
Liora sudah berada di ruangan kerja barunya. Hari pertama kerja dia sudah di hadapkan dengan banyaknya pasien yang masuk ke IGD. Tidak sedikitpun canggung atau kaku, Dokter muda itu bekerja dengan cepat dalam menangani pasiennya di bantu para suster yang ada di rumah sakit itu.
Sampai tiba waktu jam makan siang,
"Dokter mau pesanan makanan di kantin, atau akan makan di luar?" tanya seorang suster
"Aku akan makan di kantin" jawab Liora
"Baik Dokter" Jawab suster
Beberapa saat setelah menyelesaikan tugasnya, Liora keluar dari ruang IGD, Dia ingin ke kantin dan melihat lihat rumah sakit cabang yang dulunya masih kecil, sekarang sudah cukup besar semenjak Angga memegang rumah sakit. Bukan pak Dermawan tidak bisa membesarkan rumah sakit itu, tapi pekerjaannya sudah terlalu banyak, apalagi mengurusi rumah sakit pusat saja sudah membuatnya pusing.
Liora duduk di salah satu meja kantin dan kemudian memesan makanan.
"Itu anak pemilik rumah sakit ini? cantik juga"
Seorang dokter pria masih muda dan juga tampan melihat Liora dari kejauhan. Kemudian dokter muda itu datang dengan membawa makanannya
"Ehem,,, boleh duduk disini?" tanya dokter muda itu
Liora yang sedang berselancar dengan ponselnya itu merasa terusik. Sedang asyik asyik chating bersama Rizal malah di ganggu. Lalu Liora menoleh ke sumber suara, dia melihat seorang dokter muda sedang berdiri dengan membawa piring dan juga gelas minuman.
"Ini tempat umum, duduk saja kalau mau duduk" jawab Liora terdengar sedikit ketus
"Terima kasih" dokter muda itu duduk di depan Liora.
"Perkenalkan saya Dokter Davin, dokter spesialis Kulit di rumah sakit ini" ucap Davin
"Saya Liora" Jawab Liora singkat saja
"Kamu baru yah disini?" tanya Davin sambil menyantap makanannya
"Iya, di IGD" jawab Liora, kemudian pelayan kantin mengantarkan makanan pesanan Liora.
"Ohh,,,tinggal dimana?" tanya dr. Davin pura pua tidak tau jika Liora adalah anak pemilik rumah sakit itu
"Edelweiss,," Jawab Liora yang hanya menyebutkan nama jalan menuju ke rumah pak Dermawan
"Oohh,, baru lulus kuliah yah?" tanya Davin dan Liora hanya mengangguk.
Merasa risih karena Davin sangat cerewet, rasanya Liora ingin pergi saja andai dia belum memesan makanan. Dengan cepat Liora menghabiskan makanannya agar segera pergi
"Cepet cepet banget?" tanya Davin saat melihat Liora makan dengan cepat
__ADS_1
"Iya aku ada kerjaan setelah ini" jawab Liora.
"Liora, apa boleh saya minta nomer telfon mu?" tanya Davin sebelum Liora pergi
"Untuk apa?" tanya Liora
"Mungkin kita bisa berteman" ucap Davin
Tepat saat itu ponsel Liora berdering, gadis itu merogoh saku jas dokternya dan melihat ada panggilan dari Zara. Liora melihat Davin sebentar, lalu mengangkat telfon dari Zara
"Assalamualaikum sayang,,, ada apa? aku baru aja selesai makan siang, kamu sudah makan?" ucap Liora sambil berjalan pergi meninggalkan Davin yang masih mematung di tempatnya.
"Apa dia sudah memiliki kekasih? setahuku anak pemilik rumah sakit ini belum menikah" batin Davin dengan terus melihat Liora yang berjalan semakin jauh
Sementara itu di tempat lain, Zara terkaget kaget saat mendengar ucapan Liora
"Anak ini kesambet apa sih?!" ucap Zara sambil menatap ponselnya.
**
Jam praktek Rizal sudah selesai, kemudian pemuda itu membereskan barang barangnya dan bersiap untuk menjemput Liora. Meski jalan yang dia tempuh untuk sampai di Rumah sakit cabang hampir 45menit, tapi dia akan tetap mengantar jemput gadis pujaan hatinya itu. Setelah selesai membereskan barang barangnya Rizal segera keluar dari ruangannya.
Dipertengahan jalan, Rizal berhenti di sebuah toko bunga, Dia ingin membelikan hadiah kecil untuk kekasihnya itu. Lalu Rizal memilih milih bunga mana yang cocok sebagai hadiah. Setelah membeli buket bunga mawar merah, Rizal kembali melanjutkan perjalanannya yang tak jauh lagi dia akan sampai.
My Liora
Sayang, aku sudah di parkiran.
Liora yang sedang berada di sebuah ruangan, saat ini dia sedang belajar bersama orang kepercayaan papanya. Lalu Liora membalas pesan Rizal
My Love
Oke sayang, 5 menit lagi aku selesai
Setelah membalas pesan Rizal, gadis itu segera menyelesaikan tugasnya. Hingga 5 menit kemudian Liora pamit pulang, gadis itu keluar dari ruangan dengan wajah sumringah karena akan bertemu dengan kekasihnya.
Saat Liora berjalan ke lobby, Davin baru keluar dari ruangan kerjanya.
"Itu kan Liora" batin Davin.
Kemudian Davin mengejar Liora, pemuda itu di buat penasaran oleh Liora. Biasanya dia akan mudah menarik simpatik para gadis, tapi Liora gadis berbeda dan menjadi tantangan tersendiri bagi Davin untuk dapat menaklukkan gadis cantik itu.
"Hai sayang,," ucap Rizal saat menyapa Liora dengan membawa buket bunga mawar merah, Liora terlihat begitu senang saat Rizal datang dengan memberikannya bunga.
__ADS_1
"Haii,, nunggu lama yah? maaf yahh" ucap Liora saat sudah berada di dekat Rizal
"Belum lama, ini bunga untuk kamu" ucap Rizal memberikan buket bunga mawarnya untuk Liora
"Terima kasih,,, romantis banget sihhh, gemessss deh, pengen gigit!" kekeh Liora
"Iihh mulai deh mesumnya!" ucap Rizal dengan tersenyum, sepertinya Rizal harus terbiasa mendengar kata kata Liora yang sering mengandung kemesuuman.
"Ayo pulang" ucap Rizal lalu merengkuh pinggang Liora dan mengajaknya untuk masuk kedalam mobil. Rizal membuka kan pintu mobil dan mempersilahkan kekasihnya untuk masuk kedalam.
"Terima kasih,," ucap Liora
Rizal membalasnya dengan tersenyum, lalu menutup pintu mobil dan berjalan cepat ke arah kursi kemudi. Setelah itu Rizal masuk kedalam dan menutup pintunya. Saat Liora menatap kedepan dia melihat ada Davin yang tak jauh dari tempatnya sekarang.
"Kak,," ucap Liora
"Ada apa?" tanya Rizal
"Dokter muda itu tadi ngajak kenalan" ucap Liora saat Rizal sudah menjalankan mobilnya, sekilas Rizal melihat seorang dokter muda berdiri dan seperti melihat pergerakan mobil mereka.
"Oh iya?! siapa namanya?" tanya Rizal sedikit menahan sesak ketika kekasihnya di dekati pria lain
"Davin, tapi aku gak tertarik, karena di hati aku cuma ada kamu" ucap Liora sambil menjawil dagu Rizal, Rizal tersenyum, rasa kesalnya pun langsung hilang seketika
"Di hati aku juga hanya ada kamu,," ucap Rizal sambil mengusap lembut pipi Liora, Wajah gadis itu langsung berubah merona.
Mobil Liora sudah tak terlihat lagi, belum sampai mendekat, harapan dr. Davin sudah patah ketika melihat Liora pulang di jemput oleh kekasihnya. Dilihat dari jauh saja terlihat jika kekasih liora itu tampan dan mapan, mobilnya saja mewah. Davin pun memilih untuk mundur teratur daripada maju tak gentar untuk mendapatkan anak pemilik rumah sakit itu.
"Andai aku yang lebih dulu bertemu dengan Liora,,,,," batinnya.
.
.
.
.
.
.
Walahhhh,, jangan mimpi kamu Vin, nanti kamu di omeli fans nya babang Rizal, habisssss kamu! mending kamu sama aku aja, eh sama readersku yang jomblo aja 🤣✌️ Ayo cung, siapa yang masih jomblo 😌
__ADS_1