Aku Punya Papa

Aku Punya Papa
Hancur Untuk Kedua Kali


__ADS_3

"LALU KENAPA KAMU ADA DISINI, JIKA KAMU TIDAK MAU MEMINTA ANGGA BERTANGGUNG JAWAB?!" cetus Ibu Marissa


Zara terdiam.


"Angga,, yang mau bertanggung jawab, bukan Zara yang meminta. Karena Angga mencintai Zara! Angga yang mengejar Zara ma, Angga yang ingin" Sahut Angga dengan nada sedikit lemah.


Semua orang terdiam, tidak ada yang berkata lagi setelah itu. Tapi meski begitu, tatapan Pak Dermawan masih terus tajam, menyiratkan kemarahan dan kekecewaan didalam dirinya.


"Pa,, tolong terima Zara dan Rangga. Angga tidak akan bisa meninggalkan mereka. Keduanya sudah menjadi bagian terpenting dalam hidup Angga. Angga begitu mencintai Zara, Terlebih ada Rangga yang membuat cinta Kami semakin kuat" Ucap Angga dengan permohonan


"Omong kosong!" Sahut pak Dermawan


"Apa kau tidak berfikir? Apa imbas dari perbuatan mu ini hah?! kau itu adalah calon pewaris tunggal yang akan menduduki kursi direktur utama di rumah Sakit Tri Medika, Bagaimana tanggapan semua orang jika mereka tau kau melakukan kesalahan yang sangat Fatal?!! Kau sudah mencoreng nama keluarga dengan kelakuan mu itu!" Ucap pak Dermawan


Terjadi bersitegang antara Angga dan sang papa soal kursi direktur rumah sakit yang sebentar lagi pasti akan diberikan pada Angga setelah Pak Dermawan pensiun. Angga sangat sadar sadar jika masalah ini pasti akan berimbas pada perusahaan. Tapi biar pun begitu, dia akan tetap memperjuangkan Zara dan Rangga, dia tidak peduli dengan kursi direktur itu, yang terpenting baginya adalah Rangga dan Zara


"Angga tidak peduli pa, Angga tidak peduli apa tanggapan orang lain! Angga sangat mencintai Zara dan Rangga! Angga tidak akan membiarkan Anak dan calon Istri Angga terlantar lagi! Buka mata hati papa dan mama, lihatlah, bagaimana menderitanya Zara selama ini?! apa kalian tidak bisa merasakannya?!"


Zara tertunduk dengan terus menangis mendengar pembelaan dari Angga

__ADS_1


"Dia diusir dari rumah, hidup lontang lantung, melahirkan anak sendiri tanpa keluarga dan suami, membesarkan Rangga selama bertahun tahun sampai sebesar sekarang! Apa papa dan mama tidak bisa menerima kehadiran Rangga sebagai cucu kalian?. Sudah cukup mereka menderita selama ini, Angga ingin membuat mereka bahagia, Angga mencintai Zara pa, ma"


Tangan Angga terulur lemah menyentuh wajah Zara yang terlihat sangat sedih. Tangan itu bergerak pelan menghapus air mata yang terus menetes. Zara bisa melihat rasa cinta Angga padanya begitu besar sama besarnya rasa cintanya untuk Angga.


"Aku mencintaimu, sampai kapanpun aku hanya akan mencintaimu" Ucap Angga dengan bibir bergetar


"Zara juga cinta kakak, sampai kapanpun hanya akan mencintai kakak" jawab Zara dengan bibir tak kalah bergetar saat bicara karena sambil menangis


Pak Dermawan dan Ibu Marissa bergeming melihat keduanya yang mencurahkan isi hati mereka. Kedua orang tua itu melihat cinta yang begitu besar diantara keduanya. Tidak bisa di bohongi, ataupun di tutup tutupi lagi, semua terlihat begitu jelas di depan mata mereka. Cinta yang begitu tulus, terlihat dari cara mereka saling menatap, akan sulit memisahkan kalau sudah begini.


"Pa,, Ma,, Angga mohon,," Ucap Angga


Pak Dermawan maupun ibu Marissa, masih diam tanpa menjawab apapun. Keduanya tanpa ekspresi yang terbaca. Cukup lama semuanya diam jadi hening, lalu Angga berusaha untuk berdiri, melihat itu, Zara membantu Angga untuk berdiri.


"Kak,,," ucap Zara


"Aku sudah berjanji padamu, kita akan kawin lari kalau orang tua ku tidak bisa menerima mu dan Rangga!" ucap Angga


"Tidak begitu kak, restu orang tua itu sangat penting dalam hubungan pernikahan" ucap Zara

__ADS_1


"Tapi mereka tidak mau merestui kita? aku harus bagaimana?! aku tidak ingin kita berpisah lagi, sudah cukup 5 tahun kita berpisah. Aku tidak akan bisa melihatmu menikah dengan pria lain untuk kedua kali Ra. Aku tidak mau hatiku hancur lagi untuk kedua kali" ucap Angga


"Ayo kita pergi, aku masih bisa mencukupi semua kebutuhanmu dan Rangga..." ucap Angga lagi dengan tatapan serius


Keduanya saling menatap, seperti sedang bicara dari hati ke hati. Kemudian Zara mengangguk pelan dan memapah Angga untuk keluar dari apartemennya.


Pak Dermawan dan Ibu Marissa masih diam, tapi hati ibu Marissa jadi gelisah melihat Angga dan Zara sudah berjalan dan hampir mencapai pintu keluar, sedangkan Pak Dermawan masih berdiri saja tanpa menoleh apalagi bicara.


"MAU KAU BAWA KEMANA CUCU DAN CALON MANTUKU?!"


deg!


.


.


.


.

__ADS_1


.


Kalian mau jawab apa?


__ADS_2