
Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, dan bulan terus berganti, hingga tak terasa sudah 2 tahun Liora tidak pulang ke Indonesia. Namun meski begitu, Kangennya pada keluarga tetap terobati karena Sesekali baik Ibu Marissa, pak Dermawan ataupun keluarga kakaknya yang memilih terbang ke Jerman untuk berkumpul dengannya melepas rindu. Tapi jangan di tanya soal rindu dengan sang pujaan hati, tentu sudah sangat menggunung bahkan siap meledak karena tak kuat lagi menahan Rindu.
Pendidikan Liora pun sudah selesai dan hari ini gadis cantik itu baru saja mengikuti wisudanya. Namun kebahagiaan nya itu, Liora harus kembali menahan Rasa karena yang datang menemaninya saat wisuda hanya kedua orang tuanya.
Setelah acara Wisuda, Liora tidak ingin berlama lama lagi untuk menunda kepulangannya ke Indonesia. Barang barangnya juga sudah di kemas rapi dan tiket juga sudah di pesan. Apalagi yang ada di tunggu, soal ijazah? itu urusan nanti.
Tidak ingin ketinggalan pesawat, Liora, pak Dermawan dan Ibu Marissa sudah berada di bandara dan tinggal menunggu jadwal penerbangan setengah jam lagi.
Sementara itu dirumah keluarga pak Dermawan, tentu semua orang sedang riweh mempersiapkan acara penyambutan dan syukuran kecil kecilan untuk Liora. Belum lagi keriwehan itu berasal dari si kembar yang sedang aktif aktifnya berjalan, berlarian kesana kemari.
**
Setelah melewati kurang lebih 15 jam mengudara dengan menggunakan burung besi, Akhirnya Liora, Pak Dermawan dan Ibu Marissa sampai juga di bandara. Saat mereka sampai, mereka sudah di sambut oleh Angga, Zara dan ketiga anaknya.
"Auntyyyy" teriak Rangga saat melihat Liora keluar dari bandara
"Haiiii,,, Assalamualaikum" ucap Liora memeluk Rangga kemudian mencium pipinya
"Wa'alaikumsalam, aunty jangan cium Rangga dong! Rangga sudah besar tauk!" sungut Rangga sambil mengusap bekas kecupan Liora di pipinya.
Liora terkekeh begitu juga dengan yang lain
"Ini si kembar yah,,,, iihhh gemeeessss deh!" Liora mencubit gemas kedua keponakannya yang sudah besar itu
"Cakiiiit Aunty!" teriak Azzam
"Aunty mana oleh oleh ulla?" tanya Azurra
"Hem,, ada,, nanti setelah sampai dirumah yah" ucap Liora kemudian Liora berdiri dan menghampiri kakak dan kakak iparnya.
"Selamat yah atas wisudanya, adik kakak tersayang" ucap Angga sambil memeluk adikknya
"Makasih kak,,," jawab Liora
Lalu Angga melepaskan pelukannya dan Liora kembali mendapat pelukan dari kakak iparnya
"Selamat yah Liora, sekarang sudah jadi dokter" ucap Zara
__ADS_1
"Makasih kak" jawab Liora
"Ayo kita langsung pulang, papa dan mama capek banget, rasanya punggung ini sudah mau lepas!" kekeh pak Dermawan
Lalu mereka semua berjalan ke parkiran mobil, dans segera akan pulang. Ada sedikit rasa sedih karena kekasihnya tak ikut datang menjemput di bandara.
Sementara itu, Rizal dan juga Dokter Zia sedang berada di rumah sakit, hari itu banyak sekali pasien yang masuk ke IGD dengan berbagai sakit. Padahal Rizal belum waktunya bertugas, tapi Dokter Zia menelfon dan meminta Rizal untuk datang membantunya. Mau tidak mau, Rizal harus mementingkan tugasnya terlebih dulu.
Terakhir pesan yang di tinggalkan Rizal kepada Liora adalah dia menyampaikan permintaan maaf karena tidak bisa ikut menjemputnya. Rumah sakit membutuhkannya, jadi dia harus datang ke rumah sakit lebih awal. Sedangkan Liora belum membuka ponselnya sejak dia sampai di Indonesia.
Sampai dirumah Liora dan kedua orang tuanya beristirahat setelah perjalanan jauh dan melelahkan. Sambil rebahan Liora mengambil ponsel dan barulah dia membaca pesan dari kekasihnya.
"Apa dia gak kangen sama aku?!" ucap gadis itu melihat jam di dinding sudah menunjukkan pukul 16.00. Gadis itu sangat rindu dan ingin segera bertemu, namun rasanya sangat lelah. Lalu Liora memutuskan untuk istirahat siapa tau nanti Rizal datang kerumahnya
Tapi sayang, sampai Liora bangun kembali, tidak ada tanda tanda kedatangan Rizal dirumah itu. Lalu Liora membersihkan diri dan setelah itu, dia akan menyusul Rizal ke rumah sakit.
"Mau kemana Ly?" tanya Ibu Marissa saat mereka berpapasan di ruang kelaurga
" ke rumah sakit ma,," jawab Liora
"Ngobatin Rindu,," jawab Liora
"Besok aja sih?! lagian ini sudah malam" ucap Ibu Marissa
"Bentar aja ma, sudah ketemu, Liora langsung pulang" jawab Liora
"Jangan nyetir sendiri ya, kamu kan habis jalan jauh" ucap Ibu Marissa lagi
"Iya ma,, Liora pamit ya, Assalamualaikum" ucap Liora
"Wa'alaikumsalam" jawab Ibu Marissa
Kemudian Liora pergi ke rumah sakit di antar oleh supir keluarga pak Dermawan. Gadis itu tidak peduli lagi mau di katakan apa, yang dia tau hanyalah 'Rindu' dan ingin mengobatinya .
Sementara itu, Rizal baru selesai dengan pekerjaannya. Hari yang melelahkan, dia benar benar merasa lelah. Sejak sore hingga malam itu, ntah sudah berapa pasien yang dia tangani, hingga kini dia baru bisa duduk sambil memejamkan mata sejenak untuk melepaskan lelahnya.
Ceklek
__ADS_1
Beberapa menit sempat tertidur, Rizal terkejut saat mendengar handle pintu ruangannya di tekan. Pandangannya pun langsung tertuju pada pintu yang terbuka.
"Assalamualaikum"
Liora masuk dengan wajah tersenyum sumringah
"Wa'alaikumsalam, Liora?!" Rizal langsung berdiri dan menatap penuh kerinduan gadis pujaan hatinya.
"Liora?!"
Cepat cepat Rizal berjalan dan menghampiri Liora, begitu juga gadis itu yang berjalan menuju ke arah Rizal dan keduanya langsung berpelukan dengan melepas segala kerinduan yang menggunung didalam hati. Tidak ada yang bicara, keduanya saling meresapi pertemuan mereka setelah sekian lama terpisah.
"Kak,, kangen" ucap Liora sampai terisak didalam pelukan Rizal
"Aku juga kangen banget sama kamu,," ucap Rizal mengecup pucuk kepala Liora dengan sayang
"Maaf, tadi banyak pasien, jadi kakak gak bisa ikut jemput kamu" ucap Rizal mengurai pelukan mereka,
"Tadi aku sudah mau marah, tapi gak jadi pas sudah baca pesan kakak" jawab gadis itu dengan jujur
"Maaf yah,,," ucap Rizal mengusap lembut wajah gadis yang sangat dia rindukan, Lalu di raih tangan Liora dan di kecupnya dengan sayang
"Hem,, aku bisa ngerti kok" jawab Liora dengan tersenyum bahagia. Dia merasa sangat di cintai oleh kekasihnya.
"Masih kangennnnn!"
Rengek gadis itu, kemudian kembali memeluk raga kekasihnya yang sangat dia rindukan. Rasanya ingin menghentikan waktu agar waktu tidak cepat berlalu.
.
.
.
Maaf ya beesstie,, aku masih Filex, badan lemes, hidung bumpet, gak bisa update tiap hari apalagi tiap saat🙏
__ADS_1