Aku Punya Papa

Aku Punya Papa
Kamu lebih Indah


__ADS_3

"Om Ijaaaaaallll" Teriak Azzura sambil menangis di gendongan Angga saat mengantar kepergian Liora dan Rizal yang akan berbulan madu.


"Daaaaadaaaa,,," Liora melambaikan tangan dengan senyum penuh kemenangan saat berhasil pergi tanpa gangguan Azzura.


Dia tidak peduli melihat Azzura yang terus menangis bahkan meronta ronta di gendongan papanya. Untung Angga yang menggendong, jika Zara yang menggendong, tentu keduanya sudah jatuh karena gerakan anak itu cukup kuat saat minta di lepaskan. Kasih sih lihatnya, tapi,, jika dia ikut tentu Liora dan Rizal akan gagal terus saat berbulan madu.


"Omm Icuuutttt, huaaaaaa!" Azzura meronta ronta ingin turun dari gendongan papanya dan mengejar Omty nya


"Sayang,,, sudah sudah,, biarkan Omty pergi. Nanti kita jalan jalan yah, sama kakak dan papa" bujuk Zara


"Nda auuuu,,,!" Azzura kembali meraung sambil menangis


"Tita ancing aja nuk" ucap Azzam pada adiknya


"Nda auuuu, icut Om!" teriaknya lagi


"Sebenarnya ada apa nya sih Rizal itu! kenapa anakku nempel banget!" cetus Angga


"Ada magnetnya kali" jawab Zara


"Adek,, kita ke tempat kak Jasmine aja mau gak? kita mancing di kolam ikannya tante Sekar?" bujuk Rangga


"Iya, tita tiknik!" sahut Azzam

__ADS_1


"Piknik" ucap Rangga membenarkan ucapan adiknya


"Iya ayok, mau gakkk kita mancing?" tanya Zara pada Azzura yang sedikit demi sedikit menghentikan tangisnya, sedang mobil Liora sudah menghilang dari pandangan matanya.


Akhirnya Azzura mengangguk kecil tanda dia setuju akan di ajak ke tempat pemancingan ikan di tempat Sekar. Bukan tanpa alasan gadis itu mau, biasanya disana ada Axel anak bungsu Sekar dan Dimas yang usianya tidak jauh dari Azzura, gadis kecil itu senang sekali mengganggu Axel, meski anak lelaki itu sangat terlihat ketus tapi Azzura merasa senang jika mengganggu mood nya, apalagi sampai Axel berteriak teriak mengadu pada orang tuanya karena di ganggu Azzura.


"Tapi ingat, jangan mengganggu Kak Axel ya!" ucap Zara kepada Azzura dan gadis itu hanya diam saja.


Kemudian mereka bersiap untuk ke pemancingan.


...***...


Liora dan Rizal sudah sampai di bandara, keduanya terlihat begitu sumringah, bagaimana tidak?, keduanya akan berbulan madu tanpa gangguan ketiga ponakannya yang mereka tinggal dirumah. Rasanya sudah tidak sabar, ingin segera sampai dan menghabiskan waktu berdua, iyaaaa hanya berdua. Beruntung mendapat hadiah bulan madu lengkap dari Angga dan Zara, jadi mereka tidak perlu repot repot mengurus ini dan itu, semuanya sudah lengkap tersedia, tinggal membawa pakaian dan barang barang pribadi saja saat berpergian.


Setelah melewati perjalanan cukup panjang dan melelahkan, akhirnya sepasang suami istri baru itu sampai juga di sebuah resort yang sudah di siapkan untuk mereka berdua. Liora terlihat begitu antusias, karena sudah lama juga dirinya tidak melihat pantai, mana resort itu menyuguhkan pemandangan pantai yang begitu memanjakan mata.


"Silahkan masuk, selamat beristirahat" ucap pelayan resort saat mengantarkan keduanya ke tempat yang disewakan untuk pengantin baru itu


"Terima kasih" jawab Rizal


Lalu kedua nya masuk kedalam, Liora lebih dulu berjalan dan melihat fasilitas resort . Saat melihat ranjang, disana sudah di tata sedemikian rupa, memang disiapkan untuk pasangan yang sedang berbulan madu


"Pasti bermalam disini sangat mahal" Rizal membatin saja, pria itu meletakkan koper mereka di dekat tempat pakaian

__ADS_1


"Indaaaahhh bangettt pantainya dilihat dari sini ya kak!" ucap Liora membuka jendela dan membiarkan angin masuk ke dalam ruangan besar itu


"Iya,, tapi kamu lebih indah,,," Rizal memeluk Liora dari belakang dan mengecup pipi istrinya itu. Liora tersenyum, kini terlihat Rizal lebih sering merayu dan tentu membuat hatinya makin senang. Liora mengigit bibir bawahnya sendiri saat merasakan geli karena tangan hangat itu menyelusup kedalam pakaian yang ia kenakan. Perlahan Rizal mengusap perut Liora yang masih rata.


"Kakak mau punya anak berapa?" tanya Liora


"2 atau 3 mungkin cukup, tapi yah se dikasih nya aja berapa pun nanti" jawab Rizal dengan sudah menjelajah sepanjang leher putih Liora, tak lupa pria itu juga meninggalkan jejak cintanya.


"Aku pengen punya banyak, kata orang, banyak anak banyak rejeki,,, kalau cuma sedikit sepi kayak aku sama kak Angga di rumah besar itu cuma sama mama dan papa" ucap Liora


"Udah,,, itu dipikir nanti, sekarang yang terpenting adalah,,,, mau perawanin dulu perawannya pak Dermawan" ucap Rizal saat membalik Liora dan menatapnya dengan kabut hasraat menghitam.


.


.


.


.


.


Aku masih gak rela mereka berdua belah duren 😒 soalnya gak ada yang kasih aku duren sih 😪

__ADS_1


__ADS_2