
"Sayang, sekarang Ken kok ngga pernah sama kamu lagi? Kalian berantem ya?" tanya Sarah kepada Sam yang ingin mengorek tentang Ken dan Sandra.
"Ngga kok Yang, tapi Ken akhir-akhir ini memang sudah ngga pernah datang ke club lagi, anak-anak juga sudah mengajak nya, tapi dia selalu menolak nya dengan berbagai alasan." jawab Sam sambil terus mengelus paha Sarah.
"Kenapa dia ngga mau datang ke club lagi, apa dia sudah insyaf?"
"Please deh Yang, kalau lagi sama aku itu kamu ngga usah tanya-tanya tentang Ken, kalian berdua udah selesai kan? Ngapain juga kamu masih peduli dengan dia." Sam kesal dengan Sarah, di saat mereka lagi berdua Sarah malah terus menanyakan tentang Ken.
"Kenapa? Kamu cemburu?" tanya Sarah sambil membelai lembut dada Sam.
"Ya, kamu kan tahu sendiri, aku itu cemburu banget kalau sudah mendengar nama dia keluar dari mulut kamu."
Terlihat wajah Sam yang sedang menahan amarah nya membuat Sarah langsung duduk di atas pangkuan Sam untuk merayu nya.
"Maafkan aku ya sayang, aku sudah ngga cinta lagi sama Ken kok, sekarang aku kan cinta mati sama kamu." Sarah pun mencium lembut bibir Sam tapi cuma sebentar saja.
"Kalau kamu sudah ngga mencintai Ken lagi, kenapa kamu masih ingin tahu tentang dia?"
"Aku hanya sedang mencari seseorang yang dekat dengan Ken."
"Siapa? Memangnya apa yang sudah dia lakukan sama kamu?"
"Sandra, dia sudah membuat kakak ku terluka dan tidak sadarkan diri."
:Sandra? Wanita baru Ken kan? kok bisa?" Sam pun terlihat kaget dan bertanya-tanya.
"Waktu itu kakak ku hanya ingin membela aku, tapi begitu kakak ku lagi berkelahi dengan dia, ada seorang pria yang menolong nya dan membuat kakak tidak sadar kan diri, dan sekarang kakak sudah sembuh dan sedang mencari Sandra dan pria itu untuk membalaskan dendam."
"Kalau yang di cari kakak kamu adalah Sandra dan pria yang menolong nya, lalu kenapa kamu malah mencari dan bertanya tentang Ken?" efek rasa cemburu yang besar, Sam tidak bisa berpikir.
__ADS_1
"Ayolah sayang, aku bertanya tentang Ken karena Ken pasti tahu keberadaan Sandra untuk saat ini, karena kata anak buah kakak, Sandra sudah ngga pernah kelihatan lagi dengan Ken."
Sam pun terdiam dan mencerna ucapan yang dilontarkan oleh Sarah, "Benar juga, Ken pasti tahu keberadaan Sandra sekarang." gumam bathin Sam.
"Baiklah sayang, aku akan membantu kamu untuk mencari tahu keberadaan Sandra lewat Ken, tapi ini tidak lah gratis." ucap Sam sambil tersenyum penuh arti.
"Apa yang kamu inginkan akan aku berikan, asal kamu menemukan keberadaan Sandra." ucap Sarah sambil membuka kancing kemeja yang di kenakan oleh Sam.
"Ini yang aku suka dari kamu, kamu selalu mengerti apa yang aku inginkan sayang." ucap Sam lalu mencium leher Sarah dengan penuh kelembutan membuat Sarah sudah ngga tahan lagi dengan segala sentuhan yang di berikan oleh Sam.
"Sayang please, kamu selalu tahu titik kelemahan aku dan sentuhan ini yang aku suka sekali dari kamu, dulu waktu aku pacaran sama Ken, jangan kan untuk merasakan kenikmatan di atas kasur, di atas pangkuan nya saja masih ada batasan, masa aku ngga boleh hanya sekedar untuk mencicipi milik nya." ucap Sarah dengan sedikit men de sah efek sentuhan bibir yang di berikan oleh Sam.
"Cukup, sudah kubilang kalau lagi berdua sama aku, kamu jangan menyebut namanya, kamu cicipi saja milik ku ini, ukuran nya pun lumayan kan, sampai kamu berteriak menahan kenikmatan yang aku berikan."
"Baiklah aku akan mencicipi nya sampai kamu meminta ampun, asal kan kamu janji akan mencari tahu keberadaan Sandra, kapan pun kamu mau, aku akan selalu siap untuk melayani kamu."
Sam yang sangat mencintai Sarah dari dulu sampai sekarang, selalu dimanjakan lewat sentuhan dan rintihan nya, Sam akan selalu tunduk dan menuruti semua kemauan Sarah, apalagi dirinya adalah orang yang pertama kali merenggut ke perawanan nya hingga kini sudah menjadi candu untuk dirinya.
*
*
"Kenapa sayang?"
"Memang nya mamah sudah menyiapkan baju buat besok?"
"Kamu ikut mamah. Kamu juga Lis" ajak Ralin lalu naik ke atas menuju kamar nya di ikuti Sandra dan Lisna dari belakang.
"Kamu lihat ini, bagus tidak untuk mamah kenakan besok pas ijab kabul?" tanya Ralin sambil memperlihatkan sebuah kebaya yang dia impikan selama ini.
__ADS_1
"Mamah, kapan mamah buat ini?" tanya Lisna sambil menatap takjub sama kebaya yang sedang di pegang oleh Ralin.
"Wah keren sekali mah, warna nya juga cocok dengan kulit mamah." Sandra pun ikut terpukau dengan kebaya Ralin.
"Mamah buat ini dikala mamah tidak bisa tidur karena ingat suami dan anak mamah." ucap Ralin.
Sandra dan Lisna hanya saling menatap, mereka berdua kagum dengan hasil desain Ralin yang bisa menghasilkan sebuah kebaya yang benar-benar keren dan bagus.
"Terus jas buat ayah yang mana mah?" tanya Sandra.
""Tenang, sudah mamah siapkan jauh-jauh hari, karena mamah yakin kalau ayah akan kembali dan bersatu lagi dengan mamah." ucap Ralin dengan wajah sedih nya.
Sandra dan Lisna pun saling menatap karena bingung dengan raut wajah Ralin.
"Besok mamah akan kembali di persatukan dengan ayah, tapi kenapa mamah kok kelihatan nya sedih begitu?" tanya Sandra sambil mengusap lembut pundak Ralin.
"Mamah sedih karena sampai sekarang mamah belum di pertemukan dengan anak kandung mamah." jawab Ralin dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Sabar mah, aku yakin suatu saat mamah akan di pertemukan dengan anak kandung mamah itu, sudah ya jangan bersedih lagi, besok kan mamah mau bersatu sama ayah, kalau mamah sedih begini besok mamah kelihatan jelek dong, iya ngga kak." ucap Sandra.
"Iya benar apa yang di bilang adek, kita juga kan sekarang anak mamah, jadi mamah jangan terlalu sedih, nanti kita berdua bantu cari, gimana?" ucap Lisa.
"Ya betul kak, kita berdua akan membantu mamah untuk mencari anak kandung mamah itu."
"Benarkah kalian mau bantu mencari anak mamah?" tanya Ralin dengan mata yang berbinar.
"Benar dong mah, tapi bagaimana kita mencari nya, sedangkan aku ngga tahu ciri-ciri anak mamah." ucap Sandra.
"Anak mamah itu punya tan," belum sempat Ralin mengatakan ciri-ciri pada anak kandung nya, suara ponsel nya berdering membuat dia mengalihkan pandangan nya dan tidak meneruskan kalimat nya.
__ADS_1
Sandra dan Lisna pun kembali ke ruang bawah untuk kembali membantu Reni di butik.