
"Staff,,," ucapan Mama Rizal terpotong
"OB pak" Jawab Rizal
"OB?!" Pak Budi dan Ibu Rianti sama sama terkejut, Bukan hanya kedua orang tua itu tapi Syifa juga sangat terkejut.
"Iya Om, Tante" jawab Rizal
"Apa gak malu kak jadi OB? kakak kan calon dokter" cetus Syifa benar benar dibuat kaget, gadis cantik itu merasa tidak percaya jika seorang calon Dokter bekerja sebagai OB dirumah sakit.
Rizal berkerut kening melihat respon Syifa.
"Untuk apa malu? kerjaan OB itu halal, bukan mencuri atau merampok" jawab Rizal
"Iya siih,," wajah Syifa terlihat tidak enak
"Kan itu sementara yah, nanti kalau lulus kan bisa ambil spesialis dan kerja di rumah sakit sebagai dokter" ucap Ibu Rianti mencoba berdamai dengan pikirannya.
"Belum tau tante, cari kerja sekarang susah. Meskipun lulusan sarjana juga banyak yang nganggur, banyak saingan. Apalagi dimasa sekarang sekarang ini, semua semakin tidak pasti. Dapat pekerjaan yang halal saja sudah alhamdulillah" jawab Rizal membuat Semua orang terdiam.
Makam malam selesai, keluarga ibu Rianti pun sudah pamit pulang. Namun wajah pulang mereka tidak seceria saat pertama mereka datang. Wajah kekecewaan terlihat jelas meski berusaha mereka tutupi.
"Urungkan perjodohan Syifa dan Rizal. Papa tidak bisa membayangkan jika rekan bisnis papa tau, calon mantu kita kerja jdi OB di rumah sakit. Mau di taruh dimana muka papa!" ucap pan Budi
"Hem,, mama juga jadi ragu,, " ucap Ibu Rianti
"Syifa aja ilfil ma! calon dokter sih calon dokter, tapi jadi OB kok mau! kalau Syifa gak mau, masih banyak kerjaan lain" ucap Syifa
"Besok mama akan batalkan rencana perjodohan kalian. Mama juga bakal malu, kalau punya mantu OB!" cetus ibu Rianti
Sementara itu, dirumah Rizal sekarang, pemuda itu sedang berhadapan dengan papa dan mamanya
"Ya ampun paaa,,, mama benar benar malu! bisa bisanya Rizal bilang kerja jadi OB! kan bisa gitu bilang Staff aja!" tangis mama Rizal pecah
"Mama malu malu malu!"
__ADS_1
"Kan nyatanya emang gitu ma. Rizal memang jadi OB di rumah sakit. Dan mereka perlu tau" jawab pak Budi
"Iya ma, kenapa harus di tutup tutupi kalau kenyataannya begitu?!" ucap Rizal
"Kamu itu ya! kan bisa bilang, itu hanya sementara. Kamu nanti juga akan jadi dokter kan?!" ucap mama Rizal
"Mama gak lihat bagaimana respon mereka tadi?! mereka terlihat ilfil, berarti mereka tidak tulus. Sudahi acara perjodohan itu, lagian Rizal sudah ada pilihan sendiri" ucap pak Bayu dan Rizal langsung membulat
"Pilihan sendiri? kamu punya pacar?!" tanya mama Rizal menghentikan tangisnya
"Pa,,,car?!" jawab Rizal terbata
"Itu Liora, gadis yang kamu kenalin sama papa tadi siang! itu pacarmu kan?!" ucap pak Bayu
Deg!
Rizal terlihat gelagepan saat kedua orang tuanya menatapnya lekat butuh jawaban.
"Cuma teman pa,, bukan pacar!" jawab Rizal
Glek!
"Memangnya papa bertemu dimana? kok gak ngajakin mama?!" tanya mama Rizal
"Di fotokopian dekat kampus Rizal. Papa lagi ambil fotokopian terus ketemu Rizal sama cewek. Dikenalilah sama papa" jawab Pak Bayu
"Beneran kami cuma temenan! dia temen Rizal di rumah sakit" ucap Rizal
"Kerja di rumah sakit ? OB juga?!" tanya Mama Rizal
"Magang ma,," jawab Rizal
"Anaknya gimana pa?" tanya Mama
"Sederhana, cantik, dan sopan. Sepertinya dia anak yang baik" ucap papa
__ADS_1
Plaaakk!
"Aw! sakittt ma! kok aku di pukul?!" Protes Rizal saat mamanya memukul lengannya dengan cukup keras
"Ngomong kalau kamu sudah punya cemceman! jadi mama gak sibuk cariin gadis buat kamu! mama cuma takut kamu jadi perjaka tua! selama ini kamu gak pernah kenalin gadis ke mama!" Ucap mama sambil mengusap bekas air matanya
"Ya ampun maa!! pikiran mama jauh banget! Rizal juga pengen nikah ma! tapikan saat ini bukan prioritas! lagian kami beneran baru bertemen !" jawab Rizal
"Heleh! awalnya berteman, lama lama juga suka sukaan! dah lagu lama! papa jauh lebih berpengalaman daripada kamu!" Sahut pak Bayu
"Udah pokoknya Rizal gak mau mama putusin semuanya sendiri. Apalagi menyangkut hidup Rizal! Cukup ini pertama dan terakhir kalinya mama jodoh-jodohin aku sama anak temen mama!" ucap Rizal
"Jelas kamu gak mau! la wong kamu sudah punya inceran!" Cetus mama Rizal
"Apa sih ma,, cuma temen!" ucap Rizal
"Iya iya temen tapi demen!" sambungnya
"Terserah mama lah! Rizal mau tidur!" ucap Rizal beranjak dari tempat duduknya. Dia memilih pergi daripada terus di ledek kedua orang tuanya. Sedangkan mama dan papa Rizal terkekeh kecil melihat Rizal tidak bisa mengelak begitu
Sebelum Rizal menghilang, dia kembali berbalik dan menatap kedua orang tuanya.
"Pa,, ma,, Rizal bukan lagi OB di rumah sakit, tapi Rizal di angkat jadi Asissten Dokter" Ucap Rizal dengan tersenyum
"Apa?!" Kedua orang tua Rizal terkaget kaget mendengar ucapan putranya
"Asissten Dokter?!"
.
.
.
.
__ADS_1
Nah kan kan kan mereka ilfil 😌