
Pagi ini seperti biasa nya mereka semua melakukan aktifitas seperti biasa nya, Ralin dan Ken menyambut pagi ini dengan tidak bergairah berbeda dengan di kediaman Baron.
Penghuni di rumah Baron semua nya memancarkan raut wajah yang bahagia, senyuman pun tidak pernah luntur dari bibir mereka.
"Perlu bantuan ngga bu?" tanya Sandra sambil mengambil air minum untuk diri nya.
"Ngga usah nak, sudah mau selesai kok." jawab bu Murni sambil mematikan api.
Bu Murni sangat bahagia bisa tinggal di rumah Baron apalagi di rumah itu ada orang yang dia cintai dari dulu.
Jay pun sudah menceritakan kehidupan nya, dan ternyata cinta mereka sungguh benar-benar kuat, hingga mereka dipertemukan kembali.
Jay masih perjaka sampai sekarang karena dirinya tidak mau membuka hati nya kembali semenjak di tinggal nikah sama Murni, sedangkan Murni memang sudah menikah dan sekarang ber status janda, tapi masih perawan.
Baron pun masuk ke ruang makan, dia melihat bu Murni dan Sandra sedang saling membantu menata makanan di meja.
"Andaikan kamu juga ada diantara kita sayang, aku akan menjadi orang yang paling bahagia di dunia ini." gumam bathin Baron.
"Sabar saja bos, suatu saat juga bos bakalan bertemu dengan istri bos, kalau dia jatah aku, jadi bos jangan berani-berani menggoda nya." ucap Jay sambil berdiri di samping Baron.
"Brengsek kamu, mana mungkin aku menggoda wanita lain kalau di hati ini hanya tersimpan nama dan wajah cantik Ralin." jawab Baron pelan.
"Ayah, om Jay ngapain bisik-bisik di situ, ayo sini duduk, aku buatkan kopi." ucap Sandra.
"Biar ibu yang buatkan saja nak, kamu duduk saja." ucap bu Murni sambil tersenyum.
"Terus aku kerja nya apa dong? kalau semua ibu yang mengerjakan?" tanya Sandra.
"Kamu tidak usah mengerjakan apa-apa, kamu sudah mau tinggal di sini saja ayah sangat senang." jawab Baron.
"Ini kopi nya tuan." ucap bu Murni sambil menyimpan segelas kopi untuk Baron.
"Jangan panggil tuan bu, panggil biasa saja." ucap Baron.
"Ngga apa-apa tuan saya nyaman nya panggil anda tuan." jawab bu Murni.
"Ya sudah terserah ibu saja, kerasan kan bu tinggal di sini? apalagi ada Jay?" Baron pun menggoda bu Murni.
Bu Murni hanya mengangguk sambil tersenyum malu, lalu memberikan kopi kepada Jay.
__ADS_1
"Ini mas kopi nya." ucap bu Murni dengan wajah yang memerah karena pertama kali nya dia memanggil Jay dengan panggilan mas.
"Makasih." jawab Jay dengan hati yang berbunga-bunga, karena dirinya di panggil mas, ingin sekali Jay langsung memeluk Murni, tapi dia masih sadar kalau di depan nya kini ada Baron dan Sandra yang sedang melihat nya.
"Yah, seperti nya ada yang CLBK nih." teriak Sandra sambil tersenyum.
"Iya nak, apa kita nikahkan saja langsung ya." ucap Baron yang ikut menggoda Jay dan Murni.
"Sudah nikah kan langsung saja Yah, dari pada mereka nanti pacaran di belakang terus." ucap Jev sambil duduk di kursi tempat biasa nya dia makan.
"Kalian kompak ya pagi-pagi sudah ngerjain saya." ucap Jay, mereka bertiga pun tertawa lepas.
"Kalau begitu saya permisi kebelakang." ucap bu Murni yang sudah tidak tahan dengan godaan dari mereka.
"Ibu mau kemana? ibu duduk bersama kami, kita sarapan bersama, saya ingin setiap kita makan kita berkumpul seperti ini." ucap Baron.
"Sudah duduk saja di sini." ucap Jay sambil menggeser kursi untuk bu Murni.
Dengan wajah merah nya bu Murni pun duduk di samping Jay.
"Wah sekarang kursi nya sudah ada pemilik nya masing-masing." ucap Sandra.
"Buat siapa lagi yah? kan ini sudah pas."
"Buat istri ayah dan istri Jev nanti nya." jawab Baron dengan penuh keyakinan.
"Aku yakin kamu akan kembali, dan aku pastikan nanti kamu duduk di samping aku dan melayani aku." gumam bathin Baron.
Sandra melihat kerinduan yang teramat mendalam di mata Baron, dirinya merasa kasihan kepada ayah angkat nya ini.
"Kasihan ayah, pasti dia sangat merindukan istri dan anak nya." gumam bathin Sandra.
"Ayah, adek, kalian mau makan apa mau melamun?" tanya Jev membuyarkan lamunan kedua nya.
"Ah, maaf." ucap Baron dan Sandra bersamaan lalu mereka pun melanjutkan sarapan nya.
*
*
__ADS_1
Ralin sengaja menyibuk kan dirinya agar tidak terus kepikiran sam Sandra, terutama dari bayangan Baron yang sedang menggandeng seorang perempuan dengan mesra.
"Bu, maaf hanya mau mengingatkan, kalau sebentar lagi kita akan bertemu dengan pemilik Barlin Textile." ucap Lisna.
"Sekarang?"
"Iya bu, kita sudah sepakat untuk bertemu di jam makan siang di cafe xxxx." ucap Lisna.
"Ini kesempatan aku melakukan kerja sama dengan Barlin Textile, tapi aku juga sudah ada janji dengan Adriana, ya sudah aku undur saja pertemuan dengan Adriana, kerja sama ini lebih penting." gumam bathin Ralin.
"Ya sudah kalau begitu dari sekarang kamu cek bahan dan warna apa saja yang kosong, terus kita langsung berangkat, sebelum mereka sampai kita harus sampai duluan." ucap Ralin.
"Baik bu, kalau begitu saya permisi." Lisna pun undur diri dari hadapan Ralin.
Semenjak pertemuan nya dengan Jev waktu itu, sempat Lisna kepikiran dengan Jev, tapi diri nya terus menyibuk kan dirinya agar bisa lupa dengan Jev, walau bagaimana pun Lisna tidak mau mengganggu suami orang.
Sampai sekarang Lisna beranggapan kalau Jev itu sudah berkeluarga, apalagi beberapa hari ini ngga ada lagi kabar dari Jev.
Begitu pun sebaliknya, Jev juga hampir melupakan Lisna karena pertemuan nya dengan Baron dan mulai di sibuk kan dengan kerjaan nya.
"Saya sudah mencatat semuanya bu, apa kita berangkat sekarang atau nanti?" tanya Lisna yang sudah kembali dengan buku catatan nya.
"Sekarang saja, soalnya nanti takut macet, kamu tahu kan kalau jam istirahat gimana." ucap Ralin sambil mengambil tas dan kunci mobil nya.
"Ren, titip butik ya? Saya sama Lisna mau bertemu dengan pemilik Barlin Textile. Kalau kamu mau makan siang, tutup saja dulu." ucap Ralin.
"Iya bu." jawab Reni sambil mengerjakan pekerjaan nya.
Mereka pun berangkat ke cafe yang sudah di janjikan untuk bertemu, untung nya jalanan belum terlalu macet hingga Ralin pun sampai sebelum pemilik Barlin Textile sampai.
Ralin dan Lisna pun duduk di ruangan vip yang sudah di pesan oleh pihak Barlin Textile.
Sengaja Jev memesan cafe mewah yang ada ruangan vip nya, dia ingin nyaman di kala sedang melakukan kerjasama, biar dia fokus ngga ada gangguan dari pengunjung lain nya.
Pintu ruangan pun terbuka dan menampakan sosok yang di kenal oleh Lisna.
"Kak Jev."
"Lisna."
__ADS_1
Gumam mereka berdua bersamaan sambil saling menatap kaget.