
Ken semakin gelisah, dia ngga bisa tenang dalam bekerja, pikiran nya terus memikirkan sosok Sandra.
"Tidak, ini tidak boleh di biarkan, semakin hari setiap detik nya wajah Sandra terus terbayang-bayang, aku ngga bisa berdiam diri seperti ini, aku harus mencari nya." gumam Ken.
"Pagi pak." ucap Lucki setelah dipersilahkan masuk oleh Ken.
"Pagi juga, ada apa?" tanya Ken sambil menatap Lucki sekertaris nya.
"Pak, nanti siang ada meeting bersama perusahaan xxxx." ucap Lucki.
"Ngga bisa diundur?"
"Ngga bisa pak."
"Ya sudah kalau gitu kamu ingat kan saya lagi nanti."
"Baik pak, kalau begitu saya kembali ke ruangan saya." Lucki pun pamit dan kembali ke ruangan nya.
*
*
"Ini poto adik saya yang saya cari dari kemarin malam." ucap Jev sambil memberikan ponsel kepada Jay.
"Jadi dia ini adik nya kamu Jev? dia ini kan?" ucap Jay dengan mata terus menatap poto Sandra.
"Om tahu? apa om kenal adik saya?" tanya Jev antusias.
"Dia ini wanita yang bos saya tolong kemarin sore." jawab Jay.
"Apa! jadi wanita yang dihajar Bobi ternyata Sandra?" tanya Jev ingin meyakin kan.
"Ya, dia adalah wanita yang dihajar sama pria itu sampai pingsan dan bos saya membawa ke rumah nya untuk di obati." jawab Jay.
"Sekarang bagaimana keadaan nya?" tanya Jev dengan wajah khawatir nya.
"Alhamdulilah tadi pagi dia sudah sadar dan sudah mau makan juga, ya walaupun luka lebam dan merah nya masih terlihat." jawab Jay.
"Kalau begitu antar saya menemui nya, nanti kita bicarakan lagi untuk menyerang Bobi, breng sek memang tuh orang, mau main-main sama gue." ucap Jev dengan penuh emosi.
__ADS_1
"Ayo kita ke rumah bos, kita bicarakan lagi dengan bos." ajak Jay sambil berdiri.
Jev pun mengikuti langkah Jay menghampiri mobil Jay yang di parkir tidak jauh dari tempat mereka ngopi.
*
*
Ralin merasakan kerinduan yang begitu menyiksa kepada Sandra, dia pun ada rencana mau berkunjung ke rumah Adriana sahabat nya.
Adriana yang kebetulan hari itu ngga ada acara dan mau mencari Sandra ke tempat dimana dia pertama bertemu dengan Sandra.
"Na, kamu hari ini ada di rumah ngga?" tanya Ralin yang menghubungi Adriana sebelum berkunjung ke rumah nya
"Aku ada di rumah Lin, tapi sebentar lagi aku mau keluar, ada apa memang nya? tumben kamu menghubungi aku?" ucap Adriana.
"Aku ingin bertemu dengan Sandra, entah kenapa aku kangen banget sama dia." ucap Ralin.
"Sandra? kok bisa?" tanya Adriana kaget.
"Entahlah aku juga ngga mengerti, aku itu kepikiran Sandra terus dari kemarin." jawab Ralin.
"Oke Na, kalau gitu aku berangkat sekarang." jawab Ralin lalu memutus kan panggilan nya.
"Lisna, saya pergi keluar dulu ya? kamu handle dulu pekerjaan saya." ucap Ralin.
"Iya bu." jawab Lisna.
Ralin pun pergi ke rumah nya Adriana dengan harapan dia bisa memeluk Sandra untuk menghilangkan rasa kerinduan nya.
Sambil menunggu kedatangan sahabat nya, Adriana pun membaca novel kesukaan nya di salah satu aplikasi.
Tidak lama menunggu terdengar suara mobil masuk ke halaman rumah nya.
"Itu pasti Ralin yang datang." gumam Adriana sambil berjalan ke depan rumah nya.
"Hai Na, apa kabar mu?" tanya Ralin setelah keluar dari mobil nya.
"Aku baik Lin, yang lagi ngga baik itu Ken." jawab Adriana sambil menerima pelukan dari Ralin.
__ADS_1
"Kenapa dengan Ken? sakit?" tanya Ralin sedikit khawatir, bagaimana pun Ralin sudah mengenal Ken sejak dia berusia sepuluh tahun.
"Kita masuk saja dulu, nanti aku ceritakan di dalam." ucap Adriana sambil menggandeng tangan Ralin dan membawa nya masuk ke dalam rumah.
"Gimana butik? lancar?" tanya Adriana sambil duduk di sofa yang berada di ruang tamu.
"Alhamdulilah, tapi ini ada pesanan tapi bahan nya susah di dapatkan nya, untung ada satu Textile yang mempunyai bahan itu, tapi sayang aku belum bertemu dengan penilik nya, aku ingin bekerja sama ke depan nya, soalnya kemarin aku lihat di gudang nya bahan-bahan nya lengkap banget dan aku jatuh cinta sama textile itu." jawab Ralin panjang lebar.
Apa nama textile nya?" tanya Adriana.
"Kalau ngga salah Barlin Textile deh." jawab Ralin.
"Barlin? kok aku merasa ngga asing ya dengan nama Barlin ini." ucap Adriana sambil sedikit berpikir.
"Sudah lah ngga usah di pikirin, sekarang kamu cerita kenapa Sandra ngambil cuti selama satu minggu?" tanya Ralin.
"Kamu pasti tahu dari Ken kalau Sandra sedang cuti selama satu minggu." ucap Adriana.
"Iya kemarin aku menghubungi Ken nanyain Sandra, dan kata Ken Sandra lagi cuti seminggu, kenapa bisa Sandra ambil cuti selama itu?" tanya Ralin.
"Hello Lin, itu seminggu bukan setahun, seminggu kamu bilang lama? ada apa sih sebenar nya sama kamu ini." ucap Adriana yang heran dengan kelakuan sahabat nya.
"Tapi aku merasa lama Na, apa karena aku sangat merindukan anakku ya Na? ah, seandai nya saja aku bisa bertemu dengan anak ku, tapi ngga mungkin aku bisa bertemu dengan nya, kita terspisah sudah lebih dari dua puluh tahun, kalau pun bertemu aku ngga bakalan mengenali nya lagi." ucap Ralin dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Entah mengapa Ralin kalau sedang merindukan anak nya dia suka sedih dan selalu ingin menangis.
"Tidak, kamu masih bisa mengenali nya walau pun kalian di pertemukan di usia yang sudah tidak muda lagi." ucap Adriana.
"Gimana cara nya Na, aku melihat nya disaat tubuh nya masih kecil dan merah, sedangkan sekarang kalau dia masih hidup dia akan tumbuh tinggi dan cantik, jadi harapanku untuk menemukan nya nihil, sangat imposible." ucap Ralin putus asa.
"Kamu jangan putus asa Lin, kamu ingat dengan tanda hitam yang ada di bahu kanan anak mu? itu bisa jadi penghubung kamu bertemu dengan anak kamu." jawab Adriana.
"Ya ampun, kenapa aku bisa melupakan nya, ya benar, aku masih ada kesempatan untuk menemukan nya lewat tanda lahir nya, tapi." Ralin pun menghentikan kalimat nya.
"Tapi kenapa Lin, kamu harus lebih semangat lagi untuk mencari nya, siapa tahu Tuhan akan mempertemukan kalian suatu saat nanti, ngga ada yang ngga mungkin Lin kalau Tuhan sudah menentukan nya." ucap Adriana memberi semangat.
"Tapi bagaimana cara nya aku melihat tanda yang ada di bahu kanan nya anakku Na? masa aku harus cek satu persatu anak yang berusia seumuran dengan nya, ngga mungkin juga kan?" tanya Ralin.
"Iya juga ya? tapi sudah lah nanti kita pikirkan lagi, sekarang kamu mau ikut ngga?aku mau mencari Sandra." ajak Adriana.
__ADS_1
"Ikut Na, aku juga ingin bertemu dengan Sandra." jawab Ralin dengan penuh semangat.