Aku Punya Papa

Aku Punya Papa
Nasib Mujur


__ADS_3

Rangga berlari kedepan saat mendengar suara motor berhenti di depan rumah. Dia yakin itu suara motor Rizal dan keluarganya. Makanya dia pergi kedepan untuk melihat benar atau tidak.


Ternyata benar, tapi Rangga melihat mereka malah berkerumun bukan nya malah masuk kedalam rumah.


"Loh, kok gak macuk?!" ucap Rangga dan membuat semua orang menoleh


"Dia siapa Zal?" tanya Pak Bayu


"Itu Rangga pa, anak kakaknya Liora" jawab Rizal. Jika Rangga sudah muncul, pemuda itu langsung waspada.


"Ya ampunnn,,, ganteng banget !! bikin geumesss,, pengen cubiiit!" ucap Cinta namun hanya berani berucap saja tanpa mendekat.


"Rangga,,, mau kemana kamu?" pak Dermawan keluar saat melihat Rangga berdiri di depan pintu


"Om Lijal cudah datang opa" jawab Rangga


"Itu,,," ucap pak bayu saat melihat pak Dermawan


"Itu pak Dermawan, papanya Liora" jawab Rizal


"Malam pak" ucap Rizal menyapa pak Dermawan


"Malam, loh itu kok ibunya duduk di lantai? kotor loh Zal. Bukannya diajak masuk" ucap pak Dermawan saat melihat ibu Rizal masih duduk di lantai


Sangat malu, benar benar malu, tapi mau bagaimana, kaki Ibu Mira sangat lemas melihat keluarga calon besannya.


" Ma,, mama masih kuat? apa perlu Rizal gendong?" tanya Rizal cukup khawatir melihat kondisi mamanya


"Bantu mama berdiri saja" ucap Ibu Mira..


Lalu Rizal membantu mamanya berdiri dan pak Bayu ganti membawa paper bag yang di bawa Ibu Mira sebelumnya. Lalu Rizal memapah sang mama untuk menghampiri pak Dermawan dan Rangga yang masih berdiri di teras depan

__ADS_1


"Assalamualaikum pak, saya Bayu,, papa nya Rizal" ucap pak Bayu saat menyapa pak Dermawan


"Wa'alaikumsalam pak, saya Dermawan, papanya Liora. Mari silahkan masuk" jawab pak Dermawan dengan sangat ramah.


Keluarga Rizal tidak menyangka jika calon besan mereka sangat ramah.


"Oma napa? kok lemec gicu?" tanya Rangga saat melihat Ibu Mira


"Oma,,," sedikit canggung ketika di panggil oma


"Oma,, lemes aja,," jawab Ibu Mira


"Oma belum makan ya? nanti makan yang banyak ya oma,," ucap Rangga dengan polosnya


"Iya iya,, nanti kita juga akan makan bersama. Sekarang kita masuk dulu" ucap Pak Dermawan membawa cucunya yang ceriwis untuk masuk kedalam rumah. Kemudian mereka masuk bersama dan di dalam mereka di sambut Ibu Marissa, Zara dan juga Angga. Meski belum sepenuhnya setuju, tapi Angga tetap bersikap baik, tidak menampakkan wajah masam seperti biasanya. Tentu karena sebelumnya Zara sudah memberikan peringatan


"Kalau sampai bermuka masam, nanti malam siap siap saja tidur di kamar Rangga!"


Kemudian mereka semua duduk di ruang tamu dan Liora baru saja bergabung.


"Pak Dermawan, Ibu Marissa, Dokter Angga, Dokter Zara, Liora, Rangga,, perkenalkan ini keluarga saya, ini pak Bayu papa saya, ini Ibu Mira mama saya dan ini Cinta adik saya.." ucap Rizal dengan menahan rasa gugupnya saat memperkenalkan keluarganya pada keluarga pak dermawan


" Salam kenal ya pak, bu" sambung pak Bayu


"Iya pak, salam kenal. Ini keluarga kami. Angga anak pertama kami, Liora anak bungsu kami, dan ini Zara istrinya Angga dan itu yang paling ceriwis cucu pertama kami" ucap pak Dermawan


"Opaaaa,,, bukan celiwic, tapi ganteng!" sahut Rangga tidak terima jika di katakan ceriwis. Hal itu mengundang tawa semua orang di dalam sana


"Kamu gemesinnnn banget sih dek!" ucap Cinta begitu gemas dengan Rangga.


" Memang begicu aunty" jawab Rangga terdengar sangat percaya diri

__ADS_1


"Begini pak Bayu, Ibu Mira, anak anak kita memang belum lama saling mengenal, tapi saya lihat mereka ada kedekatan. Dan karena Liora anak perempuan kami satu satunya, jadi kami tidak ingin dia didekati pria yang hanya ingin main main. Dan karena hal itu kami bertanya dengan serius pada Rizal, apa dia serius atau hanya ingin main main. Dia bilang serius, maka dari itu kami mengundang keluarga bapak untuk makan malam bersama agar kita saling mengenal" ucap pak Dermawan panjang lebar


"Sebenarnya,, kami merasa terkejut, saat Rizal mengatakan ada undangan makan malam dari keluarga bapak. Karena selama ini Rizal tidak pernah mengenalkan gadis manapun pada kami, tiba tiba ada undangan makan makan dari keluarga gadis yang dia sukai. Jujur saja pak, kami merasa minder, bahkan tadi Ibunya Rizal sampai lemas ketika sampai di sini. Kami merasa kecil, dan tidak sepadan jika di bandingkan dengan keluarga ini ,.bahkan kami pikir kami salah alamat" ucap pak Bayu


"Ohhh jadi ibu tadi duduk di lantai karena lemas?" tanya pak Dermawan


"Iya pak, saya syok saat tau, keluarga calon besan, eh! keluarga nak liora itu kaya raya. Kami merasa minder sendiri,," ucap Ibu Mira


"Ibu tidak perlu merasa minder bu, kami juga orang biasa bu. Ini semua juga hanya titipan," sahut ibu Marissa


"Tapi tetap saja bu, kami merasa kecil" ucap Ibu Mira


"Napa melaca kecil, oma kan becal?" cetus Rangga yang sejak tadi mendengar perbincangan orang dewasa


"Bukan begitu sayang maksudnya....nanti mama jelaskan, sekarang Rangga diam!" ucap Zara dan Rangga langsung menutup mulutnya


"Bagi kami bukan soal harta keluarga bu. Yang terpenting bagi kami adalah kebahagiaan anak anak. Jika anak menyukai dan bahagia, selama pilihannya kami nilai cocok, maka kami akan menerimanya dengan lapang hati. Harta bisa di cari, tapi kebahagiaan tidak bisa hanya di beli dengan uang" jawab pak Dermawan. Buktinya pak dermawan membiarkan Angga mengeluarkan berratus ratus juta hanya untuk mendapatkan kebahagiannya bersama Zara.


Ibu Mira dan pak Bayu hanya bisa menelan kata kata, bagaimana tidak, Nasib mujur sepertinya berpihak pada putranya. Buka hanya mendapatkan gadis yang baik, tapi juga keluarga nya baik dan terpandang.


"Aunty napa diem aja? caliawan ya?" tanya Rangga menatap Liora yang sejak tadi hanya diam tak bicara. Rangga tidak tau saja jika saat ini Aunty nya sedang menahan debaran jantungnya yang semakin menggila. Liora mendelik saat Rangga menyerangnya....


.


.


.


.


Makanya Ly, ngomong dong! 🤣

__ADS_1


udah aku kasih double loh, double juga dong bonusnya 😌


__ADS_2