Aku Punya Papa

Aku Punya Papa
Darah Muda


__ADS_3

"Apa kalian sering melakukannya, sampai Zara langsung hamil begitu?" bisik pak Dermawan pada Angga


"Papa!" Angga terlihat kaget mendengar pertanyaan papanya


"Jawab kamu!" sungut papa


"Sumpah pa, cuma semalam aja kami melakukannya! Tapi, berkali kali" Bisik Angga


Plaaakkkk


Refleks Pak Dermawan menggeplak kepala Angga


"Aduh pa!" Angga mengadu sakit karena kepalanya mendapat pukulan lagi


"Pantas saja, dia langsung hamil, dasar anak nakal!" Cetus pak Dermawan


"Kenapa pa?" tanya mama melihat pertengkaran Papa dan Angga


"Pantas saja langsung jadi, gak cuma sekali tapi berkali kali dalam satu malam!" Jawab pak Dermawan


"Bibit Unggul!" Sahut mama


"Nama nya juga darah muda pa!" ucap Angga.


Zara yang baru datang sepertinya tidak mendengar percakapan keluarga Angga. Wajahnya terlihat biasa saja, sudah pasti dia tidak mendengar


"Iya kan Ra?" tanya Angga tiba tiba


"Apa kak?" tanya Zara bingung


"Katakan saja iya" jawab Angga


"Iya" Ucap Zara seperti yang di minta Angga meski dia tidak tau maksudnya


Lalu semuanya terkekeh melihat wajah bingung Zara. Kemudian Zara duduk di dekat Angga dan meletakkan kotak obat juga alat kompres di atas meja.


"Sini aku obatin" ucap Zara. Dengan senang hati Angga mendekat dan menerima perhatian Zara.

__ADS_1


"Sakit ya? kalau terlalu keras aku obatinnya, bilang ya" ucap Zara saat mulai membersihkan luka di ujung bibir Angga


"Gak papa sakit, yang penting kita dapet restu" Jawab Angga


"Masih untung cuma muka kamu yang bonyok! kalau papa ajakin berantem K.O kamu!" ucap pak Dermawan


"Gak lah pa,, nanti papa encok!" jawab Angga


"Inget umur pa!" ledek mama


"Ck! kalian berdua meragukan kemampuan papa! Zara, selama ini kamu tinggal dimana? coba kamu ceritakan semuanya!" ucap pak Dermawan, mengalihkan pembicaraan


Zara mulai bercerita, dia menceritakan semuanya dari awal dia pulang ke desanya karena ibunya sakit. Setelah beberapa hari disana, Keluarga Bryan datang untuk melamar. Kemudian Zara menceritakan jika dia kabur dan bertemu Angga, hingga terjadilah malam penyatuan itu, dia diusir, dia tinggal di rumah Dinda, kemudian dia hidup di rumah kontrakan dan bekerja di rumah sakit Tri Medika Cabang, Zara menceritakan semuanya pada pak Dermawan dan Ibu Marissa bagaimana hidupnya selama ini.


"Jadi Rangga kamu titipkan setiap hari??" tanya Ibu Marissa


" Iya bu, setelah usia 1 bulan lebih saya menitipkan Rangga di tempat penitipan anak ketika saja bekerja. Karena saya bekerja juga sampai jam makan siang, setelahnya waktu saya bersama Rangga" Jawab Zara


"Setelah ini, jangan kamu titipkan Rangga lagi. Biar Rangga bersama kami dirumah" ucap Ibu Marissa


Zara menatap Angga, Pria itu mengangguk dengan tersenyum


Ibu Marissa terlihat berbinar, dia begitu senang karena mulai sekarang dia tidak akan kesepian lagi dirumah. Dia akan di temani Rangga setiap hari ketika pak Dermawan sibuk dengan pekerjaannya.


" Jadi kamu belum pernah bertemu lagi dengan keluargamu?" tanya pak Dermawan pada Zara


"Belum pak, saya,,, tidak berani pulang. Saya takut karena hanya membuat malu keluarga. Seperti saya yang sebenarnya malu pada bapak dan ibu atas kelakuan saya" ucap Zara


"Semarah marahnya orang tua, dia tidak akan membenci darah dagingnya sendiri. Sama seperti kami, sebesar apapun kesalahan kalian, kami sebagai orang tua juga turut salah karena tidak bisa menjaga dan mendidik anak anak dengan baik. Tapi, semuanya sudah terjadi dan kalian menyesalinya. Tidak ada alasan kami untuk tidak memaafkan, sedangkan Tuhan memberi maaf pada hambanya yang meminta pengampunan. Papa harap kalian berdua segera menemui bapak dan ibumu agar masalah ini segera selesai" ucap pak Dermawan


"Iya pa, setelah Angga pulih, kami akan menemui keluarga Zara.


Ting Tung,,,,


Mendengar bel berbunyi, Ibu Marissa beranjak dari tempat duduk dan membuka pintunya.


Klik

__ADS_1


Diluar sudah ada Rangga dan pak Anwar berdiri disana.


"Rangga,, " Ibu Marissa menyapa Rangga sedang Rangga terlihat bingung


"Panggil Oma,, ini Oma Rangga" Ucap Ibu Marissa


"Oma?" tanya Rangga


"Iya,, ini Oma Risa, ayo kita masuk" ucap Ibu Marissa mengajak Rangga masuk kedalam.


"Rangga,, itu Opa Rangga. Coba sapa Opa" ucap Ibu Marissa


"Opa,," ucap Rangga


"Cucu Opa,, sini Rangga" Ucap Pak Dermawan memanggil Rangga


Rangga menurut dan mendekat pada pak Dermawan


"Kamu tampan sekali, persis papamu dulu saat kecil" ucap pak Dermawan


"Papa juga bilang begitu, Aku tampan cepelti papa" jawab Rangga


"Anak papa memang pintar" sahut Angga


Rangga menoleh pada pria yang saat ini sedang di obati mamanya. Wajahnya lebam sana sini, hingga membuat Rangga terlihat bingung


"Anda ciapa?" tanya Rangga


"Aku papa mu" jawab Angga


"Bukan! kamu bukan papa ku!" Jawab Rangga


.


.


.

__ADS_1


.


Tampaknya Rangga tidak mengenali papanya. Hahahaahaa🤣 Kesian banget lo Ngga🤪


__ADS_2