Bos Dan Aku

Bos Dan Aku
Penyerangan


__ADS_3

"Jadi itu perempuan yang sudah merebut kekasih kamu?' tanya B;ack pada Sarah.


Kini Black sudah sampai di jembatan xxxx yang di situ sudah ada Sandra yang lagi menatap air sungai sendirian.


"Iya kak itu perempuan nya." jawab Sarah sambil menunjuk ke arah Sandra.


Black pun melihat ke sekeliling tempat itu, dan ternyata tempat itu sudah mulai sepi.


"Lex, ayo ikut gue kita habisi wanita itu." ajak Black.


"Oke bos, saya sudah siap, melawan cewek satu aja saya sendiri pun bisa menangani nya." jawab Lexy dengan sombong.


"Sayang kamu tunggu di sini sama Sarah ya? jangan kemana-mana." ucap Black pada Miranda.


"Oke, kamu hati-hati Yang, kamu harus menang pokok nya ngga boleh kalah." ucap Miranda lalu mencium bibir Black.


"Sudah, bisa ngga sih kalian itu ngga ciuman dulu, selalu saja seperti itu." ucap Sarah sambil mendelik kan mata nya.


"Ya kan biar kakak kamu nya semangat." jawab Miranda.


Bobi alias Black pun menghampiri Sandra di ikuti Lexy dari belakang.


"Apa lo yang bernama Sandra?" tanya Lexy dengan kedua tangan nya sudah ada di pinggang nya.


"Ya saya Sandra, kalian siapa?" jawab Sandra sambil membalik kan tubuh nya.


"Rasakan ini perempuan bi nal." teriak Lexy sambil melayangkan pukulan nya ke wajah Sandra.


Sandra dengan gerakan gesit menghindar dari pukulan dari Lexy.


"Breng sek, lo mau main-main sama gue." teriak Lexy sambil kembali melayangkan pukulan ke arah Sandra.


Sedang kan Bobi dia hanya diam sambil melihat Lexy yang sedang menyerang Sandra.


Sandra lagi-lagi menghindar dari pukulan Lexy, lama-lama Sandra merasa terpancing lalu membalas pukulan demi pukulan yang di layangkan Lexy.


Terjadilah baku hantam antara Lexy dan Sandra, mereka memang sama-sama jago dalam hal bela diri, tapi sayang Sandra lebih jago dari Lexy hingga akhir nya Lexy pun tumbang dan terkapar di atas jembatan.

__ADS_1


"ternyata kamu jago juga ya? bisa mengalahkan Lexy, terima ini." teriak Bobi sambil melayang kan pukulan andalan nya yang selaluu membuat lawan nya langsung terkapar,


Untung Sandra dengan gesit menghindari pukulan dari Bobi, kalau tidak, Sandra ngga tahu apa yang akan terjadi pada diri nya.


"Breng sek, baru kali ini ada yang lolos dari pukulan gue." teriak Bobi sambil kembali melayang kan pukulan dan tendangan maut nya.


Bobi memang bukan lawan nya Sandra, karena ilmu beladiri Sandra di bawah Bobi.


Pertengkaran diantara mereka pun semakin sengit dan semakin panas, Sandra sudah merasa kelelahan dan kewalahan menerima serangan dari Bobi.


Sandra terhuyung efek tendangan keras dari Bobi di perut nya.


Bobi mempunyai kesempatan untuk membuat lawan nya terkapar lalu dia langsung melayang kan pukulan maut nya ke arah dada Sandra.


"Mampus kamu wanita breng sek." teriak Bobi sambil melayangkan tangan nya hendak memukul Sandra.


"Bugh." Bobi pun terhuyung ke depan dan tengkurap di atas jembatan sebelum pukulan nya menyentuh tubuh Sandra.


"Berani nya sama perempuan, dasar pengecut." teriak seorang pria yang sudah berumur tapi masih kelihatan gagah itu.


"Baron." gumam Bobi sambil meringis menahan rasa sakit di punggung nya.


"Berani-berani nya lo menghabisi seorang wanita, kalau lo berani lawan gue." teriak Baron dengan wajah garang nya.


Baron memang sudah lama insyaf, dia ngga pernah berurusan lagi dengan para mafia atau geng lain nya, tapi kalau melihat wanita yangย  tidak berdaya dia tidak tega, karena dia akan selalu mengingat kan perlakuan nya kepada Ralin.


Bobi tahu kalau dia adalah Baron seorang mantan ketua mafia dulu nya, tapi Baron tidak mengenali Bobi.


"Ini bukan urusan lo, jadi lo jangan ikut campur." teriak Bobi sambil bersiap untuk menyerang Baron.


Bobi pun melayang kan pukulan demi pukulan dan juga tendangan maut nya kepada Baron.


Tapi Bobi melupakan kalau Baron itu dulu nya ketua mafia yang sangat sadis.


Sedang kan Jay langsung menolong Sandra yang sudah tergeletak di atas jembatan dan membawa masuk ke dalam mobil.


Hanya dengan satu tangan Baron menepis semua pukulan dan tendangan yang di layangkan oleh Bobi.

__ADS_1


Lama Baron bermain-main dengan Bobi dengan cara menepis dan menghindari pukulan dan tendangan dari Bobi.


Kini saat nya Baron memberikan pukulan dan tendangan maut dari nya untuk Bobi.


Dengan begitu cepat dan keras pukulan dan tendangan dari Baron mengenai tubuh Bobi hingga tidak membutuh kan waktu yang lama Bobi pun terkapar di jalanan.


Begitu Baron mau melayangkan pukulan terakhir nya dia mendengar teriakan dari Jay.


"Bos cukup, bos sudah insyaf, jangan bos kotori lagi tangan bos dengan membunuh nya, lebih baik sekarang kita bawa dan obati nona itu." teriak Jay yang berhasil menghentikan pukulan Baron.


Baron pun menurunkan tangan nya lalu membalik kan tubuh nya menghadap Jay.


Baron berjalan kearah mobil nya dimana Jay sudah berada di belakang kemudi.


"Kakak." teriak Sarah dari dalam mobil, begitu melihat Bobi terkapar di jalanan.


"Aku akan menolong nya." teriak Miranda sambil membuka pintu mobil.


"Tidak, kamu diam di sini, dia berbahaya." Sarah pun mencegah Miranda sambil memegang tangan nya.


"Tapi kakak kamu." ucap Miranda sambil menatap khawatir pada Bobi.


"Kita tunggu mereka pergi, lalu kita menolong kakak dan membawa kakak pergi dari sini." ucap Sarah.


Baron pun masuk ke dalam mobil milik nya, dia sengaja duduk di jok belakang sambil memangku kepala nya Sandra yang sudah tidak sadar kan diri.


"Perasaan apa ini, kenapa aku merasakan sesuatu dekat dengan anak ini? padahal ini pertama kali nya aku bertemu dengan dia, andaikan anak ku masih hidup pasti sudah seumuran dengan anak ini. tapi ngga mungkin dia masih hidup, waktu itu dia masih bayi dan kutinggalkan dia di hutan sendirian, andaikan dia masih hidup, pertemukan aku dengan anakku tuhan, aku ingin meminta maaf atas perbuatan ku dulu pada nya." gumam bathin Baron dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


Baron sangat menyesali yang telah dia lakukan dulu terhadap istri dan anak permpuan nya.


Jay yang lagi mengemudi melihat wajah sedih bos nya itu dari kaca depan.


"Kasihan si bos, pasti dia lagi mengingat anak nya yang dulu dia buang, semoga tuhan mempertemukan mereka." gumam bathin Jay sambil terus fokus ke jalanan.


"Kita bawa ke rumah saja Jay, kita obati di rumah." ucap Baron dengan suara berat nya karena menahan tangisan.


"Oke bos." jawab Jay sambil terus mengemudi menuju rumah Baron.

__ADS_1


__ADS_2