
"Kenapa bang?" tanya Ken yang kini sidah duduk di depan Jev.
"Ayah sakit, beliau manggil-manggil adek terus, tapi adek keras kepala dan ngga mau menemui nya, entah harus bagaimana lagi, aku kasihan sama ayah dan mamah, mereka berdua baru dipersatukan tapi karena adek yang kecewa dengan sikap ayah di masa lalu, membuat mereka kembali menderita, ayah sampai sakit, mamah ngga bisa pulang karena ayah yang selalu ingin di temani, ayah ngga mau makan." terlihat kesedihan yang mendalam dalam diri Jev.
"Biar nanti aku yang bujuk Sandra, abang jangan terlalu banyak pikiran, abang fokus sama om saja." ucap Ken sambil menepuk pelan bahu Jev.
"Makasih Ken."
*
*
"Dek, ini kakak, boleh kakak masuk." teriak Lisna sambil mengetuk dan membuka pintu nya.
Terlihat Sandra yang sedang menangis sambil menelungkupkan tubuh nya di atas kasur.
"Dek." ucap Lisna sambil menyentuh lembut punggung Sandra, Sandra hanya diam sambil tersedu menangis
__ADS_1
"Kakak tahu kamu sangat kecewa dengan kelakuan ayah yang dulu, tapi coba adek ingat-ingat semenjak adek bertemu dengan ayah, apa ayah pernah membuat adek sakit hati? Apa pernah ayah membuat adek kecewa? Tuhan saja maha pemaaf kepada umat yang sudah berbuat dosa, kenapa kita sebagai manusia ngga mau memaafkan nya, mungkin dulu ayah memang sudah berbuat kesalahan yang fatal, tapi kan ayah sekarang sudah berubah dan sangat menyayangi adek." begitu lembut dan terdengar sangat jelas semua yang keluar dari mulut Lisna.
Lisna menghembuskan nafas lembut nya, lalu kembali meneruskan kalimat nya, "Adek sangat beruntung masih di beri kesempatan untuk bertemu dan berkumpul kembali dengan ke dua orang tua kandung adek, kakak yang sedari bayi belum pernah merasakan kasih sayang kedua orang tua, jangankan kasih sayang mereka, sentuhan dan pelukan nya saja kakak belum pernah merasakan nya, seharus nya adek sekarang bersyukur telah bertemu dan berkumpul lagi dengan mereka, adek masih di beri kesempatan untuk merasakan kasih sayang mereka, sedangkan kakak, kakak ngga bakalan pernah mendapatkan nya." ucap Lisna sambil menangis.
Perlahan Sandra membalik kan tubuh nya dan menatap Lisna, Sandra bangun dan memeluk erat tubuh Lisna.
"Kakak merasakan apa yang adek rasakan, adek tahu, mamah sering menangis tanpa setahu adek, mamah sedih dengan sikap adek ke ayah, bagaimana pun juga mamah ingin semuanya berkumpul, puluhan tahun mamah hidup menderita, hampir setiap hari mamah menangis karena merindukan suami dan anak nya, mamah sangat mencintai ayah, mereka dulu hidup bahagia, tapi karena ambisi ayah, semua nya hancur, puluhan tahun mamah terpuruk dan selalu merindukan kalian, puluhan tahun bathin mamah tersiksa."
Menangislah Sandra dalam pelukan Lisna, semua yang di ucapkan oleh Lisna menyentuh hati nya.
"Dan jangan lupakan pengorbanan ayah ketika dia menolong kamu." ucap Ken yang sudah berdiri di ambang pintu kamar.
"Sudah dua kali ayah menolong kamu, kalau tidak ada ayah kamu tidak akan pernah bertemu dengan bang Jev kembali, Bobi mengeluarkan jurus yang sangat mematikan, awal nya dia lakukan sama kamu tapi bang Jev mengorbankan dirinya hanya untuk kamu, dan pada saat Bobi mau membunuh abang, ayah lah yang telah menyelamatkan nyawa abang, apa masih kurang pengorbanan ayah buat kamu?" tanpa membalas sapaan dari Sandra Ken meneruskan kalimat nya.
Sandra semakin terisak dalam pelukan Lisna, Lisna dengan sabar terus mengelus lembut punggung Sandra.
"Dek, tolong jangan egois, apa kamu lupa dengan semua pesan-pesan yang selalu ibu ucapkan? Apa kamu sudah melupakan rasa kemanusiaan kamu? Buka hati kamu, saat ini ayah sedang terbaring sakit dalam tidur nya pun ayah memanggil-manggil kamu terus, apa kamu tidak kasihan melihat ayah seperti itu? tolong buka hati kamu sedikit saja, abang bukan mau ikut campur urusan keluarga adek, tapi abang kasihan melihat ayah dan mamah, dengan adek bersikap seperti ini, bukan hanya ayah yang menderita, tapi mamah juga, adek tahu betapa sedih dan hancur nya perasaan mamah saat ini? Abang tidak habis pikir dengan sikap kamu sekarang." ucap Jev sambil menitik kan air mata nya, Jev ikut sedih melihat Baron dan Ralin saat ini.
__ADS_1
"Dek, kamu jangan marah sama abang, abang bersikap seperti itu bukan abang tidak sayang sama kamu, abang hanya ingin melihat semuanya bahagia, terutama kamu, kakak memang tidak tahu kehidupan kamu dulu, tapi melihat abang seperti ini kakak yakin kalau abang benar-benar sayang sama kamu dan abang ingin melihat kamu bahagia dengan kedua orang tua kamu, bukan kah adek selalu memimpikan dimana adek berkumpul dengan mereka?" ucap Lisna sambil menatap wajah Sandra yang penuh dengan air mata.
"Sayang, dengarkan aku." Ken menghampiri dan mengambil Sandra dari pelukan Lisna.
Lisna melepaskan pelukan nya Sandra lalu menghampiri dan memeluk erat tubuh Jev.
"Kamu tahu aku di tinggal sama bunda sewaktu aku kecil, dan dari situ hancur banget hati aku, aku jadi anak pembangkang dan selalu marah-marah, tapi kamu tahu sekarang aku bahagia, aku berada di antara mereka, Tuhan sudah berbaik hati sama aku dengan menghadirkan mamah Adriana dalam kehidupan aku dan papah, masalah kita memang berbeda, tapi intinya kita akan bahagia bila hidup kita selalu memaafkan kesalahan orang lain, apalagi ini adalah kesalahan ayah kandung sendiri, belajarlah untuk mengikhlaskan, memaafkan dan melupakan, aku yakin hidup kamu akan lebih bahagia, apalagi sebentar lagi aku akan melamar dan menikahi kamu, dan di saat kita menikah, kamu akan membutuhkan seorang ayah yang akan menjadi wali kamu, karena tanpa ayah kita ngga bisa melaksanakan pernikahan kita, aku mohon maafkan lah kesalahan ayah, siapa pun kamu dan dalam keadaan bagaimana pun kamu aku selalu mencintai kamu, I Love U." ucap Ken sambil menghapus air mata Sandra lalu mengecup kedua mata nya, Sandra hanya terdiam sambil terisak sambil menatap wajah Ken.
Jev sedikit merenggangkan pelukan nya dari Lisna, karena suara ponsel nya yang berdering.
"Sebentar sayang, mamah telepon." ucap Jev sambil menerima panggilan dari Ralin.
"Iya mah, ada apa?" tanya Jev membuat semua orang yang ada di kamar itu menatap nya.
"Apa! Tunggu Jev mah, Jev segera kesana." teriak Jev, lalu tanpa sadar Jev menarik tangan Lisna dan pergi dari kamar nya Sandra.
"Sayang kenapa? Ada apa? Pelan-pelan dong." ucap Lisna sambil terus mengikuti langkah Jev.
__ADS_1
"Sayang." panggil Ken kepada Sandra, tapi Sandra hanya terdiam sambil menangis, Sandra bingung harus bagaimana sekarang.