Aku Punya Papa

Aku Punya Papa
Tiba Tiba Gelap


__ADS_3

Subuh subuh tadi, rombongan keluarga besar Zara sudah pamit pulang. Mereka harus segera pulang karena akan beraktivitas kembali seperti biasa. Kemudian mereka bersiap untuk pergi ke sawah


"Haluc pake baju begini ya ma?" tanya Rangga saat melihat dirinya sudah terbungkus baju panjang, celana panjang, dan jaket tebal, lengkap dengan topi dan tak lupa Zara memakaikan lotion anti nyamuk anak untuk Rangga


"Iya, disana banyak nyamuk, nanti Rangga habis di makan Nyamuk. Anak mama yang comel ini nanti bentol bentol di keroyok nyamuk" jawab Zara


"Tapi Langga cudah cepelti manucia Ice" jawab Rangga


"Hihi gak papa yang penting aman" jawab Zara


"Sudah siap sayang?" tanya Angga yang keluar dari kamar mandi sudah lengkap dengan pakaian serba panjang seperti Rangga


"Cudah pa" Jawab Rangga


"Rangga tunggu di luar ya, mama mau ganti baju juga" ucap Zara


"Mama ikut?" tanya Rangga


"Iya, mama mau nangkep kecebong!" kekeh Zara


"Hiiiii geliiiii!" Rangga yang tidak menyukai kecebong itu langsung keluar mencari keberadaan kakeknya.


Kemudian Zara memberikan lotion anti nyamuk untuk Angga


"Pake ini, biar gak di kroyok nyamuk" ucap Zara memberikan lotion itu pada suaminya


"Gak di pakaiin" tanya Angga


Zara tersenyum lalu menggulung lengan baju Angga, Kemudian Zara menuangkan sedikit lotion nyamuk itu dan mengusapnya perlahan


Cup!


Satu kecupan untuk pipi kanan


Cup!


Satu kecupan untuk pipi kiri


Cup!


Kecupan sedikit dalam dilabuhkan pada candunya


"Gantilah baju, aku bisa pakai sendiri" ucap Angga setelah melepas pertautan bibir mereka. Zara tersenyum dan mengangguk.


Lalu Zara mengambil baju ganti sedangkan Angga keluar dari kamar


"Aku tunggu di luar ya, jangan lama" ucap Angga


"Iya kak" Jawab Zara.

__ADS_1


Setelah beberapa menit, Mereka sekeluarga sudah siap untuk berangkat ke sawah. Tapi Karena Satria harus bekerja di kantor lurah, dia tidak bisa ikut ke sawah pagi itu. Sekeluarga itu akan pergi ke sawah, sedangkan motor tinggal satu, jadi Angga memutuskan untuk membawa mobil saja agar muat semua keluarga. Kemudian pak Anwar menyetir mobil tuannya itu menuju ke sawah mereka.


Beberapa menit kemudian, mobil Angga sudah berhenti di sawah pinggir jalan persawahan. Terlihat dari kejauhan, banyak warga yamg sedang memupuk padi mereka. Lalu keluarga pak Bagas turun dari mobil dan berjalan menuju sawah yang sudah di tanami.


"Pak, apa masih jauh lahan sawah bapak?" tanya Angga


"Kalau dari sini ya gak terlalu jauh, nanti kita lewat tengah sawah bisa tembus kesana. Nah sepetak sawah ini yang bapak dan ibu tanam. Ini sawahnya pak Darmanto yang bapak sewa" ucap pak Bagas


Yang sedang di bicarakan malah tiba tiba datang


"Assalamualaikum pak Bagas" sapa seorang pria paruh baya pada pak Bagas


"Wa'alaikumsalam Dar, kamu disini?" tanya Pak Bagas


"Iya pak, tadi mau ketemu sampean tapi belum ke sawah. Jadi tadi ngobrol dulu sama pak Miskun" Jawab pak Darmanto


"Ohh,, ada apa?" tanya Pak Bagas


"Begini pak, maaf sebelumnya. Untuk Sewa lahan sawah, tidak bisa di perpanjang lagi. Hanya sebatas panen ini ya pak. Soalnya,, kemarin Anin butuh uang untuk bayar sekolah, terus kebetulan pak Danang datang mau sewa sawah ini tahun depan. Jadi, saya terima uang sewanya. Maaf enggeh pak" ucap Darmanto merasa tidak enak


"Oh gitu, ya gak papa Dar. Tahun depan saya juga mau garap sawah saya sendiri" jawab Pak Bagas


"Sawah yang mana pak?" tanya Darmanto


"Sawah yang di dekat perempatan itu, itu sekarang sudah kembali pada saya semuanya. Ini berkat mantu saya" Ucap pak Bagas dengan penuh bangga menunjukkan mantunya yang super kaya itu


"Hah? Sawah yang di garap pak Danang itu?" tanya Darmanto seakan tidak percaya


"Iya pak, kalau begitu saya pamit ya pak, mari,," Kemudian Darmanto pergi dari hadapan keluarga pak Bagas.


"Hem,, sudah ku duga, kedatangan mereka saat itu pasti ada ujungnya" gumam pak Bagas.


"Rangga,,, ayo kita jalan jalan,,, kakek akan tunjukkan pada Rangga kecebong" ucap pak Bagas pada cucunya


"Tidakkkkk! langga tidak mau kek!" sahut Rangga,


Semua orang tertawa mendengar penolakan Rangga pada ajakan kakeknya


"Loh, takut kecebong? padahal mamamu dulu senang sekali menangkap kecebong!" ucap pak Bagas


"Hahahaha,,, bapak nih,, jangan bilang gitu! maluu!" Zara merasa malu saat bapak bagas membongkar masa kecilnya


"Hehe iya itu pulang pulang bawa kecebong se ember!" sahut ibu, mereka berjalan melewati jalan setapak sambil melihat tanaman padi


"Ihh si ibu,, malu bu, sama papanya Rangga!" sahut Zara


"Untuk apa kecebong?" tanya Angga pada istrinya


"Kakak!" Angga terkekeh melihat Zara ternyata lucu saat malu begitu, biasanya gadisnya itu tidak pernah terlihat malu malu.

__ADS_1


"Cuma di tangkap aja, setelahnya di lepasin lagi ke parit sama kak Satria" jawab Zara


"Hihi pasti dulu kamu kudel banget ya!" cetus Angga


"Enak aja ngatain kudel! mana ada Zara Kudel! udah cantik dari lahir!" ucap Zara dan Angga terkekeh mendengar pembelaan Zara.


Kemudian Angga menggandeng tangan Zara sambil mereka terus berjalan mengikuti bapak dan Rangga yang sudah berada di depan. Berita soal sawah pak Bagas sudah langsung menyebar ke seluruh pelosok desa itu.


Di Rumah sakit,,,,,


Pak Danang sudah sadar, kondisinya juga sudah sedikit lebih baik dari kemarin. Hari ini akan ada jadwal pemeriksaan jantung pak Danang, untuk memastikan kondisi keseluruhan orang tua itu.


"Papa mau makan bubur?" tanya Ibu Sumitri


"Iya" jawabnya singkat


Lalu Ibu Sumitri mengambilkan bubur yang Bryan beli dari luar. Sedangkan Bryan masih tiduran di sofa sambil memainkan ponselnya.


"Hah?!"


Bryan langsung duduk setelah mendapat pesan dari temannya.


"Ada apa Bryan?" tanya Ibu melihat wajah Bryan terlihat sangat serius.


"Sawah pak Bagas sudah kembali lagi?!" ucap Bryan , kemudian beralih menatap papanya yang masih terbaring lemah diatas bed rumah sakit.


"Kok bisa pak?" Tanya Bryan langsung mendekati papanya


"Sawah Mas Bagas sudah kembali mksdnya apa sih? kembali kemana?" tanya ibu


Pak Danang menghela nafas pelan beberapa kali, sebelum dia akan membuka suara


"Iya, bapak sudah menjual semua sawah dan ladang mas bagas pada orang,,, dan ternyata orang itu adalah mantu mas bagas sendiri" jawab pak Danang dengan pelan


Deg!


Bryan langsung lemas kemudian terduduk si kursi dekat papanya. Sudah tidak ada lagi senjata yang dia pegang sekarang. Bryan terasa pusing saat mengetahui sawah dan ladang pak Bagas sudah di beli mantunya pak Bagas. Dadanya tiba tiba sesak, otaknya tidak bisa di ajak bekerja dan semua tiba tiba gelap!


.


.


.


.


.


Mati lampu ya? kok gelap?! 🥴

__ADS_1


Kesiannn banget sih gelap gelapan lu Bryana! awassss ada 👻


__ADS_2