Aku Punya Papa

Aku Punya Papa
Benarkah Dia Cucuku?


__ADS_3

"Apa anak itu benar benar kembali?!" batin Pak Bagas yang terus mengamati mobil Alphard putih yang parkir di depan rumahnya. Sedang Ibu Zara sudah pergi meninggalkannya mematung sendiri, dia tidak peduli lagi dan tidak mau memikirkan kemarahan suaminya, yang ada di dalam hati dan pikirannya hanya kerinduannya pada putrinya .


Bukan hanya keluarga Zara yang di buat penasaran, tapi juga para tetangga yang ikut melihat dan sangat penasaran, siapa sebenarnya tamu pak Bagas.


Apa benar Zara pulang?!


Seiring langkah ibu Zara semakin dekat ke mobil putih yang sedang parkir di depan rumah, pintu mobil Alphard putih itu juga bergerak ke samping dan memberi akses keluar bagi pemilik kendaraan yang akan keluar.


Deg!


Langkah Ibu Zara terhenti saat melihat sebuah kaki dengan di tutup kaos kaki dan beralaskan flat shoes, bergerak turun dari mobil mewah itu. Pemiliknya memakai gamis berwarna biru, menandakan itu pasti perempuan, keyakinan ibu Zara semakin kuat, pasti yang datang itu Zara putrinya.


Begitu kaki Zara sudah menginjak tanah, tubuhnya pun terdorong keluar dan membuat Ibu Zara gemetar menahan tangis saat melihat seorang wanita berhijab biru tua itu keluar dari mobil mewah itu. Wanita itu terlihat lebih dewasa, tapi itu tetaplah Zara putrinya


"Ibu" satu kata terucap di bibir Zara saat melihat sang ibu berdiri tak jauh dari dia berdiri sekarang. Terlihat wanita paruh baya itu semakin kurus tak terawat.


"Zaraa,,," Panggilan itu membuat Zara tidak bisa menahan tangisnya. Jantungnya berdetak begitu cepat, dia sangat rindu, begitu rindu. Dengan cepat Zara berlari dan memeluk ibunya begitu erat.


"Ibuuuuu,,," Tangisnya kian pecah saat mendengar sang ibu juga turut menangis.


Keduanya tidak bisa mengungkapkan apapun lagi, semua rasa rindunya seakan tumpah ruah begitu saja. Sedang begitu, Pak Bagas di buat memanas, dia juga ingin menangis namun rasa kecewanya kembali menyeruak didalam dadanya dan rasa penasaran tetangga pun terjawab sudah.


Riuhnya obrolan para tetangga hampir memenuhi tempat itu. Semua orang hampir tidak bisa mengenali Zara karena penampilan Zara sangat berubah, terlihat semakin cantik dan Dewasa.


"Itu Zara sudah pulang!"


"Iya itu beneran Zara! pangling lihatnya!"

__ADS_1


"Iya, makin cantik yak?! tapi emang dasaran udah cantik dari dulu!"


"Terlihat dewasa. Pulang sama sapa yak Zara?"


"Bu ibu, itu bener Zara yang pulang, makin geulis pisan.. mesti mantan suaminya itu Bryan nyesell bener ceraiin dia. Itu berita berita yang beredar kayaknya hoax aja nah dari Bryan!"


"Haha belom bisa mopeon kali dia?!"


"Move On bu Anjar!"


"Ah iya itu Movon! iih jadi penasaran sama anak dan calonnya Zara! katanya jelek!"


Obrolan itu terus berlangsung tidak hanya ibu ibu yang membicarakan Zara tapi juga bapak bapak yang berada di tenda depan rumah pak Arto. Pak Bagas masih bergeming, tidak bicara apapun dan tidak menanggapi pertanyaan tetangga padanya.


"Maafkan Zara bu,,, Zara rindu sama ibu" bibir dokter cantik itu bergetar saat mengatakan kalimat itu pada ibunya


"Iya,, ibu sudah memaafkan kamu, ibu juga sangat merindukanmu Zara. Kenapa kamu tidak pulang nak?! Semarah itu kah kamu pada ibu dan bapakmu?!" Zara dan Ibunya masih berpelukan, keduanya masih menangis meluapkan kerinduan dan juga isi hati mereka.


Ibu Zara melepas pelukannya, mengusap air matanya, begitu juga dengan Zara


"Kamu anak ibu, sebesar apapun kesalahan kamu, kamu tetap anak ibu, ibu sudah memaafkan kamu nak" ucap Ibu Zara dengan bibir bergetar


"Ibu,,, terima kasih bu!" Ucap Zara kembali memeluk sang ibu dengan begitu erat. Ibu pun juga kembali ikut menangis.


Didalam mobil Angga masih menahan Rangga, dia membiarkan Zara dan ibunya bertemu lebih dulu dan menanti bapaknya yang tak junjung pulang. Beberapa saat kemudian


Tangis ibu Zara terhenti saat melihat seorang anak kecil keluar dari mobil putih itu, ibu terpaku dengan senyum manis anak itu yang tertuju padanya, anak kecil itu sangat tampan

__ADS_1


Deg!


"Siapa dia?" tanya Ibu,


Zara melepas pelukannya dan berbalik melihat ke belakang, Zara tersenyum saat melihat Rangga yang keluar dari mobil dan memberikan senyuman terbaiknya


"Itu cucu mu bu!" Jawab Zara


"Cucu?!" tanya Ibu seolah salah dengar


"Nenek!" Teriak Rangga, kemudian berlari ke arah sang Nenek


Ibu Zara di buat gemetar saat Rangga memeluknya tiba tiba, pelukan itu begitu erat. Bahkan membuat tangis ibu Zara kembali terdengar


"Benarkah dia cucuku?"


.


.


.


.


.


Iya bu,,,, bener itu cucu ibu yang ganteng!

__ADS_1


Semua yang dikatakan Bryan itu HOAX! Anak ganteng gitu kok di bilang dekil, ingusan?! Nanti ibu ngadu aja sama calon mantu mu biar, Brianaaaa itu di Bedah! 🤣


Bryan,,, siap siap lo, jadi santapan 🐊🦈


__ADS_2