
Ibu Rianti tercengang saat tamparannya di tangkis keras, bahkan lengannya terasa sangat panas. Dia menoleh ke samping dan melihat seorang wanita muda saat ini sedang menatapnya dengan sengit.
Liora menutup pintu ruangannya, mengambil jas lalu memakainya. Setelah itu Liora memasang id card nya dan akan ke ruangan praktek Dokter Rahayu siang itu. Namun Saat dia keluar dari ruangannya, Liora melihat seorang ibu berjalan tergesa gesa dengan mengepalkan tangan kuat, wajahnya pun sedang di liputi amarah yang menggebu. Di depan Liora masih melihat Rizal yang sedang berjalan, hingga terdengar di telinga gadis cantik itu,,
"Rizal!"
Rizal akan berbalik dan liora melihat Ibu itu mengangkat tangannya. Dugaan Liora, ibu itu akan menampar pemuda itu, dengan cepat Liora berlari hingga saat Rizal baru saja berbalik
"Ibu Rianti"
Liora langsung menangkis tamparan ibu Rianti yang akan mendarat di wajah Rizal. Tangkisan dari tangan Liora cukup keras hingga membuat lengan ibu Rianti memerah panas. Bukan hanya Ibu Rianti yang kaget, Rizal pun sama kagetnya, baru berbalik dia sudah hampir di tampar oleh ibu Rianti namun tamparan itu gagal karena Liora menangkis lengan ibu Rianti dengan pukulan cukup keras.
"Kau siapa, beraninya ikut campur?" sarkas Ibu Rianti pada Liora
"Ibu yang siapa? kenapa buat keributan disini? ini rumah sakit bukan lapangan sepak bola!" jawab Liora tak kalah garang dengan ibu Rianti
"Saya punya urusan dengan Dia! jangan ikut campur!" ucap Ibu Rianti dengan menunjuk kepada Rizal
"Kenapa ibu mencari saya?" sahut Rizal
"Gara gara kamu, sekarang Syifa ada di IGD belum sadarkan diri! kepalanya sampai bocor, itu semua karena ulahmu kan?!" ucap Ibu Rianti dengan luapan emosi
"Oh, ibunya Syifa?! pantes, mirip banget kelakuannya!" cetus Liora terdengar sinis
"Apa maksud mu hah?!" Sarkas Ibu Rianti
"Ibu sudah berhasil mendidik anak ibu itu persis seperti ibu. Wah wah Wah mantap!" ucap Liora dengan menggeleng gelengkan kepala
__ADS_1
"Ibu pasti tidak tau kejadian yang sebenarnya. Jadi ibu datang dengan marah marah dan hampir menampar saya" ucap Rizal
"Saya sudah dengar !" jawab Ibu Rianti
"Apa yang ibu dengar?! apa ibu tau jika anak kesayangan ibu itu sudah berkali kali merendahkan orang lain? menyombongkan diri yang masih calon perawat?! Selalu mencari gara gara dan membuat keributan di rumah sakit" ucap Liora
"Syifa tidak mungkin melakukan itu jika dia tidak kalian usik lebih dulu!" jawab Ibu Rianti
"Haha,, oh iya?! ya ampun,, ibu terlalu percaya diri. Asal ibu tau, anak ibu yang mulai mengusik kami, dan mencari keributan!"
"Benar, Syifa yang lebih dulu mulai bu. Jika ibu tidak percaya, kita bisa lihat CCTV dirumah sakit ini" ucap Rizal
Rizal menceritakan kronologi kejadian tadi siang sebelum Syifa pingsan, tentu saja di timpali oleh Liora yang juga menjelaskan pada Ibu Rianti.
"Tidak mungkin!" Ibu Rianti terlihat tidak percaya dengan cerita mereka berdua
Dengan perasaan kesal, Ibu Rianti langsung pergi dari hadapan Liora dan Rizal, bahkan tanpa kata maaf sedikitpun.
"Huh! memang buah jatuh gak jauh dari pohonnya!" ucap Liora
"Tangan kamu gak papa kan?" tanya Rizal saat menyentuh tangan Liora dan memeriksa telapak tangannya
"Eh, gak papa kak" jawab Liora jadi salah tingkah
"Makasih yah, karena kamu, aku gak jadi di tampar Ibu Rianti" ucap Rizal menatap Liora
"Iya,, sama sama" Jawab Liora dengan tersenyum kecil, Rizal juga tersenyum saat mereka saling menatap.
__ADS_1
"Mau sampai kapan pegang tanganku kak?" tanya Liora terkekeh kecil
"Eh, iya,, masih panas gak?" ucap Rizal langsung kembali memeriksa telapak tangan gadis itu. Pemuda itu malah jadi salah tingkah sendiri
"Udah gak papa kak, udah gak panas juga. Tapi mungkin lengan ibu itu yang panas" kekehnya
Rizal menurunkan tangan Liora perlahan
"Bener bener gak habis pikir" ucap Rizal sambil menghela nafas
"Sudah lah gak perlu dipikirkan" jawab Liora dan Rizal mengangguk
"Mau ke ruangan Dokter Rahayu kan? ayo kakak antar" ucap Rizal
"Boleh" jawab Liora
.
.
.
.
.
Senin Gaess, bagiin aku Votenya dong 😀 Makacih cebelumnya 🤗
__ADS_1