
Malam hari Sandra baru bisa memeluk dan menggendong baby Kendra sepuas nya, ayah dan mamah nya sudah masuk ke kamar nya untuk beristirahat, seandainya saja baby Kendra tidak meminum ASI, Baron sudah mengajak nya tidur di kamar dia.
"Coba baby Ken tidak minum ASI, sudah kuajak dia tidur bareng kita." ucap Baron sambil merebahkan tubuh nya.
"Kan masih banyak hari esok untuk selalu bersama baby Ken mas." ucap Ralin sambil memeluk tubuh Baron.
"Tapi aku ingin tidur bareng dia sayang, dulu aku belum sempat tidur dengan bayi kita." ucap Baron dengan mata sendu yang sedang menatap langit-langit kamar nya.
"Tapi kita ngga berhak sepenuh nya dengan baby Ken mas, dia juga punya orang tua, tunggu baby Ken besar nanti dan dia sendiri yang meminta untuk tidur dengan kita." Baron hanya diam sambil menatap langit-langit kamar nya, terbesit kembali di mana dia sedang emosi dan membawa bayi nya ke tengah hutan.
"Semua memang salah ku." gumam bathin Ken.
"Sudah jangan di pikirkan, kalau baby Ken tidur sama kita, kita ngga akan bisa seperti ini." ucap Ralin sambil menyentuh bagian sensitive Baron.
Baron yang sedang melamun pun kaget dan langsung membalas menyentuh tubuh Ralin di bagian kesukaan nya.
Ralin yang sudah lama ngga merasakan nya karena kesibukan mereka dan juga mengurus anak dan menantu nya yang mau melahirkan merasakan hasrat nya menggebu-gebu.
Ralin yang menguasai permainan malam ini hingga membuat Baron merasa sangat puas dan bahagia, sejenak Baron melupakan tentang baby Kendra, dirinya sangat menikmati sekali kebersamaan nya malam ini dengan Ralin.
Hingga Ralin membuat Baron terkapar dan tidak berdaya, tubuh mereka di banjiri keringat yang memabuk kan hingga mereka terkulai lemas di atas kasur dan hanya di tutupi dengan selimut tebal mereka.
"I Love U sayang, benar kata kamu, kalau ada baby Ken kita ngga bakalan bisa melakukan nya." tak henti-hent nya Baron mencium wajah Ralin.
"Love U To mas." balas Ralin sambil tersenyum dan memeluk erat tubuh polos suami nya.
Baron dan Ralin pun tertidur dengan rasa yang bahagia di dalam dirinya, kini mereka sudah tidak memikirkan masa lalu lagi, kini mereka ingin fokus ke masa depan menuju ke kebahagiaan bersama cucu-cucu mereka.
*
__ADS_1
*
Baby Kendra kini sedang minum ASI dengan begitu lahap nya membuat Ken menelan saliva nya, apalagi Ken melihat dua bukit kembar milik Sandra sekarang semakin besar dan menggoda.
"Jangan di lihat terus, nanti mas ngga tahan lagi." goda Sandra yang melihat tatapan Ken kemana arah nya.
"Hai baby, kamu sekarang boleh menguasai nya, tapi setelah kamu bisa makan nasi dan ayam, giliran papah yang akan mengusai kembali squisi mamah kamu." ucap Ken sambil mengelus kepala baby Ken.
"Sabar aja mas, kamu boleh menikmatinya kembali ketika baby Ken berhenti menghisap ASI nya." ucap Sandra dengan tangan membelai rambut suami nya.
"Dua bulan lagi kan Yang?' tenang saja aku akan sabar, kan mas sudah memberi tanda nya." ucap Ken sambil menatap deretan pot kecil yang akan dia isi dengan sekuntum mawar.
"Dua tahun mas, baby Kendra akan melepas nya kalau dia sudah berusia dua tahun." ucap Sandra yang membuat Ken kaget bukan main.
"Apa!" teriak Ken tanpa sadar hingga membuat baby Ken yang sudah tertidur pun menangis karena kaget mendengar teriakan ayah nya.
"Mas, jangan teriak, bangun kan jadi nya."
Ken sudah ngga tahan lalu mencuri sebuah ciuman di bibir Sandra hingga membuat Sandra kaget dan memukul bahu Ken.
"Mas, ada baby Ken." ucap Sandra pelan setelah melepaskan ciuman nya.
Ken hanya tersenyum lalu pergi ke kamar mandi.
"Mas, mau kemana?" tanya Sandra yang penasaran.
"Mau bersolo karir dulu Yang, kamu lihat ini." ucap Ken sambil nunjuk senjata nya yang sudah on membuat Sandra tertawa pelan karena takut baby Ken bangun lagi.
Ken sama Jev sepakat membeli botol berukuran kecil untuk menyimpan setangkai mawar sebanyak enam puluh botol.
__ADS_1
Awal nya Sandra kaget ketika Ken pulang membawa banyak botol kecil lalu menyimpan nya di atas meja yang ada di kamar nya, setelah Ken memberitahukan kegunaan dari botol itu Sandra pun hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, Sandra ngga habis pikir dengan apa yang ada di pikiran suami nya.
*
*
Pagi hari nya mereka mulai di sibuk kan untuk melayani para suami nya untuk pergi ke tempat kerja masing-masng, karena hari ini mereka sudah mulai bekerja lagi untuk memenuhi segala kebutuhan orang yang mereka cintai.
Sebelum berangkat, mereka berebut untuk mencium baby Salsa dan baby Kendra, sampai-sampai Jay pun ingin ikut mencium kedua bayi itu, dan dengan sabar Jay pun menunggu urutan dirinya, walaupun dengan urutan terkahir, tapi Jay merasa bahagia karena bisa mencium baby Salsa dan baby Ken.
Setelah kepergian para suami nya, keadaan di dalam rumah sedikit tenang, ngga ada lagi keributan mereka yang memperebutkan baby Salsa dan baby Kendra.
Hari ini yang ada di rumah hanya para perempuan saja, karena para pria harus berangkat kerja demi kebutuhan mereka semua.
Walaupun para kakek dan para suami nya pada pergi bekerja, tapi tetap saja Sandra dan Lisna tidak bisa mengajak anak nya bermain-main dan menggendong nya, karena di ambil alih oleh para nenek.
Adriana dari pagi sudah datang ke rumah Baron dengan diantar suami nya sekalian pergi ke kantor.
"Cucu omah udah cantik dan tampan sekali, hari ini kalian akan bermain sama para nenek ya nak, karena para kakek nya sedang bekerja lagi cari duit buat kita nanti jalan-jalan kalau kalian sudah pada bisa jalan." ucap Adriana sambil mencium pipi baby Salsa dan baby Kendra dengan gemas.
"Sama aja kan kak, mau ada para kakek atau pun tidak." ucap Sandra sambil menikmati kue buatan bu Murni.
"Ya mau gimana lagi dek, biar saja yang penting anak kita ngga lupa kalau kita adalah ibu nya." jawab Lisna.
"Iya juga ya kak, eh kak, mau nambah bayi lagi ngga?" tanya Sandra.
"Gimana di kasih nya aja dek, soal nya kak Jev melarang kakak untuk pasang alat kontrasepsi." jawab Lisna.
Selagi para nenek sedang bermain-main dengan cucu nya, dan juga Sandra yang sedang bercengkerama dengan Lisna, terdengar ada seseorang yang menekan bel dari luar.
__ADS_1
"Assalamualaikum." ucap seorang wanita dari luar.