
Waktu berlalu begitu cepat, sudah 3 minggu saja waktu berlalu. Selama itu Rizal benar benar mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian dari Dokter Angga untuk dapat mempersunting adiknya, Liora. Meski Rizal tidak tau bagaimana hasilnya nanti, tapi pemuda itu akan berjuang semaksimal mungkin dan hasilnya dia serahkan pada sang pencipta.
Huh!
Rizal membuang nafas kasar untuk menghilangkan kegugupannya, karena pagi ini dia akan berhadapan dengan Dokter Angga, tanpa Rizal tau bukan hanya dokter Angga saja yang akan datang, tapi juga akan ada pak Dermawan.
Saat ini Rizal sudah duduk di sofa ruangan Direktur rumah sakit, dia sedang menunggu kedatangan Angga dengan kegugupan yang luar biasa. Rasanya melebihi sidang saat dia menghadapi dosen di kampus.
"Semua ini demi kamu Liora,,," gumam Rizal
Ceklek!
Jantung Rizal sudah hampir copot saat handle pintu itu di tekan, sampai refleks membuat Rizal menoleh.
"Permisi dokter, saya mau antarkan minuman" ucap seorang OB membawakan minuman untuk Rizal
"Ah iya, silahkan masuk" ucap Rizal sedikit dapat bernafas lega. Karena yang masuk ternyata pak Boy, salah satu OB di rumah sakit itu.
Kemudian Pak Boy meletakan minuman di atas meja.
"Iya sayang,, nanti papa belikan" ucap Angga sambil masuk kedalam ruangan bersama Pak Dermawan. Saat itu Angga sedang menerima telfon dari putri kecilnya, Azzura. Gadis kecil itu meminta sang papa untuk membelikan kelinci.
__ADS_1
"Selamat pagi" Sapa pak Dermawan saat melihat di dalam ada Rizal dan juga pak Boy.
Rizal langsung berdiri dan memberi hormat pada Pak Dermawan dan Angga
"Selamat pagi Dokter" ucap Rizal , begitu juga dengan pak Boy . Kemudian pak Boy pamit keluar dari ruangan itu dan tak lupa menutupnya.
Angga melihat Rizal sudah kembali duduk di tempatnya, Pak Dermawan juga sudah mengambil tempat duduk di depannya. Lalu Angga menutup sambungan telfon dan ikut duduk tak jauh dari papanya. Kini di ruangan itu terdapat 3 orang pria dewasa yang diam dan saling menatap bergantian.
Sumpah demi apa, Rizal semakin di buat deg deg an karena disana juga ada pak Dermawan
"Gugup ya?" sindir Angga, padahal dalam hati papa 3 anak itu ingin sekali tertawa melihat Rizal yang terlihat gugup begitu. Tapi dia tidak akan menunjukkan didepan pemuda itu.
"Ehem, sedikit Dokter" Jawab Rizal
"Apa yang sudah kamu pelajari selama 3 minggu ini?" tanya Angga
"Saya sudah mempelajari dokumen dokumen dan juga buku yang anda berikan Dokter" jawab Rizal
"Baiklah kalau begitu, kita mulai saja sekarang..." ucap Angga dan Rizal mengangguk.
Rizal menarik nafas dalam dan menghembuskan nya sedikit kasar untuk menetralkan dirinya agar lebih fokus dan tidak lupa dengan apa yang dia sudah pelajari. Semoga Saja dia bisa menjawab semua pertanyaan Angga ataupun pak Dermawan nanti.
__ADS_1
"Bagaimana caramu membahagiakan Liora?" tanya Angga pada Rizal dan Rizal langsung melongo kaget mendengar pertanyaan Angga. Bagi Angga tidak perlu menanyakan apa isi dari buku buku dan dokumen yang dia berikan untuk Rizal agar di pelajari. Tidak perlu di ragukan lagi kemampuan pemuda itu, yang sekarang paling penting adalah menilai apa pemuda itu cocok untuk adiknya Liora atau tidak.
"Ma,,ksud dokter?" tanya Rizal masih terlihat bingung
"Jawab, bagaimana caramu membahagiakan adikku nanti?" Tanya Angga dengan mimik wajah serius
"Saya akan berusaha untuk tidak membuatnya menangis, saat menangis pun itu adalah tangis bahagia. Saya tidak bisa berjanji tapi saya akan berusaha. Apapun akan saya lakukan untuk membuat Liora Bahagia bersama saya. Dokter bisa pegang ucapan saya, karena saya sangat pantang melanggar apa yang sudah saya ucapkan. Saya mencintai Liora segenap jiwa dan Raga saya" Jawab Rizal saat menatap Angga dengan tatapan serius
"Jika Liora jatuh miskin, apa yang kamu lakukan?" tanya Angga
"Saya akan tetap bersamanya, saya mencintainya tidak melihat dia kaya ataupun miskin, karena pada dasarnya harta bisa di cari, Jadi meskipun Liora bukan dari keluarga kaya, saya akan tetap mencintainya" Jawab Rizal masih dengan tatapannya yang terlihat sangat serius saat berbicara dengan Angga
"Jadi kapan kamu akan menikahi anak saya?" tanya Pak Dermawan
.
.
.
.
__ADS_1
.
Jawab langsung Om, Sekarang pak saya siap! siapa tau kan langsung di kawinin sama Liora 😌