saat merasa tangan sebelahnya sedang menggenggam sesuatu, bukan buku apalagi kayu. Tapi terasa,,,
Rizal melihat ke bawah dan begitu kagetnya dia saat melihat tangannya sedang memegang tangan langsing Liora. Pandangannya naik ke atas dan melihat wajah Liora berubah memerah.
"Astagfirullah, maafkan aku,,," Ucap Rizal melepaskan tangan Liora dengan pelan. Keduanya terlihat salah tingkah dengan wajah sama sama memerah.
"Aku,, tidak sengaja menyentuhmu" ucap Rizal dengan debaran jantung tak menentu, tak jauh beda dengan Liora sekarang
"Gak papa,, " jawab Liora dengan wajah merona sempurna, terlihat sangat jelas karena begitu kontras dengan warna kulitnya
"Ya ampun,, merah sekali wajahnya, jadi terlihat semakin cantik" batin Rizal saat menatap Liora
"Ayo pulang,," ucap Liora membuyarkan lamunan Rizal
"Ah iya, ayo,," jawab Rizal kemudian buru buru meletakkan plastik berisi barang barangnya di motor dan setelah itu memberikan helm untuk Liora. Setelah memasang helm di kepala, keduanya menaiki motor dan melaju menuju ke rumah Liora. Dengan debaran jantung yang masih begitu terasa , keduanya tersenyum kecil tanpa bicara.
.
.
.
__ADS_1
.
Kok jadi emeeessssss deh aku,! 🙃