Bos Dan Aku

Bos Dan Aku
Gelisah


__ADS_3

Cukup lama Ralin dan Adriana menunggu Sandra pulang, akhir nya Adriana pun ngajak Ralin pergi dari rumah Sandra


"Kita pulang saja yuk Lin, seperti nya juga mereka ngga bakalan cepat pulang." ajak Adriana.


Tapi kok aku merasa kalau Sandra akan kembali Na."Β  ucap Ralin.


"Ya kalau kembali pasti LIn, kan ini rumah nya, sudah lah besok kita kesini lagi, kan kita sudah tahu rumah nya." ucap Adriana.


"Ya sudah lah, tapi kita besok kesini lagi ya Na." ucap Ralin sambil berdiri.


"Aku tuh heran deh sama kamu Lin, kenapa sih kamu ngotot banget ingin bertemu sama Sandra?" tanya Adriana.


"Entahlah Na, mungkin aku sedang kangen anakku, andai saja aku bisa menemukan nya, betapa bahagia nya aku ini, tapi aku ragu untuk bisa menemukan nya Na," jawab Ralin.


":Kamu jangan pesimis dong Lin, aku yakin kok suatu saat kamu bisa menemukan anak kamu itu, sudah lah mending kita pulang besok kita kesini lagi." ajak Adriana.


Ralin pun dengan setengah hati meninggalkan rumah kontrakan nya Sandra.


Sementara Ken dibuat gelisah karena sampai detik ini Ken belum bisa menghubungi Sandra.


Ken pun merogoh ponsel yang dia simpan di celana kerja nya, lalu menghubungi sang mamah untuk menanyakan tentang Sandra.


"Halo mah, gimana, ketemu ngga sama Sandra nya?" tanya Ken setelah panggilan nya di terima oleh Sandra.


"Mamah ngga bertemu nak, tapi mamah sekarang sudah tahu rumah nya."


"Beneran mah? kalau gitu Ken susul mamah ya." teriak Ken.


"Ngga usah nak, mamah sudah di jalan pulang sama tante Ralin." ucap Adriana sambil melirik ke arah Ralin.


"Tante Ralin? jadi mamah ke rumah Sandra nya bareng tante Ralin?" tanya Ken.


"Iya nak, soal nya tante Ralin juga kangen sama Sandra katanya."


"Memang nya di rumah Sandra ngga ada siapa-siapa mah?"


"Ngga ada nak, sepi, tapi mamah sama tante Ralin besok akan datang kembali, barangkali saja besok Sandra ada di rumah nya."


"Kalau gitu besok Ken ikut ya mah." ucap Ken dengan penuh semangat.


"Kamu kan kerja Ken, mamah ngga suka ya kalau jam kerja kamu malah kelayapan di luar, itu tidak mencerminkan sikap seorang atasan yang baik, atasan itu harus bisa mencontoh bawahan nya." ucap Adriana.

__ADS_1


"Kan bisa di jam makan siang mah." ucap Ken dengan nada manja nya.


"Ya sudah kalau gitu besok pas jam makan siang kita ketemuan saja." ucap Adriana yang ngga bisa nolak dengan keinginan Ken kalau sudah mengeluarkan kata manja nya.


Adriana memang sedikit memanjakan Ken, tapi kalau Ken melakukan kesalahan, maka Adriana akan langsung menegur nya.


"Baiklah mah, kalau gitu Ken lanjut kerja lagi." ucap Ken.


"Iya sayang, nanti kita bahas lagi di rumah saja." jawab Adriana sambil memutuskan panggilan nya.


*


*


"Aku hanya ingin abang tinggal di sini juga, terus ayah mengizinkan aku untuk kembali bekerja, karena aku lagi kerja pada seseorang dan sekarang lagi ngambil cuti." ucap Sandra.


"Memang nya kamu kerja sama siapa? terus kerjaan kamu apa" tanya Baron.


"Aku kerja di rumah nya pak Anthoni sebagai asisten pribadi anak nya." jawab Sandra dengan jujur.


"Kenapa kamu terima sayang, jadi asisten pribadi itu tanggung jawab nya tinggi, belum lagi kalau ada hal yang tidak di ingin kan, kamu harus selalu ada di dekat nya dan harus menolong nya.


"Tidak, ayah tidak mengizinkan nya. Ucap Baron dengan tegas.


"Tapi yah, aku senang dengan kerjaan itu." ucap Sandra sambil menunduk sedih.


"Sudah lah yah, biarkan saja adek bekerja sebagai asisten pribadi, asalkan dia bahagia dan bisa menjaga diri nya sendiri, kalau ayah melarang nya berarti adek ngga jadi tinggal di sini." ucap Jev sedikit mengancam Baron karena melihat wajah sedih Sandra.


"Baiklah ayah kalah, kamu boleh melanjutkan kerja kamu asal dengan satu syarat kamu harus selalu menjaga diri kamu sendiri, nanti ayah akan ajarkan kamu beladiri." ucap Baron.


"Tenang yah adek sudah bisa sedikit-sedikit kok, abang yang ajarin sejak adek kecil." ucap Sandra.


"Benarkah?" tanya Baron setengah tidak percaya.


"Benar ayah." jawab Jev dan Sandra mengangguk bersamaan sambil tersenyum.


"Baik lah, tapi nanti kamu harus tetap latihan sama ayah, ayah akan ajarkan jurus-jurus untuk membuat lawan kita tidak berdaya, ayah ngga mau kejadian kemarin menimpa kamu lagi." ucap Baron.


"Iya yah, makasih ya yah sudah memberikan izin aku kerja lagi." ucap Sandra.


"Sama-sama sayang, asal kamu selalu hati-hati dan waspada, terus bagaimana Jev? kamu mau kan tinggal di sini bareng adik kamu? ayah berharap kamu tidak menolak keinginan nya." tanya Baron sambil menatap Jev.

__ADS_1


"Tapi, aku takut merepotkan ayah, soalnya aku ini kerjaan nya serabutan ayah." jawab Jev.


"Kamu ngga usah bilang begitu, ayah tidak merasa di repotkan, dan untuk masalah pekerjaan, ayah minta kamu gantikan ayah untuk mengelola Barlin Textile, ayah mulai kewalahan dengan klien-klien ayah, ayah membutuhkan seseorang yang bisa ayah percaya untuk mengelola nya." ucap Baron.


"Tapi kita baru bertemu ayah, apa ayah percaya sama aku?" tanya Jev.


"Dari pertama bertemu pun ayah sudah yakin kalau kamu itu anak baik dan menjungjung tinggi kejujuran, jadi ayah butuh sosok seperti kamu nak." jawab Baron.


"Baiklah kalau ayah percaya sama aku, aku akan tinggal di sini bareng kalian."jawab Jev sambil tersenyum.


"Terimakasih bang." ucap Sandra sambil memeluk erat Jevrack.


"Asal kamu bahagia sayang, apapun akan abang lakukan." ucap Jev sambil mengelus lembut puncak kepala Sandra.


"Ya sudah kalau begitu saya antar buat mengambil barang-barang kalian." ucap Jay.


"Ngga apa-apa om biar kita berdua saja, takut nya om sibuk." ucap Sandra.


"Kesibukan dia memang mengantarkan ayah kemana pun ayah pergi, tapi sekarang kamu harus mengantar Jev dan Sandra kemana pun mereka pergi Jay." ucap Baron.


"Baik bos." jawab Jay.


"Ya sudah sekarang kalian bawa semua baju-baju kalian, mulai hari ini kalian sudah tinggal bareng ayah, Jay, antarkan mereka." ucap Baron sambil menatap ke arah Jay.


"Baik bos, mari non, den, kita berangkat sekarang." ajak Jay.


"Om, panggil kita nama saja." ucap Sandra.


"Tapi kalian kan sekarang," ucap Jay yang tidak melanjutkan kalimat nya karena di potong oleh Sandra.


"Kalau om tetap memanggil seperti tadi aku tidak mau tinggal di sini." Sandra pun terpaksa mengancam Jay.


"Jay." ucap Baron sambil menatap tajam ke arah Jay.


"Baiklah om akan memanggil kalian dengan nama saja, ayo Jev, Sandra kita ambil barang-barang kalian." ucap Jay.


"Nah gitu dong, kalau gitu kan cocok, ayah kita pamit ngambil barang-barang kita dulu ya." izin Sandra.


"Ya sudah pergi saja, tapi jangan lama-lama ya, ayah tunggu di sini." ucap Baron sambil menatap kepergian mereka bertiga.


"Terima kasih Tuhan, walaupun mereka bukan anak kandung ku tapi sengga nya rumah ini tidak sepi lagi." gumam Baron sambil terus menatap mereka sampai mereka menghilang dari pandangan nya.

__ADS_1


__ADS_2