
"Aqsa, Ghania, Queen, Cio,,, ayo cepat masuk kedalam mobil, nanti keburu maghrib loh sampai di rumah Oma!" ucap Liora memanggil keempat anak anaknya.
2 tahun penantian ingin memiliki keturunan, di tahun ketiga Liora dan Rizal di karuniai seorang putra yang di beri nama Aqsa , barulah Aqsa berusia 1 tahun, lahirlah Ghania, dan genap 1 tahun usia Ghania lahirlah putri ketiga mereka Queena. Mendapati kelahiran beruntun, Liora dan Rizal sepakat untuk memilih program KB saja. Ternyata mengasuh tiga balita sangat membuat keduanya kerepotan, belum lagi Azzura yang masih bersama mereka sesekali, hingga akhirnya Liora dan Rizal memutuskan untuk tinggal di rumah keluarga saja jadi ada yang membantu mengasuh ketiga putra putrinya.
Sesuatu di luar rencana dan tidak terduga, beberapa tahun masih berencana tidak menambah momongan malah ternyata lahirlah Gio yang sering di sapa Cio, kehamilan Cio pun baru di ketahui saat sudah memasuki usia kehamilan 12 minggu. Sungguh Liora dan Rizal tidak pernah menyangka jika takdir memberikan mereka berdua 4 orang anak yang kesemuanya sangat mirip dengan papanya tapi kelakuannya sangat mirip dengan mamanya.
Malam itu, mereka akan pergi ke rumah oma dan Opa, sudah biasa setiap weekend mereka akan menginap di rumah keluarga Liora atau gantian di rumah keluarga Rizal. Terdengar langkah beriringan keluar rumah saat anak anak Liora dan Rizal keluar dari rumah mereka.
__ADS_1
"Kami sudah siap!" ucap keempatnya bersamaan lalu masuk kedalam mobil.
Setelah memastikan tidak ada yang tertinggal, Lalu Liora menutup pintu dan tak lupa menguci nya.
"Jangan lupa bawa pempers, nanti cio ngompol di kasur" kekeh Rizal saat melihat anak anaknya sudah masuk kedalam mobil
"Iihh papa, acu udah ga ompol tau!" sungut Cio
__ADS_1
"Iya iya,, biar gak ngompol, sebelum tidur harus pipis dulu" ucap Liora saat sudah masuk kedalam mobil.
Kemudian Rizal menjalankan mobil mereka menuju ke kediaman keluarga pak Dermawan, disana sudah berkumpul Angga, Zara dan ketiga anak anaknya.
Rumah besar itu terasa sangat hangat, begitu ramai sudah seperti pasar jika semuanya berkumpul. Jika makan bersama pun sudah seperti prasmanan karena banyaknya penghuni dirumah besar itu. Sampai pak Dermawan merenovasi rumah besar itu untuk membuatkan kamar satu persatu untuk cucu cucunya jika menginap di sana. Hal yang tidak pernah mereka duga, saat di hari tua, Pak Dermawan dan Ibu Marissa bisa melihat anak anak dan cucu cucunya hidup rukun bahagia.
Apa yang bisa membuat orang tua tersenyum? selain melihat anak anaknya sudah bahagia. Sekarang tinggal menikmati hidup di hari tua, tidak ada lagi beban pikiran, rumah sakit yang sudah di bangunnya dari 0 kini sudah sangat berkembang pesat, bukan hanya rumah sakit pusat tapi juga rumah sakit cabang yang semakin berkembang semenjak Rizal yang memimpin rumah sakit itu. Selain rumah sakit, Angga merambah ke dunia pendidikan dengan mendirikan gedung sekolah elite dan kini menjadi sekolah bertaraf internasional.
__ADS_1
...TAMAT...
Terima kasih yang sudah mengikuti cerita ini sampai akhir yah, cusss lanjut ke Novel ku satunya MENOLAK PERJODOHAN yahhhhh, jangan lupa mampirrrrrr, biar ketemu para kurcil2 yang meresahkan dan suka kepo 🤗 Salah sayang untuk kalian semua😍