Bos Dan Aku

Bos Dan Aku
Kembali


__ADS_3

Sepanjang perjalanan pulang Ken hanya diam menahan rasa kecewa kepada orang tua nya, dimana dirinya merasa di paksa pulang oleh ayah nya dengan alasan besok ada meeting penting, tapi Ken tidak bisa berbuat apa-apa selain menuruti keinginan ayah nya.


Tidak berapa lama Ken sudah sampai di depan rumah nya, terlihat mobil pak Anthoni sudah terparkir di garasi, Ken pun turun dan berjalan tanpa ada semangat sama sekali.


Sebenar nya Adriana merasa kasihan melihat Ken seperti itu, tapi Adriana juga ngga bisa membantu Ken untuk tinggal di rumah sakit, karena kalau suami nya sudah bilang ada meeting penting, berarti memang sangat penting dan butuh Ken untuk hadir di sana.


Ken adalah pewaris dan penerus perusahaan ayah nya, jadi Ken harus benar-benar bertanggung jawab dengan perusahaan.


"Pah, padahal Ken biarkan nginap di rumah sakit aja, kan bisa berangkat ke kantor dari rumah sakit." ucap Adriana sambil membersihkan make up nya.


"Memang bisa Ken berangkat dari rumah sakit, tapi papah yakin kalau Ken ngga bakalan bisa tidur dan ujung-ujung nya pas meeting Ken ngga konsentrasi karena ngantuk."


"Terus papah bisa jamin kalau Ken di rumah bisa tidur? Bisa saja kan Ken memikirkan Sandra di sana dan tidak bisa tidur juga."


"Tapi sengga nya kasur di di kamar nya lebih nyaman ketimbang dia harus tidur di kursi atau pun di sofa rumah sakit."


Adriana pun diam, karena berdebat bagaimanapun tetap suaminya akan bisa menjawab, dan jawaban nya memang selalu benar.


Sedangkan Ken yang sedang di bicarakan kedua orang tua nya kini sedang menatap langit-langit kamar nya, Ken selalu kepikiran Sandra.


"Sayang, kapan kamu sadar, aku sudah kangen, kangen suara kamu, senyuman kamu, bahkan kangen dimana kamu sedang cemberut, aku berjanji akan lebih ketat lagi menjaga kamu di kala om Baron dan bang Jev ngga ada, seandainya waktu itu aku tahu akan ada kejadian itu, aku ngga bakalan nganterin kamu ke butik."


Ken terus memikirkan Sandra dan berandai-andai, hingga tanpa sadar kedua mata nya pun tertutup dan tidur dengan terlelap.


*


*


Sandra kesana kemari mencari suara-suara yang dia kenal, tapi dirinya tidak menemukan siapa-siapa dan tidak menemukan jalan untuk kembali, hingga dirinya di kagetkan sama seorang ibu paruh baya yang dia kenal, entah dari mana ibu itu datang nya, tapi tahu-tahu dia sudah berada di belakang tubuh Sandra.


"Nak."

__ADS_1


Sandra merasa ada yang memanggil nya pun membalik kan tubuh nya dengan secara perlahan.


Tampak terlihat jelas dengan mata nya, seorang ibu yang dari kecil telah mengurus dan menyayangi nya dengan tulus sedang berdiri di depan nya sambil tersenyum.


"Ibu? Bu, aku kangen ibu." teriak Sandra sambil menghampiri dan memeluk nya.


"Kamu sudah besar nak, kamu lebih cantik sekarang, tapi kenapa kamu ngga kembali mengikuti abang kamu?"


"Aku betah di sini ibu, di sini tempat nya bersih dan nyaman."


"Tapi ini bukan tempat kamu yang sesungguh nya nak, jadi pulang lah, kasihan orang-orang yang menyayangi kamu sedang menunggu kamu."


"Tapi bu, aku tidak tahu jalan keluar dari taman ini, aku sudah keliling-keliling tapi tidak bisa menemukan nya juga."


"Ya sudah ayo nak ibu antar, kamu dan abang kamu harus saling menjaga ya nak, walaupun kalian bukan saudara kandung tapi kalian harus terus saling menyayangi dan saling menjaga, dan ingat setelah ini dan dari kejadian ini kamu akan menemukan kebahagiaan yang sesungguh nya, kamu ngga boleh membenci mereka, lupakan masa lalu, ambil hikmah nya, dulu mungkin mereka gelap mata hingga mereka melakukan nya, terimalah dengan lapang dada, ibu do*a kan kamu dan abang kamu selalu bahagia." ucap ibu itu sambil tersneyum.


Sandra terdiam dan terus berpikir dengan apa yang telah di ucapkan ibu nya Jev, sungguh Sandra merasa ngga mengerti dengan apa yang sudah di ucapkan ibu angkat nya itu.


"Nak, ayo ibu antar, waktu ibu tidak lama."


Hingga ada sinar yang menyinari tubuh mereka berdua, Sandra pun menatap takjub ke arah sinar itu, karena selama dirinya ada di tempat itu, dia baru melihat ada sinar yang sangat indah menurut nya.


"Nak, teruslah kamu berjalan ikuti sinar itu, jangan sekali-kali kamu melihat ke belakang lagi, terus lah berjalan mereka semua menunggu kamu."


"Tapi ibu kenapa tidak ikut dengan aku?"


"Tidak nak, ibu sudah nyaman di tempat ini, perjalanan hidup kamu masih panjang, ingat pesan ibu, jangan sekali-kali menengok ke belakang, semoga kamu selalu bahagia."


Ibu nya Jev memberikan pelukan terakhir dan menatap Sandra sambil tersenyum.


"Nak, sayang."

__ADS_1


Terdengar suara Ralin menggema di telinga Sandra.


"Ayo nak, ibu kamu sudah menunggu kepulangan kamu."


Sandra pun membalik kan tubuh nya dan terus berjalan tanpa melihat kebelakang lagi, Sandra berjalan mengikuti cahaya yang bersinar dan menuju suara yang memanggil nya.


*


*


Dengan perlahan Sandra mengerjapkan ke dua mata nya, terlihat pertama kali yang dia lihat ruangan warna putih dan bersih.


"Aku ada dimana?" gumam bathin Sandra sambil melihat ke sekeliling ruangan.


"Mamah? sejak kapan mamah pulang? Bukan kah mamah sedang bulan madu?" gumam bathin Sandra sambil melihat ke arah Ralin yang sedang tertidur dan berbantalkan kedua tangan nya.


Dengan gerakan perlahan dan tangan yang masih gemetar Sandra pun menyentuh kepalanya Ralin.


"Mah." suara Sandra sangat pelan sekali karena kondisi yang masih lemah.


Ralin yang sedang tidur terlelap merasa ada yang memanggil nya, tapi dia pikir itu hanya mimpi dia saja.


"Mah, aku haus." sekali lagi Sandra mengusap kepala Ralin dan memanggil nya.


Ralin yang sedang tertidur lelap dia bermimpi kalau Sandra memanggil nya, tapi mata nya ngga mau dia buka karena dia masih ingin bermimpi dengan Sandra.


"Panggilan dan sentuhan ini, kenapa seperti nyata, dan bukan dalam mimpi aku ya?" gumam bathin Ralin.


Dengan perlahan Ralin membuka matanya dia merasakan kepala nya ada yang menyentuh nya membuat Ralin langsung mengangkat kepalanya dan menatap Sandra.


"Sayang, kamu sudah bangun? Terima kasih Tuhan, engkau telah mengabulkan do*a ku." betapa bahagia nya Ralin melihat Sandra sudah membuka kedua mata nya, Ralin langsung memeluk dan mencium seluruh wajah Sandra.

__ADS_1


"Minum." ucap Sandra pelan.


"Kamu haus nak, sebentar mamah ambilkan." Ralin dengan cepat membuka botol minuman yang sudah dia sediakan lalu memberikan Sandra minum pakai sedotan.


__ADS_2