Bos Dan Aku

Bos Dan Aku
Pingsan


__ADS_3

Waktu terus bergulir, Sandra sudah kembali pulih, bahkan lebam-lebam nya pun sudah hilang dari tubuh dan wajah nya, Jev sudah kembali bekerja dan memilih tinggal bersama Baron, dengan alasan ngga ada kamar lagi kalau tinggal bersama Ralin.


Awal nya Sandra tidak mengizinkan Jev untuk tinggal bersama ayah nya, tapi setelah di berikan penjelasan oleh Ralin masalah kamar Sandra pun mengizinkan nya.


Sandra yang memilih tinggal di rumah Ralin dan tidak mau melihat ayah nya membuat Baron semakin rapuh dan sedih, setiap hari nya Baron hanya merenung di kamar nya, dia sudah jarang makan dan tidak pernah pergi ke textile membuat Ralin sangat khawatir dengan kondisi suami nya.


Siang ini Ralin berencana untuk menemui Baron di rumah nya, selain khawatir, Ralin juga kangen sama suami nya, semenjak pulang dari rumah sakit mereka hanya komunikasi lewat chat saja.


Kini Ralin sudah berada di depan rumah Baron, sebelum berangkat Ralin pamit mau pergi ke textile kepada Sandra.


"Kak, memang nya mamah ada yang mau di beli ya? apa cuma alasan saja ingin ketemu dia?" tanya Sandra dengan wajah kesal nya.


"Mamah memang ada yang mau di beli dek, kalau ngga percaya tanya Reni saja." jawab Lisna sambil memberi kode kepada Reni.


"Iya San, soalnya bahan yang di minta klien stok nya habis." ucap Reni sambil melakukan kerjaan nya.


"Terus kenapa ngga sama kalian saja ke textile nya?"


"Ngga bisa dek, kerjaan kita banyak, kalau kita yang pergi kesana semua nya bakal terbengkalai." Sandra pun terdiam mendengar penjelasan dari Lisna.


"Bu, apa kabar? Bapak dimana?" tanya Ralin yang kini sudah masuk ke dalam rumah Baron.


"Ada di kamar nya bu, dari kemarin ngga mau makan dan ngga keluar dari kamar, saya jadi khawatir tapi saya ngga berani memaksa tuan untuk makan."


"Apa bu? Dari kemarin tidak makan? semalam bilang katanya sudah makan." Ralin pun kaget mendengar nya, karena Baron bilang semalam sudah makan.


"Iya bu, dari kemarin bapak ngga mau makan, bahkan sudah di bujuk juga sama mas Jay tetap saja bapak ngga mau."


"Ya sudah bu, kalau begitu tolong buatkan makan buat mas Baron sekarang, saya mau ke kamar nya dulu."


"Baik bu." bu Murni sangat bersyukur sekali dengan kedatangan Ralin, dia sedikit lega karena Baron pasti mau makan kalau ada Ralin di samping nya.

__ADS_1


"Mas, Sayang ini aku, tolong buka pintu nya." teriak Ralin sambil mengetuk pintu kamar Baron.


Dengan tubuh yang sedikit lemas Baron pun membuka pintu kamar nya.


"Mas."


"Sayang, kamu kesini? Aku kangen sayang, kamu kesini sama Sandra kan?" tanya Baron sambil memeluk erat tubuh Ralin.


"Aku sendiri mas, maaf aku belum bisa membawa Sandra kehadapan mas sekarang, mas badan kamu kok hangat, mas sakit?" tanya Ralin.


"Ngga apa-apa sayang." Baron pun kecewa dengan jawaban dari Ralin, dia sangat berharap kedatangan mereka berdua.


"Mas, kamu kurusan, kamu ngga makan ya?" tanya Ralin sambil menatap wajah Baron yang sedikit pucat


"Makan kok sayang." jawab Baron berbohong.


"Jangan bohong, kata bu Murni barusan mas tidak makan dari kemarin." Ralin pun ikut duduk di samping Baron, baru juga Ralin duduk tubuh Baron jatuh kepangkuan nya.


"Ada apa bu." tanya bu Murni yang mendengar teriakan Ralin.


"Bu, tolong hubungi Jay, mas Baron pingsan."


"Bos kenapa bu?" tanya Jay yang sudah berada di ambang pintu, Jay memang sudah ngga enak perasaan dengan bos nya, karena dari kemarin ngga mau makan, dan siang ini Jay pulang ke rumah Baron untuk memastikan kondisi Baron.


"Jay untung kamu pulang, tolong angkat mas Baron terus kamu panggil dokter." ucap Ralin.


Jay pun membenarkan posisi Baron yang lagi pingsan, lalu pergi memanggil dokter.


Untung rumah Baron ini bersebelahan dengan seorang dokter yang buka praktek di rumah nya, jadi Jay tidak perlu membutuhkan waktu yang lama untuk memanggil dokter.


"Pak Baron seperti nya kurang asupan cairan dan makanan dan juga seperti nya lagi banyak yang di pikirkan hingga membuat tubuh nya lemah, jadi kita pasang infus saja ya? Dan nanti saya akan kasih obat beserta vitamin nya, di minum setelah pak Baron sadar, jangan lupa makan dulu sebelum minum obat nya, ibu jangan khawatir, cairan infusan sudah masuk tidak lama lagi pak Baron akan sadar." ucap dokter sambil memberikan resep kepada Ralin.

__ADS_1


"Terima kasih pak, Jay tolong antar pak dokter ke depan." ucap Ralin.


"Bu, tolong ambil kan makanan buat mas Baron."


"Baik bu." bu Murni pun kembali ke belakang untuk mengambilkan makanan untuk Baron.


"Sayang, kenapa kamu jadi seperti ini? Aku mohon kamu bangun? Aku ngga mau kehilangan kamu lagi, harus nya kamu sabar mas, nanti juga Sandra akan memaafkan kamu." ucap Ralin sambil menitik kan air mata nya, tangan nya terus menggenggam tangan Baron.


"Bu, maaf mengganggu ini makanan nya." ucap bu Murni lalu menyimpan nya di atas meja yang ada di kamar Baron.


"Makasih ya bu." ucap Ralin tanpa melihat ke arah bu Murni.


"Sama-sama bu, kalau begitu saya permisi." Bu Murni pun pergi kembali ke dapur karena ngga mau mengganggu kedua nya, sebelum bu Murni meninggalkan mereka, bu Murni menutup pintu kamar Baron dengan rapat.


Kedua mata Baron pun mulai bergerak, dia mulai sadar dan membuka mata nya.


"Sa-yang." panggil Baron dengan suara lemah nya.


"Mas, kamu sudah sadar, kenapa kamu menyiksa diri kamu seperti ini? Aku sudah bilang kamu harus bersabar dulu." ucap Ralin lalu mencium seluruh wajah Baron.


"Mas terima hukuman ini, bahkan kalau mas sampai mati pun, mas akan menerima nya."


Ralin kesal dengan ucapan dari suami nya, tanpa basa basi lagi Ralin langsung membungkam mulut Baron dengan bibir nya, tidak lama sih hanya sebentar saja, hanya untuk menghentikan ucapan yang keluar dari bibir Baron.


"Stop, mas jangan bicara seperti itu lagi, mas jangan bicara soal kematian lagi, aku ngga mau berpisah lagi." ucap Ralin setelah melepaskan ciuman ya.


Baron sangat bahagia karena istri nya tidak pernah berubah, dia selalu sangat mengkhawatirkan dirinya.


"Sekarang mas makan dulu ya? Setelah itu minum obat." ucap Ralin sambil mengambil makan yang bi Murni simpan di atas meja.


"Tidak sayang, mas ngga mau makan."

__ADS_1


"Ya sudah kalau mas ngga mau makan, aku akan pulang dan ngga kesini lagi." Ralin pun kesal dan hendak pergi dari Baron.


__ADS_2