
Angga duduk di kursi biasanya dia bekerja, Sedangkan Jane duduk di depan meja kerja dokter tampan itu. Pagi itu, suster Ana yang biasanya membantu dokter Angga tidak terlihat ada di ruangan itu, hingga didalam ruangan itu hanya ada dokter Angga dan Dokter Jane saja.
Dokter Jane tersenyum manis, namun Angga terlihat biasa saja.
"Cepat katakan, apa yang ingin anda katakan, dokter Jane" ucap Angga dengan nada dingin
Meski terdengar sangat tegas dan tatapan nya terlihat sangat dingin, namun tidak mengurangi kadar ketampanan Dokter Angga saat itu.
"Ehm,, baik dokter" jawab dokter Jane
Sebelum bicara, dokter cantik itu membetulkan pakaiannya. Kemudian duduknya pun di buat semakin nyaman duduk di depan Dokter Angga
"Begini dokter, bukan maksud saya untuk ikut campur masalah pribadi dokter dan Dokter Zara. Tapi,,, dari berita yang beredar dan saya dengar dirumah sakit ini, itu sangat tidak mengenakkan untuk di dengar..."
"Saya mengenal Dokter Zara cukup lama, dokter. Sejak,,, ya dulu kami pernah satu SMA, tapi tidak berlangsung lama karena saya ikut pindah keluar kota bersama keluarga saya. Tapi saya cukup tau, sejak dulu Dokter Zara terkenal sangat centil, dan suka gonta ganti pacar. Dan,,, apa dokter tau,, jika dia itu sudah pernah menikah? Dokter harus tau,, jika mantan suami dokter Zara itu juga salah satu teman kami. Harusnya dokter berfikir ulang untuk mendekati Dokter Zara" ucap Dokter Jane tanpa memberikan kesempatan Angga untuk bicara.
Tapi Angga sedari tadi diam, dia mendengar dengan sangat jelas bahkan menangkap sesuatu, selain Bryan bisa jadi dokter wanita itu juga ikut terlibat dalam penyebaran berita mereka di rumah sakit.
"Apa dokter tau? Anak yang saat ini bersama Dokter Zara itu bukan anak dari mantan suaminya. Tapi dari pria lain. Sangat sangat jelas dokter, dia itu bukan wanita baik baik dan bisa mencemarkan nama baik keluarga Dokter..." ucap Dokter Jane lagi
__ADS_1
Angga sudah menahan amarah, dia ingin sekali merobek mulut Dokter wanita itu yang terus bicara soal istrinya. Tapi Angga ingat pesan Zara untuk tidak bertindak gegabah.
" Dokter itu tampan, mapan, dan pasti bisa mendapatkan istri yang jauh lebih baik dari Dokter Zara. Beneran deh Dokter, saya cukup kenal dengan dokter Zara. Saya memberitahu dokter Angga, supaya dokter Angga tau, siapa sebenarnya dokter Zara. Jangan sampai dokter terperdaya oleh parasnya . Meski parasnya cantik tapi hatinya busuk,,,! dia hanya ingin memanfaatkan dokter untuk mendapatkan kehidupan yang layak..!" ucap Dokter Jane
"Apa Anda sudah selesai bicara?!" tanya Angga terlihat sangat dingin
"Sudah dokter" Jawab dokter Jane
"Itu disana ada pintu keluar, Silahkan anda keluar dari ruangan saya!" ucap Angga seperti menahan sesuatu,
"Dokter mengusir saya?" tanya Dokter Jane kaget. Bukannya berterima kasih, Angga malah mengusirnya
"Saya tidak suka dengan pengulangan! apa perlu saya panggilkan scurity?!" tanya Angga
"Cih! bukannya berterima kasih, tapi malah mengusirku!" batin Dokter Jane
"Baik dok, saya permisi" Ucap Dokter Jane, lalu dokter wanita itu keluar dari ruangan Angga.
Dokter Jane keluar dari ruangan Angga dengan wajah masam. Dokter Jane tidak menyukai Angga tapi dia melakukan itu karena ingin menyingkirkan Zara dari rumah sakit itu. Karena Seharusnya adik Dokter Jane yang dipindahkan kerumah sakit itu tapi Dokter Januar malah menggantikan adiknya Dokter Jane dengan Dokter Zara. Saat itu Dokter Louis yang meminta papanya agar Dokter Zara yang di pindahkan agar mereka bisa bersama. Namun takdir berkata lain.
__ADS_1
"Tak masalah dia dingin padaku! tapi sekarang Dokter Angga sudah tau kebusukan Zara! aku yakin setelah ini, wanita itu akan di tendang dari rumah sakit itu! Huh! tunggu saja Zara!" Dokter Jane melangkah kan kakinya dengan mantap menuju ruangannya.
Sementara itu,,
Angga menarik kesimpulan, bisa jadi gosip yang beredar itu ulah dari rubah betina itu, dan pasti dia tidak sendiri. Untung saja di ruangan itu terpasang CCTV tersembunyi, sehingga obrolan mereka tadi sudah terekam dan tersimpan di memori.
Di tempat lain, Dokter Zara sedang menemani Dokter Yoga, salah satu dokter senior di rumah sakit itu untuk berkunjung ke kamar pasien. Berdasarkan perintah dari pak Dermawan, Dokter Yoga akan membimbing Zara , sampai menunggu Zara bisa melanjutkan kuliah untuk mengambil spesialis. Zara pun turut senang saat berkesempatan untuk belajar pada Dokter Senior nya.
Tepat saat itu Dokter Yoga dan Dokter Zara masuk ke ruang Inap kelas 1, tempat pak Danang di rawat
.
.
.
.
.
__ADS_1
Nah keluarga pak Danang ketemu Zara🤣
Ada yang kangen gak sama mulut lemesnya Bryana?? 😂