
"Halalin dulu bang, jangan asal nyosor saja," ucap Sandra yang sudah mengganggu momen indah Jev dan Lisna.
"Ganggu saja kamu dek, kenapa kemari?" tanya Jev dengan wajah malu bercampur kesal nya.
"Adek kemari cuma mau bilang, kalau adek mau tinggal sama mamah sebelum ayah menikahi mamah kembali."
"Terus abang di sini sama siapa?" tanya Jev
"Ya abang sama ayah lah."
"Ya tapi kan udah biasa sama kamu dek."
"Adek kan tinggal sama mamah di kota ini juga abang, bukan di luar negeri, jadi abang bisa main ke rumah mamah sekalian bertemu sama kakak ipar."
"Ya benar juga sih dek, tapi ya sudah lah, selama ini kan abang membutuhkan sosok seorang ayah jadi abang tinggal sama ayah saja lah."
"Dan aku membutuhkan sosok seorang ibu, jadi kita adil bang, benar ngga kakak ipar?" tanya Sandra pada Lisna yang dari tadi hanya diam saja.
"Benar yang di katakan non Sandra." jawab Lisna.
"Please deh kak, mulai saat ini kakak jangan panggil aku dengan panggilan non lagi, kakak cukup panggil aku nama saja atau adek juga boleh." ucap Sandra yang merasa ngga nyaman dengan panggilan yang di berikan Lisna kepada dirinya.
"Baiklah kalau begitu kakak panggil adek saja sama seperti kak Jev." ucap Lisna sambil tersneyum.
"Nah gitu dong, baru ini kakak ipar nya aku, ya sudah adek masuk lagi ya, mamah sudah nunggu soal nya." ucap Sandra.
"Kita bareng saja masuk nya," ucap Lisna.
"Kakak lanjutin saja yang tertunda tadi dengan kak Jev." ucap Sandra yang membuat rasa malu dalam diri Lisna tumbuh lagi.
"Ngga lah dek, sudah jangan di bahas sekarang kita masuk saja." ucap Lisna sambil menarik tangan Sandra.
"Tangan aku ini lo yang? kenapa malah tangan adek yang di pegang." ucap Jev.
"Jangan manja kak, jalan sendiri saja." ucap Lisna lalu melangkah masuk bersama-sama ke dalam rumah Baron.
Di dalam rumah Baron masih setia memeluk dengan erat tubuh istri nya yang baru dia temukan itu.
"Ayah, bisa ngga pelukan nya nanti saja atau kalau kalian lagi berduaan, kan mata ku yang suci ini jadi ternodai, ya Allah kuatkan aku yang belum punya pasangan ini," ucap Sandra dengan wajah yang di dramatisir.
Ralin pun seketika melepaskan tangan Baron yang masih melingkar di pinggang nya.
"Mas lepas, ada anak-anak." ucap Ralin sambil melepaskan tangan Baron dari pinggang nya.
__ADS_1
"Selalu saja ada pengganggu, nanti kalau kita sudah menikah kembali, kita pergi ke Paris berdua ya biar ngga ada yang mengganggu acara kita." ucap Baron.
"Dek, kita ikut yuk nanti kalau ayah sama mamah bulan madu, biar ayah pusing tujuh keliling." ucap Jev.
"Iya bang, kan adek juga ingin tahu Paris bang, masa dari kecil adek di sini mulu hidup nya."
"Tidak, kalian tidak ada yang boleh ikut, nanti kalau kalian sudah mempunyai pasangan masing-masing akan ayah berikan tiket bulan madu kemana kalian mau." ucap Baron.
"Beneran yah?" tanya Sandra.
"Benar lah, asal kamu menikah dulu sayang." jawab Baron.
"Jangankan menikah, pasangan nya saja belum ada." ucap Sandra sambil memberenggut.
"Makanya cari pacar jangan jomblo terus," ucap Jev.
"Mentang-mentang sudah punya pasangan, berani bilang gitu." ucap Sandra.
"Sudah-sudah ayo sekarang kita berangkat," ajak Ralin.
"Abang juga ikut ya mah." ucap Jev.
"Boleh sayang, abang mau ikut mobil siapa?" tanya Ralin.
"Ya sudah kalau gitu ayah bawa mobil mamah pulang nya nanti bareng abang." ucap Baron.
"Bu, kami pamit ya untuk sementara waktu saya mau tinggal di rumah saya dulu sama Sandra." icap Ralin sama bu Murni.
"Jadi ibu sama non Sandra ngga tinggal di sini lagi?" tanya bu Murni.
"Cuma sementara saja bu, nanti kalau kita sudah meresmikan pernikahan kita kembali baru kita akan tinggal di sini selama nya." jawab Baron.
"Oh ya bu om Jay kemana? kok ngga kelihatan dari pagi?" tanya Jev sambil melihat ke arah sekitar.
"Om Jay tadi pamit, bilang nya sih mau ke rumah teman nya." jawab bu Murni.
"Oh ya sudah kalau gitu nanti bilang saja ke Jay kalau kita ngantarin ibu ke rumah nya." ucap Baron.
"Iya pak." jawab bu Murni.
Baron beserta istri dan anak nya pergi keluar dan masuk ke dalam mobil masing-masing.
Lisna masuk ke dalam mobil Baron yang di kemudikan oleh Jev kekasih nya.
__ADS_1
"Biar ayah yang bawa, sayang aku dan anak ayah duduk yang manis saja di kursi." ucap Baron sambil membuka kan pintu mobil bagian depan buat Ralin.
"Makasih mas." ucap Ralin sambil masuk ke dalam dan duduk di kursi depan.
"Adek ngga di bukain juga pintu nya yah." ucap Sandra.
"Baiklah tuan putri, silahkan masuk." ucap Baron sambil membuka kan pintu belakang mobil buat Sandra.
"Makasih ayah tampan nya aku." ucap Sandra sambil tersenyum.
"Sama-sama putri ayah yang cantik." jawab Baron lalu menutupkan kembali pintu mobil nya.
Mereka pun kini sudah berada di dalam perjalanan nya ke butik Ralin, di ikuti oleh mobil Baron yang di kendarai Jev dari belakang.
"Akhir nya apa yang mas impikan kejadian juga." ucap Baron sambil melirik ke arah Ralin.
"Memang nya mas memimpikan apa?" tanya Ralin.
"Ya seperti ini, mas memimpikan kalau kita akan hidup bahagia selama nya, makasih ya sayang sudah mau memaafkan dan mau kembali pada suami kamu ini." ucap Baron sambil meraih tangan Ralin lalu mencium nya dengan penuh perasaan.
"Sudah lah mas, yang penting sekarang kita sudah bertemu dan di persatukan kembali." jawab Ralin sambil tersneyum.
"Ayah, mamah please ya jangan saling menatap mesra seperti itu, kalian lupa ya kalau ada aku di sini." ucap Sandra yang melihat gerak tubuh kedua nya yang menampilkan sebuah kemesraan.
"Oh iya ayah lupa." ucap Baron sambil melepaskan tangan Ralin dari tangan nya.
Ralin pun tersenyum melihat kelakuan Baron dan Sandra.
"Andai saja kamu itu anak kandung kita, betapa bahagia nya hati mamah ini nak." gumam bathin Ralin.
Suara ponsel Ralin berdering membuat Ralin tersadar dari lamunan nya.
"Halo Na." ucap Ralin.
"Lin, kamu ngga kenapa-kenapa kan? dari semalam aku mau menghubungi kamu tapi takut kamu sudah istirahat, dan sekarang aku baru sempat menghubungi kamu." ucap Adriana.
"Aku ngga kenapa-kenapa kok Na, justru sekarang aku lagi bahagia banget, mungkin kebahagiaan ini melebihi rasa bahagia nya kamu." ucap Ralin.
"Maksud kamu?" tanya Adriana.
"Kamu datang saja ke butik nanti malam, jangan lupa sekalian bawa Ken." jawab Ralin lalu memutuskan panggilan dari Adriana.
Ralin ingin memberikan surprise sama sahabat nya itu jadi dia ngga mengatakan apa-apa lagi.
__ADS_1