
Zara baru saja selesai memasak di dapur lalu dia menata makanan yang sudah siap di nikmati itu diatas meja makan, Zara tersenyum lagi, mengingat bagaimana bahagianya Rangga memiliki papa. Hatinya pun menghangat saat teringat bagaimana Angga menatapnya dengan penuh damba. Buru buru Zara menghapus fikiran nya sebelum menjerumus pada hal lain.
"Lebih baik aku siapkan pakaian Rangga!" Zara bergegas pergi ke kamar dan memilihkan pakaian untuk putranya.
Ceklek
"Mama!" Panggil Rangga yang sudah keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk kecilnya. Tampak bocah itu habis keramas karena rambutnya ikut basah
"Sayang, ayo sini cepat ganti baju, nanti masuk angin" ucap Zara memanggil putranya.
Rangga berlari kecil dan menghampiri mamanya yang sudah memegang pakaian gantinya . Lalu Zara membalurkan minyak telon pada perut dan punggung Rangga,
"Ra!"
Zara yang terhalang badan Rangga pun menengok sedikit melihat ke arah kamar mandi, begitu terkejutnya Zara saat melihat Angga basah kuyup
"Apa kamu ada pakaian ganti untukku?!" terlihat Angga saat itu menggigil kedinginan
"Ya Ampunnn,,, kalian tadi mandi apa main air? kenapa papa juga basah kuyup?!" tanya Zara pada Angga dan Rangga bergantian
"Hehe,, tadi kami main ail ma,, celuuuu banget! ya kan pa?!" ucap Rangga saat melihat papanya yang masih berdiri di depan pintu kamar mandi sambil menggigil kedinginan
"Iya,,," jawabnya dengan bibir bergetar. Ternyata memandikan anak tak semudah yang dia bayangkan. Bukannya mandi Rangga malah mengajaknya bermain air, hingga membuatnya jadi basah kuyup seperti itu.
Zara sudah selesai memakaikan pakaian Rangga, lalu Zara memberikan handuk kering pada Angga.
"Mandilah, aku akan carikan pakaian untuk mu" ucap Zara sedikit sebal, pantas saja keduanya tidak keluar kamar sejak tadi, ternyata mereka bermain air hampir 1 jam lamanya. Dari Zara baru mulai masak sayur sampai dia selesai masak nasi, sayur, lauk pauknya. Ternyata ini jawabannya!.
"Hehe,, terima kasih,,, mama" Sebelum Zara semakin kesal, Angga sudah memilih menghilang kedalam kamar mandi dan segera menutup pintunya. Zara Ingin marah juga tidak bisa, karena orangnya sudah menghilang lebih dulu. Kemudian Zara berjalan ke lemari dan mencari pakaian yang mungkin cocok untuk Angga.
"Mama jangan malah malah ma,, nanti mama cepet tua" cetus Rangga
"Iya iya,, mama gak marah. Cuma sebel aja sedikitttt" sahutnya sambil terus mencari pakaian untuk Angga. Lalu Rangga memilih pergi ke ruang tamu untuk menonton TV sambil menunggu papanya selesai mandi.
Tangan Zara terhenti pada kaos merah yang ada di lipatan paling bawah. Seketika ingatannya kembali pada masa lalu, pakaian itu milik Angga yang dia pakai terakhir kali sebelum pergi dari Apartemen. Lalu Zara mengambilnya dan mencari pasangan baju itu, sebuah celana training panjang yang juga dia pernah pakai saat itu. Hanya itu benda kenangan yang Zara simpan sampai hari itu.
Saat Zara berbalik dia di kejutkan dengan Angga yang sudah berada di belakangnya
"Astagfirullah kakak!" Zara sontak memeluk pakaian yang dia bawa karena begitu terkejutnya.
__ADS_1
"Itu baju ku kan?" sang pemilik tentu hafal dengan barang miliknya
Zara terpaku menatap Angga yang berdiri tepat di depannya. Matanya tidak berani turun karena pemilik raga itu hanya mengenakan handuk terlilit sepinggang saja. Tubuh Zara tiba tiba bergetar, dan gemuruh didalam dadanya membuat jantung semakin berdebar saat tetesan air dari rambut Angga yang basah langsung mengenai wajahnya
"Kakak,,, mau,, apa?" Zara dibuat gelagepan saat Angga semakin dekat dengan wajahnya
"Apa dia akan mencium ku?!" batin Zara dengan jantung semakin berdebar debar.
Angga tersenyum saat melihat ketakutan Zara saat itu, bahkan Zara sudah memejamkan mata dan mengigit bibir bawahnya sendiri karena merasa takut
"Aku,, hanya ingin mengambil ini" Ucap Angga menarik pelan baju dan celana yang dipeluk oleh Zara saat itu. Hingga nafas hangat itu menyapu lembut wajah cantik Zara dan Sontak Zara membuka mata, melihat Angga malah terkekeh sendiri.
Blusshhh
Wajah Zara sudah tidak bisa di kondisikan lagi, langsung merah karena malu. Dia sudah berfikir terlalu jauh, sedang kenyataannya tidak begitu. Zara langsung terdiam dan tak bisa berkata apa apa lagi
"Mau pergi keluar atau melihat ku ganti baju?!" Kekeh Angga sengaja menggoda Zara lagi. Dia begitu senang melihat wajah cantik itu terus bersemu merah
"Memalukan!" Zara menutup mukanya dan segera berlari keluar dari kamarnya.
Duaaarrrrr
Tanpa sadar Zara membanting pintu hingga membuat Rangga kaget
"Hah? ah tidak ada sayang,,, em itu,, mama gak sengaja menutup pintu terlalu keras. Maaf ya,, kamu jadi kaget" ucap Zara memberi alasan pada putranya
"Ohh,,, napa pipi mama melah?" tanya Rangga lagi
Zara langsung memegangi pipinya yang terasa hangat, dia berfikir lagi bagaimana memberi alasan yang masuk akal pada putranya.
"Duh, jawab apa ini?!" batin Zara kebingungan
"Um,, itu,, tadi,,, um,," Zara masih belum mendapat ide sedang Rangga masih menuntut jawaban
"Mama malu yahh sama papa" kekeh Angga saat sudah keluar dari kamar.
Zara membulat tapi tak berani berbalik badan melihat Angga.
"Mama malu cama papa?" semakin memojokkan mamanya
__ADS_1
"Ayo jawab mah,,," kekeh Angga lagi.
"Tidaaaakkkkk!" Zara memilih kabur ke kamar saja daripada harus semakin malu pada Angga dan putranya.
"Haha mama napa cih pa?" tanya Rangga pada papanya
"Mungkin mama masih malu sama papa" jawabnya
"Ohhhh gitu,,," sahut Rangga.
Zara mengomel sendiri didalam kamar, dia merutuki dirinya sendiri yang sudah berfikir aneh aneh pada Angga.
"Apa mungkin karena efek kurang belaian ? ah tidak mungkin, aku tidak begitu! hiiiii,, lebih baik aku mandi biar otakku bersih lagi!" Zara segera mengambil handuk dan berlari ke kamar mandi.
Di depan Angga sedang berbincang bersama Rangga. Sedikit banyak Angga bertanya bagaimana kehidupan mereka sebelumnya. Rangga pun menceritakan pada Angga, apa saja yang dia ketahui.
"Langga celing lihat mama tiba tiba nangic pa, tapi caat langga tanya, mama gak bica jawab" ucap Rangga
"Beban yang mama pikul sangat berat nak. Papa sangat menyesal kenapa tidak dari dulu mencari kalian. Papa tidak bisa membayangkan bagaimana menderitanya mama dan kamu dulu. Papa janji, papa akan memberi kebahagiaan untuk kamu dan mama" ucap angga saat memeluk tubuh mungil putranya.
"Pa,,"
"Iya sayang?"
"Mama seling lihat foto ini" ucap Rangga mengeluarkan selembar foto dari kantong celananya. Diam diam Rangga mengambil foto itu dari laci rias mamanya. Di foto itu terdapat 4 orang, satu pria dewasa, 1 wanita dewasa dan 2 anak kecil, satu perempuan satu laki laki. Foto itu foto lawas yang Angga yakini pasti keluarga Zara.
"Ini foto ciapa pa?" tanya Rangga
"Ini sepertinya foto keluarga mama, ini kakek, ini nenek, ini Om dan ini yang kecil pasti mama. Rangga dapet foto ini dari mana?" tanya Angga
"Dali laci mama. Mama celing nangic kalau liat foto ini" jawabnya
"Pasti Zara begitu rindu dengan keluarganya. Bagaimana menyatukan semuanya? Mungkin harusnya di satukan satu persatu. Tapi,, bagaimana juga mengatakan semuanya pada papa dan mama?" timbul pertanyaan besar didalam hati Angga saat itu
.
.
.
__ADS_1
.
Bilang ya tinggal bilang Ngga, gitu aja kok bingung😨 pait paitnya paling bonyok🤣