
Tok
Tok
Liora langsung melihat ke arah pintu saat mendengar pintu di ketuk
"Masuk" ucap Liora
Pintu terbuka dan Liora terus menatap ke arah pintu, berharap Rizal yang datang
"Permisi Nona, saya mau mengantar minuman" ucap seorang OB saat masuk ke ruangan Liora
Harapan Liora pupus, karena yang masuk bukan Rizal tapi orang lain
"Iya, letakkan saja disitu" ucap Liora
OB itu pun meletakkan teh hangat di meja Liora. Setelah itu OB itu pamit keluar, Sedangkan Liora yang ingin bertanya kemana Rizal pada OB itu, namun sedikit kelu.
"Aku akan sangat malu jika ketahuan mencari Rizal!" batin Liora
Sementara Yang sedang di tunggu masih berada di ruangan dokter Faisal dan sedang membantu dokter senior itu menangani pasien pasiennya.
**
Angga dan Zara baru saja sampai di sekolahan Rangga untuk menjemput putra mereka. Namun saat melihat Rangga yang baru keluar dengan wajah sedih, Zara dan Angga terlihat kaget juga bingung
"Sayang,,, kamu kenapa?" tanya Zara yang langsung menghampiri putranya.
Anak anak yang satu ruangan dengan Rangga tadi pagi juga tinggal sedikit, bahkan Zara dan Angga tidak melihat Jasmine, berarti Jasmine sudah pulang lebih dulu bersama ayah dan bundanya. Sedang Zara dan Angga sedikit terlambat sampai di sekolah
"Tadi Jacmine diam caja ma, Dia tidak mau bicala denganku" ucap Rangga dengan nada sedih
"Hem,, begitu ya,, mungkin Jasmine masih kesal soal kejadian waktu itu..." ucap Zara
"Anak papa gak boleh sedih, papa yakin, nanti jasmine pasti mau memaafkan Rangga. Tinggal Rangga buktikan kepada Jasmine, kalau Rangga benar benar minta maaf padanya yah" ucap Angga
"Iya pa,," Jawab Rangga
"Ya sudah, sekarang ayo kita pulang. Kita makan siang dirumah sama Oma dan Opa ya" ucap Zara Dan Rangga mengangguk.
Lalu ketiganya segera pergi meninggalkan sekolah. Sementara itu, Jasmine saat ini bersama ayahnya. Tapi mereka tidak langsung pulang, melainkan Dika akan menjemput Dinda di rumah sakit lebih dulu. Saat di mobil, Gadis kecil itu terlihat sedikit murung
"Sayang,,, Kamu kenapa? kok murung gitu?" tanya Dika
"Jacmine mau pindah cekolah yah" ucap Jasmine
"Loh? pindah sekolah? memangnya kenapa sayang? sekolah itu kualitasnya bagus, katanya Jasmine mau jadi dokter seperti bunda? makanya ayah dan bunda pilihkan sekolah yang cocok untuk Jasmine" ucap Dika
Jasmine diam sejenak, Gadis kecil itu melihat ke arah ayahnya
" Iya" Jawab Jasmine namun ekspresi wajahnya masih sama
"Kenapa masih cemberut?" tanya Dika
" Kalena kak Langga bica jawab cemua peltanyaan Miss tadi" ucap Jasmine dan Dika mengangguk paham
"Jadi Jasmine merasa kesal karena itu?" tanya Dika dan Jasmine mengangguk. Yang Dika tangkap Jasmine seperti merasa tersaingi.
"Sayang,, jika kak Rangga bisa menjawab pertanyaan dari ibu guru, itu berarti bagus. Begitu juga dengan anak ayah yang cerdas ini, Anak ayah juga cerdas, cantik lagi. Jangan merasa iri kalau ada teman yang seperti itu, tapi Jasmine bisa mencontoh teman yang aktif menjawab seperti itu,," ucap Dika
"Jasmine masih anak anak, dunia anak anak adalah bermain. Nanti ketika tiba waktunya, Jasmine akan mengerti, dan Jasmine akan timbul rasa ingin belajar lebih giat lagi. Sudah jangan cemberut begitu,, besok besok kalau di kelas, Jasmine bisa kok jawab seperti kak Rangga. Anak Ayah kan cerdas,," ucap Dika Lagi
__ADS_1
"Iya! Besok, Jacmine akan menjawab semua peltanyaan Miss dikelas!" Ucap Jasmine tersenyum sumringah.
"Anak pintar" ucap Dika sambil mengusap kepala putrinya.
Setelah mendengarkan perkataan ayahnya, Jasmine tidak terlihat murung lagi.
..
Di rumah sakit,
Karena sampai jam makan siang Rizal tak muncul di ruangan Dokter magang, Liora memutuskan untuk keluar dan membeli makanan di kantin rumah sakit. Biasanya setiap akan makan siang, Rizal sudah datang dan mengajaknya untuk makan siang bersama, tapi kali ini Rizal tidak muncul.
Liora merasa malas jika makan sendiri di kantin, hingga dia memutuskan untuk membeli makanan dan akan di makan di ruangan nya. Saat berjalan, Liora mengedarkan pandangannya, siapa tau menangkap sosok pria yang sejak tadi pagi menghilang bagai ditelan bumi.
Begitu sampai di kantin, Liora memilih milih makanan apa yang akan dia makan, Rasanya dia tidak berselera untuk makan.
"Mau pesen apa Dokter?"
"Ayam goreng kremes cabe ijo level 5 ya bu, tempe dan tahu goreng juga, dan minumnya jus mangga saja, dibungkus" ucap Liora
"Baik Dokter, silahkan menunggu sebentar" Lalu Liora duduk di kursi sambil menunggu pesanannya di buat.
Suasana di kantin itu sangat ramai, banyak pengunjung baik pegawai rumah sakit, ataupun keluarga pasien sedang makan di sana. Kantin itu pun juga cukup luas dan menawarkan berbagai menu makanan.
Liora lupa jika dia sedang mengurangi konsumsi susu, lalu dia berdiri dan kembali menghampiri penjual tadi
"Bu, jus mangganya gak usah pake susu ya, gula tambahan juga gak usah. Cukup mangga dan es saja" ucap Liora
"Ohh baik dokter"
Suasana kantin mendadak riuh, terutama para suster dan beberapa pegawai pegawai rumah sakit yang terdengar tengah membicarakan seseorang
"Siapa dokter itu?"
"Spesialis apa?"
"Ganteng bangett!"
"Iya aku baru lihat hari ini, siapa ya nama dokter muda itu?"
Liora menoleh ke samping dan melihat banyak orang yang sedang bercakap cakap. Dokter siapa yang dia maksud
"Liora"
Liora langsung menoleh ke sumber suara, dan betapa terkejutnya dia saat melihat Rizal sudah berdiri di sampingnya. Liora lebih terkejut saat melihat penampilan Rizal sangat berbeda, bahkan dia nyaris tak mengenali pemuda itu.
" Kak,, Rizal?" ucap Liora menatap Rizal dari atas kebawah dan kembali ke atas. Liora bahkan menganga melihat Rizal berganti seragam seperti dokter bukan OB lagi
"Kenapa terkejut begitu?" tanya Rizal dengan tersenyum
"Beneran kak Rizal?!" tanya Liora meyakinkan dirinya jika dia tidak salah mengenali
"Iya, ini aku.." jawab Rizal
"Tapi,, kok,, berubah?" tanya Liora bingung
"Berubah jadi apa? jadi superhero?" tanya Rizal
"Bukan, jadi dokter begini" jawab Liora
"Ohh ini,, tadi pagi, aku dapet promosi sebagai asisten dokter Faisal. Jadi mulai hari ini aku bukan OB lagi" jawab Rizal terlihat begitu bahagia, senyumnya pun sama sekali tidak luntur dari bibirnya, namun liora yang terlihat sendu
__ADS_1
"Kamu kenapa? gak suka ya?" tanya Rizal sedikit bingung dengan respon Liora
Liora menggeleng pelan
"Bukan tidak suka, tapi,, tidak akan ada lagi yang mengantarkan teh melati hangat keruangan dokter magang sepertiku" jawab Liora
Rizal tersenyum saat mendengar jawaban Liora
"Aku akan buatkan teh melati hangat untukmu setiap pagi sebelum aku membantu dokter Faisal praktek. Aku janji" ucap Rizal membuat Liora tersenyum
"Janji?" ucap Liora
"Iya, aku akan berusaha tepat janji" jawab Rizal
"Oke" jawab Liora
"Dokter maaf, ini pesanannya"
Liora baru ingat jika dirinya memesan makanan
"Jadi berapa bu semuanya?" tanya Liora
"35ribu saja"
Lalu Liora mengeluarkan uang 50ribu, namun Rizal sudah membayarkan lebih dulu
"Kak, kok di bayarin terus sih?!" ucap Liora merasa tidak enak
"Gak papa, itu sebagai ganti karena pagi tadi aku tidak membuatkan mu teh melati hangat" ucap Rizal
"Terima kasih" ucap Liora sambil tersenyum
"Sama sama,," jawab Rizal
"Gak sekalian makan?" tanya Liora
"Sudah tadi bareng dokter Faisal" jawab Rizal
"Ohhh"
Kemudian Liora mulai berjalan, Rizal pun mengikuti langkah gadis cantik itu. Suara sumbang semakin terdengar, mereka terkagum kagum begitu tau, tapi ada juga yang nyinyir
"Jadi dia Rizal, staf OB dan sekarang jadi Asisten dokter?!"
"Kok bisa gitu ya?"
"Apa mungkin karena dia dekat dengan anak pemilik rumah sakit ini?!"
"Bisa jadi"
"Sungguh nasibnya beruntung!"
.
.
.
.
.
__ADS_1
Nitijen selalu benar 😌
Senin Senin, aku mau dong kalau di kasih hadiah Vote dari kalian 😍mudah2an yang kasih Vote rejekinya lancar, aamiin 🤲