
Rizal terlihat sangat terkejut dengan ucapan Liora. Terdengar sangat ringan dan tanpa beban saat mengatakan akan membelikan motor. Pikir Rizal, sudah seperti membeli kacang goreng saja. Tapi dia kembali sadar, jika gadis cantik itu anak orang kaya, tentu semuanya mudah baginya. Tidak ada niatan sedikitpun didalam hati Rizal untuk memanfaatkan gadis yang mulai menempati relung hatinya itu.
Melihat Wajah Rizal sangat terkejut, bahkan sudah beberapa detik dia tidak berkata apapun, Liora jadi merasa tidak enak, dan takut jika Rizal akan tersinggung. Padahal dia tidak ada niatan sedikitpun untuk melukai harga dirinya.
"Maaf kak, aku tidak bermaksud apa apa. Kak Rizal jangan tersinggung..." ucap Liora dengan wajah cemas
Wajah terkejut Rizal berubah kembali teduh dengan senyumnya yang terlihat mengembang.
"Kakak hanya terkejut. Bagaimana bisa kamu mengatakan dengan mudah ingin membelikan ku motor, hem? sudah seperti beli kacang goreng saja" kekeh nya sambil mengacak acak poni Liora.
Ntahlah, dapat keberanian dari mana pemuda itu, sudah 2x untuk hari ini, dia berani menyentuh Liora dan fatalnya Liora seolah ingin terbang karena diperlakukan sangat manis oleh pemuda itu.
"Aku gak tega lihat kakak dorong motor. Motor itu sering mogok kan? itu udah tanda tanda minta pensiun taukk." jawab Liora dan lagi lagi Rizal tersenyum
"Hehe udah biasa sih dorong motor. Tapi maaf ya,, sepertinya aku tidak bisa menerima niat baikmu. Aku tidak mau di anggap memanfaatkan mu. Lebih baik, uangmu kamu tabung dan gunakan untuk keperluanmu " jawab Rizal
Liora terdiam, dia sudah menduga pasti Rizal menolak. Dia memang beda dari pria pria yang dulu sempat berlabuh sebentar di hatinya, termasuk Reno. Bahkan dulu Reno terang terangan meminta pada Liora untuk membelikannya motor Ninja keluaran terbaru. Karena Liora terlalu polos atau ntah terlalu baik, gadis itu mau maunya menuruti permintaannya, untung saat itu Angga membuntuti adiknya, sehingga Angga bisa menggagalkan rencana Liora yang akan membelikan Reno Motor Ninja. Sejak kejadian itulah Liora memutuskan Reno karena dia sadar, jika Reno hanya memanfaatkan dirinya.
"Kok ngelamun sih?" Rizal menepuk bahu Liora pelan karena melihat gadis itu sepertinya sedang melamun
"Eh, gak ngelamun apa apa sih,,, niatku dari kemarin mau kasih hadiah kelulusan, cuma aku bingung kakak butuhnya apa. Dan aku lihat kakak dorong motor jadi aku pikir lebih bermanfaat jika aku belikan motor saja. Aku tidak pernah merasa dimanfaatkan atau dalam paksaan siapapun. Tolong terima ya,, ini juga demi kebaikan aku. Jadi kalau naik motor baru kan gak mogok mogok lagi kayak gini. Jadi pulangnya gak telat" jawab Liora dengan tatapan memohon. Gadis itu terus mencari celah agar Rizal mau menerima.
"Kakak yang gak enak Liora,,, apalagi jika keluargamu tau. Jatuh Nyungsep harga diri kakak sebagai seorang lelaki. Pasti mereka berfikir jika kakak sudah memanfaatkan kamu. Kakak gak mau seperti itu. Ya ampunnn gadis ini,,, sudah yah jangan!,, simpan saja uangmu. Pasti suatu saat nanti kamu membutuhkannya." jawab Rizal benar benar serba salah. Ini terlalu beresiko apalagi jika keluarga Liora sampai tau.
"Tidak, mereka tidak akan berfikir begitu. Dan aku tidak akan memberitahu siapapun soal ini. Janji hanya kita berdua dan tuhan yang tau!" jawab Liora namun Rizal tetap terlihat gamang.
Lalu Liora berdiri dan menarik tangan Rizal hingga membuat pemuda itu menatapnya
"Sekarang temani aku beli motor!" ucap Liora sedikit memaksa
"Memangnya kamu bisa nyetir?" tanya Rizal
"Gak bisa. Jadi kak Rizal yang nyetir motornya dan aku di belakang" ucap Liora
__ADS_1
"Lioraaa,,,," ucap Rizal kemudian berdiri
"Oke, aku terima motor itu, dengan syarat aku akan tetap membayarnya. Tapi, nyicil dengan gajiku ya" ucap Rizal menatap Liora dengan serius, lalu dia balik menggenggam tangan gadis itu, Liora tersenyum dan mengangguk. Sekeras apapun Rizal berusaha menolaknya, nyatanya dia sangat sulit menolak keinginan gadis itu. Bahkan harga dirinya akan di pertaruhkan jika keluarganya sampai tau.
"Iya,," jawab Liora
Kemudian Rizal menitipkan motornya di bengkel, setelah itu berjalan keluar dan akan menyebrang jalan bersama Liora menuju ke Showroom motor. Sedetik pun Rizal tidak melepaskan genggaman tangannya pada tangan liora. Meskipun kini keduanya sudah berada di depan Showroom motor yang mereka tuju.
"Mau motor apa?" tanya Liora, gadis itu sama sekali tidak tau soal per-motoran.
"Terserah kamu, pengennya yang mana" jawab Rizal
Liora jadi bingung, motor mana yang akan mereka beli.
"Aku gak ngerti soal motor kak, udah terserah deh mau yang mana" jawab Liora.
"Mau cari motor apa kak?" tanya sales di tempat itu
"Lihat lihat dulu ya mba" jawab Rizal
Kemudian Sales itu menawarkan beberala jenis motor yang ada di tempat itu. Dan akhirnya Rizal menjatuhkan pilihannya pada motor beat street berwarna putih dengan harga 17,5jt , dan liora menyetujuinya. Lalu Liora membayar motor itu dan mengatasnamakan Rizal sebagai pemiliknya. Setelah menyelesaikan pembayarannya dan kelengkapan surat suratnya , Rizal langsung menaiki motor baru itu bersama Liora dan kembali ke bengkel.
"Makasih ya Ly,,, bulan ini setelah gajian aku akan mulai mencicilnya" ucap Rizal saat mereka masih menjajal motor baru
"Iyaaaa" Jawab Liora, ntah perasaannya senang saja hari ini,
"Cicilannya 750rb sebulan, boleh gak?" tanya Rizal
"Terserahhhh" sahut Liora seolah tidak peduli mau berapapun Rizal mencicilnya. Kalaupun dia tidak mencicilnya juga tidak masalah bagi Liora.
Sampai di bengkel Rizal mengambil ponsel didalam saku celananya, lalu dia berselancar sebentar dan memberikan ponselnya pada Liora
"Tuliskan nomer rekeningmu" ucap Rizal
__ADS_1
Liora menatap Rizal, mau tidak mau gadis itu akhirnya mengambil ponsel Rizal dan mengetikkan Nomer Rekeningnya. Setelah itu dia memberikannya lagi pada Rizal.
Rizal kembali berselancar pada benda pipih itu lalu menunjukkan layarnya pada Liora
"Aku udah transfer 2,5juta untuk DP nya. Nanti kamu cek ya" ucap Rizal
"Iya" Jawab Liora, Niat hati ingin memberikan hadiah, malah ujung ujungnya tetap di bayar juga.
Liora hanya menghela nafas berat setelahnya.
Kemudian Rizal kembali menitipkan motor bututnya dan sore nanti akan di ambil lagi. Setelah itu Rizal akan mengantarkan Liora pulang dengan motor baru.
"Kamu baik banget sih Liora,, kamu membuat ku semakin terperosok jauh ke dalam kubangan cinta mu! ya ampunnn,,," batin Rizal rasanya dia ingin berteriak menyuarakan isi hatinya saat ini.
Setalah beberapa menit menempuh perjalanan, akhirnya mereka sampai di rumah Liora juga. Tapi tiba tiba wajah Rizal berubah tegang saat melihat Rangga sudah berdiri di teras bersama Ibu Marissa.
Bodyguard kecil itu sudah menyipitkan matanya saat menatap keduanya.
"Tamat Riwayatku!" batin Rizal
.
.
.
.
.
Hahahaha kalian pulang terlambat, udah ditungguin bodyguard kecil noh 🤣
Liora lagi ngetik nomer rekeningya. Aku juga mau ngetik nomer rekening aku ah, siapa tau nyasar ke rekening aku cicilan motornya 🤣🤣🤣
__ADS_1