Bos Dan Aku

Bos Dan Aku
Keren


__ADS_3

Dengan pemikiran yang matang akhirnya Adriana menerima lamaran dari Anthoni.


Semenjak itulah Adriana di boyong oleh Anthoni ke rumah besar nya, sedangkan Ralin mengembangkan usaha menjahit nya hingga menjadi sebuah butik di rumah itu hingga kini banyak perubahan dengan rumah nya.


Suara ponsel menyadarkan Ralin dari lamunan nya, lalu melihat ke layar ponsel yang sedang berdering.


Flasback End.


*


*


Sepulang dari butik tante Ralin entah kenapa jalanan terasa sangat sepi sekali.


"Pah, kok malam ini sepi sekali ya jalanan?" tanya bu Adriana pada suami nya.


"Ya mungkin karena habis hujan jadi pada malas untuk keluar rumah." jawab pak Anthoni.


Di depan terlihat ada orang yang melambaikan tangan memberi tanda seperti yang meminta pertolongan.


"Nak, seperti nya ada orang yang butuh pertolongan." ucap pak Anthoni pada Ken.


"Iya pah, bentar aku minggirin dulu mobil nya." jawab Ken.


Ken pun menepikan mobil nya dan berhenti, lalu keluar dari dalam mobil di ikuti Sandra.


"Ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya Ken dengan ramah.


Bukan nya menjawab, tapi orang itu malah melayangkan pukulan kepada Ken.


"Bugh, serahkan barang-barang berharga kalian." teriak orang itu yang ternyata komplotan perampok.


Ken pun terhuyung kebelakang, tubuh nya di tahan oleh Sandra agar tidak terjatuh ke jalanan.


Teman-teman nya yang tadi sembunyi, kini pada bermunculan dan menampakkan diri nya.


"Pah, Ken pah." ucap bu Adriana sambil menatap khawatir anak sambung nya.


"Sudah diam mah, jangan teriak dan jangan keluar, papah akan menghubungi polisi." ucap pak Anthoni sambil mencari kontak layanan masyarakat di ponsel nya.

__ADS_1


"Sudahlah ngga usah basa basi, kita hajar saja dia, dan kita nikmatin tubuh wanita nya." ucap salah satu perampok yang bernama Jhoni.


"Iya bos, benar apa yang di bilang Jhoni, apalagi lagi dingin-dingin begini, enak nya kita membuat keringat." ucap si gundul yang punya kepala pelontos.


"Boleh juga ide kalian." ucap Harly yang menjadi bos mereka.


"Hajar dia, biar wanita ini aku nikmati duluan." ucap Harly sambil mendekati Sandra.


Tapi Sandra ngga perduli dengan orang yang di panggil bos oleh mereka, dia malah melindungi Ken dari pukulan mereka.


Si gundul melayang kan pukulan nya ke arah wajah Ken tapi tangan nya dicekal oleh Sandra lalu di pelintir kebelakang hingga si gundul teriak kesakitan.


"Argh." teriak si gundul.


Jhoni yang melihat teman nya kesakitan pun langsung melayangkan tendangan kearah Ken dan Sandra, tapi Sandra menghalau nya dengan kepala si gundul, akhir nya yang kena tendangan Jhoni kepala nya si gundul.


"Bugh." dengan sangat keras nya tendangan si Jhoni mengenai kepala si gundul.


"Aw, kenapa lo nendang gue bodoh." teriak si gundul sambil menahan rasa sakit di kepala nya.


"Sory gue ngga sengaja, maksud gue mau nendang mereka tapi wanita sialan itu yang telah menghalangi nya dengan kepala elo." jawab si Jhon.


"Lepaskan tangan kotor lo dariย  nya." teriak Ken.


"Lepas? lo ingin gue melepaskan nya? tidak semudah yang kamu pikirkan pecundang." ucap Harly sambil menarik tangan Sandra hingga tubuh Sandra mengenai tubuh nya Harly.


"Habisi pria pecundang ini." teriak Harly pada Jhoni dan si gundul.


Jhoni dan si gundul pun melayangkan pukulan dan tendangan kearah Ken.


Ken yang memang jago beladiri pun menghindar dan membalas pukulan dan tendangan yang mereka berikan, hingga terjadi lah baku hantam diantara mereka bertiga.


Harly langsung memeluk erat Sandra dan berusaha mencium nya.


Tapi jangan anggap enteng Sandra yang punya julukan bandit queen, dia tidak semudah wanita lain nya.


Selagi Harly berusaha ingin mencium nya dari belakang, Sandra mengangkat kaki nya lalu diarahkan ke kaki nya Harly dengan sangat keras, hingga membuat Harly berteriak kesakitan hingga tidak sadar dia melepaskan pelukan nya.


"Aw, dasar wanita bajingan." teriak Harly sambil menahan sakit di kaki nya.

__ADS_1


Selagi Harly menahan sakit di kaki nya, tanpa membuang waktu Sandra melayang kan tendangan dan pukulan demi pukulan kepada Harly hingga Harly tidak dibuat sadar oleh Sandra.


Ken yang tidak fokus karena melihat Sandra yang berada di dalam pelukan Harly pun lengah dan mendapat pukulan di rahang nya, hingga membuat dia terhuyung ke samping.


Si Johni dan si gundul pun melayangkan pukulan secara bersamaan kearah Ken yang lengah, tapi sebelum pukulan nya mengenai tubuh Ken, mereka sudah kena tendangan yang sangat keras dari belakang.


"Bugh,bugh," terdengar dua tendangan mengenai tubuh mereka masing-masing hingga membuat mereka terhuyung dan jatuh ke aspal.


Sandra terus melayangkan pukulan dan tendangan secara membabi buta hingga mereka berdua terkapar dan tak berdaya di atas aspal yang basah karena hujan kembali turun.


"Gila dia benar-benar keren, pantas saja mamah ingin dia jadi asisten pribadiku, dia cantik sekali dikala rambut nya basah seperti itu." gumam bathin Ken sambil menatap kearah Sandra yang sudah basah karena keringat dan gerimis nya hujan.


"Anda ngga apa-apa tuan Ken?" tanya Sandra sambil memeriksa tubuh dan wajah Ken.


"Ngga, saya ngga apa-apa, cuma sedikit sakit di rahang saja." jawab Ken sambil menatap ke arah Sandra yang memang benar-benar kelihatan cantik alami.


"Oh, Asisten Cantikku, kamu perhatian sekali." gumam bathin Ken.


Sedangkan di dalam mobil, bu Adriana heboh melihat Sandra yang sedang melawan para perampok itu.


"Ayo nak, hajar terus nak, hajar sampai mampus." teriak bu Adriana sambil memukul-mukul jok depan.


"Mah, kamu ini, mereka yang berantem kamu yang heboh." ucap pak Anthoni sambil menggelengkan kepalanya.


"Mamah kesal dengan mereka pah, tadi mereka memukul Ken dan mau melecehkan Sandra, jadi terima saja pembalasan nya, mereka tidak tahu kehebatan Sandra gimana." ucap bu Adriana dengan antusias.


Pak Anthoni hanya terdiam sambil menggelengkan kepalanya melihat kelakuan istri nya itu.


"Aku harus menghubungi Ralin, biar dia tahu apa yang telah terjadi." gumam bu Adriana sambil mencari kontak Ralin sahabat nya itu.


Tidak berapa lama datang dua buah mobil polisi dan berhenti tepat di depan Ken dan Sandra.


"Selamat malam tuan, kami mendapat laporan kalau di sini terjadi perampokan." sapa pak polisi yang baru turun dari mobil.


"Iya pak, ini perampok nya sudah terkapar semua." jawab Ken.


"Borgol mereka dan bawa ke sel." teriak polisi yang lagi minta keterangan dari Ken dan Sandra.


"Maaf tuan, anda juga harus ikut dengan kami untuk dimintai keterangan." ucap polisi itu.

__ADS_1


"Baik pak, kami akan mengikuti mobil anda dari belakang." jawab Ken.


__ADS_2