Aku Punya Papa

Aku Punya Papa
Kau Pulang Saja!


__ADS_3

Tangan Zara sudah terbuka lebar menghalangi Angga yang akan di hajar Satria


"Semua dengarkan aku!" Ucap Zara dengan nada tegas.


Semua orang diam dan menatap kepada Zara. Zara menurunkan tangannya, kemudian menarik nafas dalam dan menghembuskan nya kasar


"Jangan salahkan kak Angga! salahkan saja Zara!" ucap Zara terdengar lirih


"Apa maksudmu?! bukan kah lelaki ini yang melecehkan mu?!" sarkas Satria. Kakak laki laki Zara itu terlihat begitu emosi. Wajahnya yang sedikit mirip dengan Zara itu merah padam. Keturunan pak Bagas memang tidak ada yang jelek dari segi fisiknya, semuanya bak anak kota meski keduanya lahir di desa. Keduanya yang terawat cantik dan tampan dengan kulit putih, hidung mancung, mata sipit menurun dari pak Bagas.


"Dengarkan Zara kak!, Jangan salahkan kak Angga, ini bukan kesalahan dia. Zara yang sudah menggodanya, Zara yang menyerahkan semuanya padanya! jadi jangan salahkan dia!" ucap Zara menatap Satria yang menggeleng tidak percaya


"Bohong kamu!" Sarkas Satria sambil menunjuk wajah adiknya dengan jari telunjuknya


"Zara gak bohong kak! Kak Angga sudah menolak Zara, tapi Zara terus memaksanya. Zara tidak dileceehkan kak,,, tidak!" ucap Zara sudah berkaca kaca


Ibu menangis mendengar pengakuan Zara, dia tidak menyangka jika semuanya karena putrinya sendiri.


"JADI KAU BERBOHONG SELAMA INI?!" Suara barito itu terdengar begitu jelas membuat semua orang menatap ke arah pintu keluar


Deg!


"Bapak?!" Zara, Ibu, dan Satria mengatakan itu bersamaan


"Maafkan Zara pak" ucap Zara dengan mata berkaca kaca.


"KAU BENAR BENAR MEMBUAT MALU! UNTUK APA KAU DATANG LAGI KE RUMAH KU HAH?!" sarkas Pak Bagas

__ADS_1


Zara tergugu mendengar suara keras itu lagi memaki dirinya


"Maafkan Zaraaa pakk,,," Wanita itu sudah berlari, bersimpuh dan memeluk kaki bapaknya dengan deraian air matanya


Pak Bagas bergeming ditempatnya, niat awalnya pulang ingin bicara baik baik, namun dia harus menelan kekecewaan lagi dengan kenyataan yang sebenarnya. Ternyata Zara tidak di leceehkan tapi malah seperti seorang wanita muurahan, melemparkan diri pada seorang pria.


"Maafkan Zaraa,,, Zara hanya bisa membuat malu bapak dan ibu,," Zara terus menangis dengan memeluk kaki pak Bagas


"LEPASKAN KAKIKU!" Suara pak Bagas terdengar begitu dingin


Ibu tidak tega melihat Zara terus menangis seperti itu, begitu juga dengan Angga.


"Tidak, Zara tidak akan melepaskan sebelum bapak memaafkan Zara" jawabnya dengan terus menangis memohon ampunan


"LEPASKAN!" Pak Bagas menggerakkan kakinya susah payah karena Zara masih memeluk kakinya


"KAU PULANG SAJA, TIDAK PERLU TANGGUNG JAWAB TERHADAP WANITA INI!" tatapan Pak Bagas begitu tajam saat menatap Angga


"Tidak pak! saya tidak akan meninggalkan Zara dan putra kami! Saya mencintai Zara, bahkan sebelum anda menjodohkan dengan Bryan!" Ucap Angga menatap pak Bagas tanpa Rasa takut


"Apa bapak tau alasan kenapa Zara melakukan itu?! Harusnya bapak sadar! Zara melakukan itu karena tertekan! Bapak memaksanya menikah dengan Bryan! Apa bapak lupa, Zara pernah pergi dari rumah setelah hari lamaran keluarga Bryan?!" ucap Angga lagi


"KAU TAU APA HAH?!" sarkas pak Bagas


"Saya tau semuanya! Bapak menjodohkan Zara dengan Bryan karena dia anak dari teman baik bapak. Dia sudah banyak membantu kuliah Zara dan keluarga ini!. Tapi apa bapak pernah berfikir kebahagiaan anak bapak?! Bapak ingin Zara menjadi dokter, Padahal Zara hanya ingin menjadi bidan. Saya hanya ingin menyadarkan bapak, selama ini bapak, keluarga ini dan saya sendiri sudah menelantarkan Zara dan Rangga bertahun tahun! Selama ini Zara hidup menderita sendiri tanpa keluarga, tanpa suami membesarkan Rangga dengan kerja kerasnya sendiri. Zara tidak pernah meminta saya bertanggung jawab, tapi saya yang ingin menikahi Zara karena saya mencintainya sejak kami masih duduk di bangku kuliah! Apa bapak dan ibu lupa? bahkan saya hadir di pernikahan Zara dan Bryan 5 tahun yang lalu. Apa kalian akan menghukum Zara lagi? mau sampai kapan?! Apa belum cukup dia menderita sendiri selama ini?!". Angga terus bicara tanpa memberikan kesempatan orang lain untuk menyela ucapannya


"Jika kalian tidak mau menerima Zara lagi, tidak masalah! saya akan membawa Zara dan Rangga pergi dari rumah ini. Dan saya akan pastikan, Zara tidak akan pernah lagi menginjakkan kakinya di desa ini!" Ucap Angga membuat semua orang terdiam.

__ADS_1


"Ada ataupun tanpa restu kalian, Saya akan tetap menikahi Zara! Kami kesini untuk meminta maaf tapi semua percuma, karena orang orang di rumah ini memiliki hati beku! Ayo Ra, Kita pulang ke rumah ku!" Angga beranjak dari tempatnya berdiri dan akan membawa Zara pergi


"Jangannnn,,, Jangan bawa Zara pergi lagi!" Teriak Ibu Zara sambil menangis.


"Kamu tidak bisa seenaknya membawa adikku pergi!" Satria menarik kasar lengan Angga yang akan menggapai Zara, namun kali ini Angga melawan, sekali sentak tangan satria langsung terlepas


"Biarkan kami pergi! Toh Bapak tua ini tidak mau memaafkan orang yang sudah mengakui kesalahannya dan berubah!" Angga menatap sinis pada pak Bagas tanpa rasa takut, sedang pak Bagas seperti sedang menahan amarah yang sudah hampir meledak.


"Ayo Ra kita pergi dari sini. Lebih baik kita Kawin lari!" Ucap Angga menarik lengan Zara saat wanita itu masih terus saja menangis sambil meminta maaf pada bapaknya.


"Ayo Sayang, kita besarkan anak kita! aku masih mampu menghidupi kamu dan anak anak kita!" Ucap Angga masih berusaha menarik Zara


"KRNG AJAR!" Pak Bagas yang sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi langsung mencengkram kuat krah kemeja Angga dengan mata melotot dan wajah merah padam


"Apa ?! bapak mau apa? pukul saya?! pukul! silahkan pukul jika itu membuat bapak Sadar atas kesalahan bapak!" ucapan Angga memprovokasi pak Bagas untuk memukulnya. Bahkan Angga sudah menyiapkan wajah tampannya itu untuk kembali mendapat bogeman dari orang tua Zara


.


.


.


Duoooosssss!


Bogem pak! kasih, biar Angga bonyok lagi 🤣 baru beberapa hari wajah tampannya balik, masak kena bogem lagi?! Nanti Rangga Gak kenal lagi loh sama bapaknya 😅


Makacihhh yawww yang udah kasih Vote akuh😘 Sehari ini akuh sudah kasih 2 bab dan sudah 2000 kata, jariku kriting 🤣 lanjut besok lagi, kalian jangan protes! 🥵

__ADS_1


__ADS_2