
"Bryan"
Bryan menatap seorang wanita yang mengenakan kemeja biru garis garis putih dengan celana putih dengan rambut terurai panjang namun terlihat sangat rapi
"Jane?!"
Bryan mengenali wanita yang tadi memanggilnya, dan senyum keduanya langsung mengembang
"Benar kamu Bryan, ku kira aku salah orang!" ucap dokter Jane
"Kamu masih mengenaliku?! padahal sudah sangat lama kita tidak bertemu yah, bagaimana kabar mu?" tanya Bryan dengan gaya sok kegantengan
"Aku baik. Kamu sedang apa disini?" tanya Dokter Jane
"Papa ku sedang di tangani dokter di ruang IGD, sekarang aku mau mengurus administrasinya dulu. Apa kamu bisa menungguku sebentar? aku mau mengurus ini dulu" ucap Bryan
"Iya " jawab Dokter Jane
Kemudian Bryan mengurusi administrasi rumah sakit untuk papanya, sedangkan Dokter Jane duduk di kursi tunggu, menunggu Bryan selesai dengan urusannya. Tak lama Bryan menghampiri Dokter Jane yang sedang berselancar di dunia maya
"Jane, apa kamu sibuk ?" tanya Bryan yang kemudian duduk d samping dokter Jane
"Tidak, aku hanya akan langsung pulang saja. Kenapa memintaku menunggu?" tanya Dokter Jane
"Kita sudah lama tidak bertemu, apa kamu tidak merindukan aku?!" ucap Bryan
"Ck! untuk apa aku merindukan playboy seperti kamu hah?!" cetus Jane
"Aku ingin bicara sebentar denganmu, tapi, jangan disini" ucap Bryan
"Dimana?" tanya Dokter Jane
"Keluar saja, di seberang rumah sakit ini ada Cafe. Tapi aku akan menghubungi mama ku dulu" ucap Bryan
"Tapi aku tidak bisa lama" ucap Dokter Jane
"Iya gak papa, sebentar saja" ucap Bryan
Lalu Bryan menghubungi ibunya dan memberitahukan jika Bryan ada urusan sedikit jadi tidak langsung kembali ke IGD . Kemudian Bryan dan Dokter Jane pergi ke Cafe yang ada di seberang rumah sakit.
"Apa yang ingin kamu bicarakan ?" tanya Dokter Jane
"Kau masih ingat kan pada Zara?" tanya Bryan
__ADS_1
"Zara? maksudmu Zara gadis centil di kelas A dulu?" tanya Dokter Jane
"Iya,, jadi kamu masih mengingatnya?" ucap Bryan
"Jelas aku sangat ingat, karena gara gara dia dulu aku harus pindah sekolah dan kehilangan kontak denganmu" batin Dokter Jane.
"Aku masih ingat, dia kan kerja juga di rumah sakit itu. Ada apa? kenapa kau tanyakan dia?". Dokter Jane tidak tau jika Bryan adalah mantan suami Zara
"Dia mantan istriku," ucap Bryan
Deg!
Dokter Jane kaget mendengar ucapan Bryan.
"Sungguh?! aku benar benar tidak tau itu, bahkan teman teman yang lain tidak ada yang memberitahuku jika kalian menikah. Terus kenapa kalian berpisah?!" tanya Dokter Jane
"Dia menipuku, dia sudah hamil anak pria lain saat menikah denganku. Jadi aku langsung menceraikannya " jawab Bryan
"Cih! memang dasar wanita kecentilan, pantas saja dia berstatus janda dengan seorang anak. Ternyata dia sudah hamil duluan sebelum menikah. Muraahan sekali!" batin Jane
"Di rumah sakit juga sedang heboh, dia digosipkan dekat dengan banyak dokter. Mau masih gadis ataupun sudah status janda ternyata tetep aja kegatelan. Hiii,,, amit amit,, Lagian kenapa kamu mau nikah sama Zara? kamu cinta?!" tanya Dokter Jane
"Tidak, keluarga ku yang ingin kami menikah. Sebenarnya,, aku,, memiliki perasaan denganmu. Kamu masih sendiri kan?" ucap Bryan pada Dokter Jane dengan memiliki niat terselubung
Dulu Jane memiliki rasa pada Bryan, tapi tidak diungkapkan karena Bryan banyak di gosipkan dekat dengan gadis gadis di sekolah mereka. Jane dan Bryan satu kelas B sedangkan Zara kelas A. Bryan pernah mengejar Zara tapi gadis itu tidak mau karena reputasi Bryan yang buruk, dia suka gonta ganti pacar. Sedangkan Zara sudah seperti kembang sekolah, banyak pemuda mengejarnya namun gadis itu tidak sedikitpun menanggapi, semua dianggap teman.
Jane pernah memfitnah Zara mencuri HP temannya, namun Zara dapat membuktikan jika dirinya tidak bersalah berkat bantuan salah satu temannya. Akhirnya Jane malu dan memilih untuk pindah sekolah di luar kota.
Jane menarik tangannya yang di genggam Bryan
"Kita baru saja bertemu, kita juga tidak dekat Bry,, " Dokter Jane tidak ingin menanggapi terlalu serius ucapan Bryan.
Bryan terdiam, satu hal yang dia yakini bahwa Jane pasti belum menikah, dia tidak akan menyerah, dia akan mendapatkan Jane dan memanfaatkan Dokter Jane untuk membalas perbuatan Angga dan Zara yang sudah mempermalukan keluarga nya.
"Kita masih banyak waktu untuk saling mengenal, yang penting aku tidak sedang berhubungan dengan istri orang" Ucap Bryan dengan tersenyum sedangkan Jane tersenyum kecil.
**
Waktu sudah beranjak malam, dirumah pak Bagas terlihat begitu ramai. Semua keluarga besar berkumpul dirumah itu begitu mendengar kabar Zara menikah. Semua keluarga menyambut baik Angga dan Rangga sebagai anggota baru di keluarga besar mereka.
Karena kebanyakan dari mereka tinggal di desa lain, jadi mereka memutuskan untuk menginap dirumah pak Bagas malam itu. Ruang tamu diisi oleh bapak bapak sedang ruang keluarga di isi ibu ibu dan juga anak anak mereka.
"Mama,, Langga tidul cama pakde Catlia ya" ucap Rangga
__ADS_1
"Tapi di kamar pakde kan ada kak Nizam, kak Teguh dan adik Ifan. Nanti Rangga gak bisa tidur loh. Udah tidur di kamar aja sama mama dan papa ya" jawab Zara
"Iya Rangga, tidur sama papa dan mama aja, besok kan masih bisa main lagi sama Pakde Satria. Besok ikut papa ke sawah gak sama kakek? Rangga belum pernah kan main d sawah?" tanya Angga
"Iya pa, Langga mau ikut ke cawah" jawab Rangga
"Kalau gitu, ayo kita tidur, besok pagi pagi kita ikut kakek ke sawah" ucap Zara
Kemudian Mereka bertiga pamit ke kamar karena waktu juga sudah menunjukkan waktu istirahat, dan keluarga juga akan istirahat semua. Lalu ketiganya masuk kedalam kamar.
"Langga tidul di tengah yah,,," Rangga sudah mengambil posisi lebih dulu
Angga dan Zara tersenyum lalu keduanya juga akan menyusul putra mereka.
"Malam pertamanya di pending dulu" Bisik Angga, setelahnya Angga memberikan satu kecupan manis di pipi Zara, hingga membuat wanita cantik itu merona.
"Kok mama aja yang di cium? langga?" tanya bocah tampan itu saat melihat papanya mencium pipi mamanya
Angga sudah naik ke atas tempat tidur lalu memberikan kecupan bertubi tubi di pipi Rangga hingga membuat bocah tampan itu terkekeh geli.
"Hihihhii cukup pa cukup,,,!" ucap Rangga
"Dari mama belum" Sambung Zara, lalu Angga memberi ruang pada Zara untuk memberikan kecupan sayang pada putranya.
"Muuaacchh,, selamat malam sayang" ucap Zara
Rangga mengecup bergantian pipi papa dan mamanya dengan gembira
"Celamat malam papa, celamat malam mama" ucap nya dengan tersenyum
Kedua orang tua muda itu pun membalas senyum, lalu ikut berbaring di samping putranya. Kemudian mereka memejamkan mata dan mencoba untuk segera tidur. Zara mengusap usap punggung Rangga seperti biasa. Sedangkan Angga menepuk nepuk pahaa istrinya.
.
.
.
.
Maaf gaess baru sempat nulis aku🤣
seharian sakit perut, mungkin efek tanggal tua 🥴
__ADS_1