Aku Punya Papa

Aku Punya Papa
Anak Sultan


__ADS_3

Hari ini weekend, keluarga pak Dermawan tidak ada yang pergi kerumah sakit. Semua orang ada dirumah, menghabiskan waktu dirumah bersama keluarga. Namun saat ini Angga sedang keluar bersama Rangga karena Angga ingin membeli buah kurma muda. Bawaan ngidam yang tidak berkesudahan, membuat Angga harus mau kesana kemari demi mendapatkan keinginannya. Sedang keduanya pergi, dirumah keluarga pak Dermawan tampak sedikit banyak kegiatan. Karena nanti malam akan kedatangan tamu, maka mereka akan menyiapkan jamuan makan malam.


"Ya ampun,,, banyak banget ma yang mau di masak" ucap Liora saat melihat orang orang sedang menyiapkan bahan makanan


"Kamu jangan berdiri aja! sana bantu kakakmu" cetus mama


"Iya iya,," jawab Liora, gadis cantik itu baru saja menyelesaikan tugas kuliahnya, baru dia turun dan membantu orang orang di rumah itu.


"Kenapa gak sekalian kawin Ly" ucap Zara sambil terkekeh


"Ck! aku masih terlalu muda kayaknya kk kalau langsung kawin! tunangan dulu kek, apa gimana, tapi aku kuat gak ya LDR an!" ucap Liora menyahuti ucapan kakak iparnya


"Harus kuat dong! kakak aja yang nunggu hampir 5 tahun untuk dapetin kak Angga, kuat kok!" jawab Zara


"Hahahaahha!" Liora tertawa terbahak bahak saat mendengar ucapan Zara


"Ya ampunnn kak, kakak tahan aja yah nunggu si es balok!" sahut Liora


"Eh! kak Angga bukan Es balok, dia itu juga suka, tapi malu malu macan! hihihhi" jawab Liora


Kedua wanita itu terus saja bicara sambil berbisik, sesekali terdengar gelegar tawa. Ibu Marissa menggeleng geleng melihat keakraban Liora dan Zara.


"Lama lama Liora pasti ketularan Zara!" kekeh ibu Marissa.


Ibu Marissa begitu senang mendapatkan mantu yang sifatnya sudah hampir seperti keluarganya. Hanya saja anak lelakinya sedikit agak jaim.


...

__ADS_1


Waktu terus berjalan, hingga tanpa terasa malam pun sudah menyapa.


"Zal, kita mau lamaran ya?!" tanya pak Bayu


"Em,, lamaran bukan ya? kayaknya cuma diundang makan malam pa" jawab Rizal


Mama Rizal keluar bersama Cinta dengan membawa beberapa paper bag dan parcel buah dari dapur


"Bawa apa ma?" tanya Rizal saat melihat ibunya membawa banyak paper bag


"Mama tadi beli berbagai macam makanan. Malu lah, masak kita mau lamar anak gadis orang gak bawa apa apa" jawabnya


"Tapi kayaknya belum lamaran deh, mau kenal keluarga aja. Apa gak berlebihan bawa sebanyak itu?" tanya Rizal


"Udah kamu diem aja! ini biar kita terlihat serius dan juga meyakinkan keluarga Liora. Ayo berangkat, nanti kemaleman" ucap mama Rizal


Kemudian mereka keluar dari rumah dan menaiki motor saja ke rumah pak Dermawan. Awalnya keluarga Rizal kaget saat Rizal tiba tiba mengatakan jika keluarga mereka di undang makan malam oleh keluarga gadis yang sedang dekat dengan putranya. Berarti hubungan mereka serius, maka keluarga akan mendukung.


"Masih jauh ya kak rumahnya?" tanya Cinta. Gadis itu cukup pegal membawa barang barang di tangannya


"Sebentar lagi" jawab Rizal.


Rizal memimpin jalan sedangkan pak Bayu yang boncengan dengan istrinya mengikuti dari belakang. Hingga hampir 20menit mereka memasuki gerbang besar dan masuk kedalam halaman luas. Dapat dilihat dengan jelas mereka seperti sedang memasuki halaman rumah yang hampir seluas lapangan bola, belum lagi rumah besar di tengah tengah yang berdiri kokoh


"Pa! i,,,ini,,, rumah calon besan kita?!" tanya mama Rizal setengah menganga, bahkan jantungnya sejak masuk kedalam gerbang besar itu langsung berdebar.


"Mungkin,,, kita salah rumah ma" jawab pak Bayu

__ADS_1


Rizal menghentikan laju motornya dan memarkirkan motornya di parkiran khusus motor, Pak Bayu pun juga memarkirkan motornya. Mereka melepas helm dan meletakkan di atas motor.


"Zal, kamu yakin ini rumahnya? apa mungkin kita salah alamat?" tanya pak Bayu merasa minder


"Ini benar rumahnya pa" jawab Rizal


"Kamu,, macari anak sultan ya Zal?" tanya pak Bayu semakin dibuat kecil diri


Rizal mengangguk dan mengiyakan


" Aduh,, aduh,, kaki mama lemes,,, aduh,,," Ibu Mira terduduk lemas di lantai parkiran sambil memegangi kakinya yang terasa lemas. Jauh, sangat jauh dari bayangannya. Ibu Mira menyangka jika gadis yang di sukai Rizal itu sama dengan mereka, jika sudah begini, rasanya mereka tidak memiliki kepercayaan diri lagi.


"Ma,, mama gak papa?" tanya Rizal pada mamanya yang masih berusaha menetralkan pikirannya


"Mama lemes" jawab Ibu Mira


"Loh, kok gak macuk?!"


.


.


.


.


.

__ADS_1


Ya ampun,,,, Ibu Mira nganti lemessss pas tau rumah calon besan 😌


__ADS_2