Bos Dan Aku

Bos Dan Aku
Terpana


__ADS_3

Karena setiap waktu Sandra selalu ada di samping Ken, sekarang Ken seperti sudah ketergantungan dengan kehadiran Sandra.


Seperti pagi ini, Ken meminta Sandra mempersiapkan semua nya.


"San tolong siapkan baju kerja saya dong, saya mau mandi dulu." ucap Ken yang mah pakai piyama nya.


"Kok saya sih tuan, terus saya harus masuk ke kamar tuan dong." ucap Sandra.


"Ya iya lah Sandra, kamu kan asisten pribadi saya, jadi kamu harus menyiapkan segala kebutuhan saya." ucap Ken.


Sandra pun terdiam, "Tapi masa iya yang siapin baju nya harus aku, memang nya aku ini istri nya apa." gumam bathin Sandra.


"Sudah ayo masuk siapkan semua nya, saya mandi dulu udah mau kesiangan ini." ucap Ken sambil melangkah ke kamar mandi nya.


Sandra pun mau tidak mau mengikuti langkah Ken masuk ke dalam kamar nya.


"Ya ampun ini kamar besar banget, kalau di banding kan rumah yang aku tempati sama bang Jev seperti nya besaran kamar ini deh." gumam bathin Sandra sambil melihat ke sekeliling kamar Ken.


"Oh ini tempat baju-baju nya." gumam Sandra sambil mencari kemeja dan jas yang pas untuk Ken kenakan ke kantor.


Sandra pun mengambil kemeja, celana serta jas yang akan di kenakan Ken.


"Seperti nya ada yang kurang deh tapi apa ya." gumam bathin Sandra sambil berpikir.


"Oh iya ****** ***** nya, tapi masa iya aku juga yang siapin." gumam Sandra.


Dengan mata terpejam Sandra pun mengambil ****** ***** milik Ken.


"Sudah, sekarang lengkap, aku taro saja di atas kasur." gumam Sandra lalu berjalan dan menyimpan nya di atas kasur.


Suara pintu kamar mandi pun terbuka, Sandra spontan melihat ke arah pintu kamar mandi, terlihat lah Ken dengan tubuh bagian bawah terbalut dengan handuk sedangkan tubuh bagian atas terekspos menampakan otot-otot Ken yang kekar dengan rambut yang basah.


"Tampan sekali." gumama bathin Sandra sambil menatap ke arah Ken.


"Kamu sudah siapkan baju saya belum?" tanya Ken sambil mengibaskan rambut nya.


"Keren banget, macho sekali tuan Ken ini, ah seandainya saja tuan Ken ini adalah suami ku, tapi mana mungkin, aku dan dia bagaikan langit dan bumi." gumam bathin Sandra.

__ADS_1


"San, saya ini bertanya lo bukan lagi bercerita." ucap Ken.


"Ah iya tuan, semua nya sudah saya siapkan di atas kasur." jawab Sandra sambil mengalihkan pandangan nya.


"Kalau begitu saya permisi dulu tuan."ucap Sandra lalu membalikan tubuh nya dan hendak pergi dari kamar Ken, tapi sayang kaki nya menyentuh ujung tempat tidur Ken hingga Sandra mau terjatuh ke lantai.


"Aduh." teriak Sandra sambil mengimbangi tubuh nya agar tidak terjatuh ke lantai.


Ken pun refleks menarik tangan Sandra agar tidak terjatuh ke lantai dan masuk ke dalam pelukan nya.


Dengan mata terpejam, Sandra pun menghirup wangi sabun dari tubuh Ken.


"Ah, wangi sekali, bikin aku betah saja dalam pelukan nya." gumam bathin Sandra sambil terus menghisap wangi sabun dari tubuh Ken.


"Cantik, benar-benar sangat cantik sekali asistenku ini." gumam bathin Ken sambil menatap wajah Sandra.


Perlahan Sandra pun membuka matanya dan langsung menatap wajah Ken, mata mereka pun saling bertemu dan saling menatap, ada getaran-getaran aneh pada tubuh mereka berdua.


"Kenapa jantung ku berdebar seperti ini? ah kamu jangan terlalu berharap lebih Sandra, kamu harus sadar kalau kamu dan tuan Ken ngga mungkin bersatu." gumam bathin Sandra sambil sedikit menggelengkan kepalanya.


"Ada apa dengan jantung ku ini, kenapa setiap bersentuhan dengan nya selalu begini, padahal ini bukan pertama kali nya." gumam bathin Ken sambil mendekatkan bibir nya ke bibir Sndra.


Ken dan Sandra yang kaget pun langsung melepaskan pelukan nya dan menatap ke arah pintu kamar.


"Apa yang sedang kalian lakukan? pantas saja mamah tunggu kalian ngga nongol-nongol ke ruang makan, ternyata kalian mau berbuat mesum." ucap bu Adriana sambil menatap Ken dan Sandra.


"Mah, ini ngga seperti yang mamah lihat dan mamah pikirkan, tadi Sandra mau terjatuh dan Ken menolong nya agar tidak sampai terjatuh ke lantai." jawab Ken dengan wajah panik nya.


"Iya bu, tuan Ken hanya menolong saya saja." ucap Sandra.


"Ngga, mamah ngga mau terjadi apapun sama kalian, jadi mamah memutuskan kalian berdua harus menikah." ucap bu Adriana sambil menatap setius.


"Tapi bu."


"Tapi mah."


Teriak mereka berdua yang hendak protes dengan keputusan bu Adriana.

__ADS_1


"Tidak ada tapi-tapi an, pokok nya keputusan mamah sudah bulat, nanti mamah akan bicarakan dengan papah." ucap bu Adriana.


Sandra pun menatap ke arah Ken seakan-akan meminta Ken untuk menolak dengan keinginan bu Adriana.


"Sekarang buruan kamu pakai baju, mamah tunggu di meja makan, sekarang." ucap bu Adriana sambil berlalu dari kamar Ken.


*


*


Ralin pun turun dari mobil nya sambil menatap mobil milik Baron.


"Ayo bu, jadi masuk ngga? kita sudah terlambat lo." ucapan Reni menyadarkan lamunan Ralin.


"Oh iya, ayo kita masuk." ajak Ralin yang sudah tersadar dari lamunan nya.


"Selamat pagi mbak, kami dari Lins Fashion mau bertemu dengan pemilik textile ini." ucap Ralin dengan ramah.


"Oh iya bu, kenalkan saya Sani, yang kemarin ibu hubungi." jawab Sani sambil mengulurkan tangan nya.


"Gimana? apa saya bisa bertemu dengan pemilik textile ini?" tanya Ralin sambil menerima uluran tangan dari Sani.


"Maaf bu, bos kami baru saja keluar karena ada kerjaan di luar yang ngga bisa di wakilkan." jawab Sani.


"Jadi kita ngga bisa bertemu hari ini dong, padahal saya ingin bekerja sama ke depan nya dengan textile ini." ucap Ralin sedikit kecewa.


"Sebenar nya bos kami sudah menunggu ibu, tapi ibu terlambat dari waktu yang sudah di janjikan, terus bos sudah ada janji sama orang lain di luar," jawab Sani.


"Ya sudah kalau gitu tolong atur jadwal kami buat bertemu." ucap Ralin.


"Baik bu, nanti saya hubungi ibu lagi untuk memastikan waktu dan tempat nya." jawab Ralin.


"Baik, kalau begitu sekarang saya ingin melihat bahan yang kami pesan kemarin." ucap Ralin.


"Baik bu, ayo ikuti saya." jawab Sani lalu melangkah menuju gudang penyimpanan bahan.


Ralin dan Reni pun mengikuti langkah Sani menuju gudang bahan.

__ADS_1


"Luas juga bangunan nya, jadi penasaran sama pemilik nya." gumam bathin Ralin sambil terus mengikuti langkah Sani.


__ADS_2