
"Kalau kamu cemburu bilang saja Lis, kakak malah sangat senang sekali kalau di cemburuin sama kamu, itu berarti kamu mencintai kakak." ucap Jev sambil menyentuh lembut pipi Lisna.
"Jangan terlalu percaya diri tuan, saya ngga cemburu tapi saya hanya ngga mau merusak hubungan orang lain karena saya juga wanita, saya juga akan sakit hati nya jika pasangan saya nanti nya ada yang mengambil dan merebut nya." jawab Lisna mencari alasan padahal aslinya memang dia cemburu tapi dia selalu menghilangkan rasa itu dengan kesibukan nya.
"Kamu ngga merusak hubungan siapa-siapa, karena wanita yang aku panggil sayang itu pasti akan sangat senang jika kamu mau menjadi pendamping kakak selama nya." ucap Jev sambil menatap mata indah milik Lisna, Jev ingin melihat apa ada cinta pada mata Lisna atau tidak.
"Sudah lah kak, ngga usah di bahas lagi, sekarang lepaskan saya, saya mau pulang sudah malam." ucap Lisna yang masih berontak berusaha turun dari pangkuan Jev.
"Ini perlu di bahas sayang, karena ini ternyata salah paham saja." ucap Jev yang masih mempertahan kan tubuh Lisna di atas pangkuan nya.
"Sayang? apa saya tidak salah dengar? ternyata anda selalu mengobral kata sayang pada setiap wanita ya." ucap Lisna dengan senyum sinis nya.
"Ternyata dia juga menyukai aku, aku lihat dari cara bicara dan gerak gerik nya seperti nya dia lagi cemburu sama Sandra, soalnya ngga ada wanita lain yang aku panggil sayang kecuali Sandra seorang." gumam bathin Jev sambil tersenyum.
"Ya kakak memanggil kamu sayang, dan panggilan sayang kakak tidak ke semua wanita tapi hanya kepada dua wanita saja." ucap Jev yang masih ingin mengerjai Lisna.
"Aku mohon kak, lepaskan aku, aku sudah ngga mau dengar alasan kakak lagi, aku ini wanita yang punya perasaan, jadi aku mohon kakak jangan merayu ku, sudah cukup kak, dan aku mohon mulai detik ini kakak jangan menemui aku lagi." ucap Lisna yang sudah merasa kesal dengan Jev.
Jujur Lisna sebenar nya merasa nyaman duduk di atas pangkuan Jev, tapi Lisna masih sadar dengan status dirinya, dan dia bukan tipe wanita yang suka mengambil hak orang lain, karena Lisna juga ngga mau hak nya diambil orang lain juga.
"Dan aku wanita kedua nya itu? maaf kak aku ngga mau di madu." ucap Lisna.
"Kamu salah, kamu bukan wanita kedua di hati kakak, tapi kamu adalah wanita ke tiga di hati kakak." ucap Jev.
"Sudah cukup, saya ngga mau mendengar nya lagi, jadi saya mohon tuan, agar tuan segera melepaskan tangan tuan dan biarkan saya pergi." ucap Lisna dengan nada yang sedikit tinggi. karena sudah kesal dengan Jev.
"Kalau saya tidak mau melepaskan nya gimana?" Jev makin ingin mengerjai Lisna.
__ADS_1
"Baik, kalau anda tidak melepaskan nya saya terpaksa akan teriak kencang sekarang juga." ucap Lisna.
"Teriak lah." Jev pun menantang Lisna.
"To," belum juga Lisna berteriak kencang mulut nya langsung di bekap dengan bibir Jev yang kenyal.
Jev mencium bibir Lisna dengan begitu rakus, Jev tidak membiarkan Lisna untuk melepaskan nya walaupun Lisna sudah memberontak sambil memukul-mukul dada Jev.
Di rasa Lisna sudah seperti kehabisan nafas nya Jev baru melepaskan ciuman nya.
"Plak." repleks tangan Lisna menampar pipi Jev karena saking kesal dan marah nya karena sikap Jev.
"Anda sudah kurang ajar, sudah saya bilang saya ngga mau jadi simpanan anda, saya ngga mau jadi perebut laki orang tapi anda malah berbuat seenak nya, setelah ini silahkan anda bilang sama bu Ralin, dan saya rela kehilangan pekerjaan saya daripada saya harus menjadi perebut laki orang." teriak Lisna dengan deraian air mata nya.
"Dengarkan kakak, kamu tidak merebut nya dari siapa pun, tapi kamu merebut nya dari adik kakak." ucap Jev sambil menyentuh kedua pipi Lisna.
"Ya, wanita yang menghubungi dan yang kakak panggil sayang adalah adik kakak satu-satu nya, selama ini yang selalu kakak panggil sayang cuma dia, karena di dunia ini hanya dia lah yang kakak punya." ucap Jev.
"Kakak ngga bohong?" tanya Lisna sambil terus menatap mata Jev untuk melihat kejujuran Jev.
"Kakak ngga bohong, semua yang kakak ucapkan adalah kebenaran, jujur pertama kali kakak bertemu kamu malam itu kakak sudah menyukai kamu, kakak mencoba menghubungi kamu tapi kamu selalu mematikan panggilan nya, yang kakak panggil sayang adalah adik angkat kakak, kita tumbuh bersama-sama dari dia yang masih bayi, semenjak ibu meninggal kakak sudah berjanji akan selalu menjaga dan menyayangi nya, memang dari dulu adik kakak itu menyuruh kakak untuk berumah tangga tapi belum ada yang membuat hati kakak bergetar dan nyaman, tapi semenjak bertemu sama kamu kakak yakin kalau kamu adalah pendamping buat kakak." jawab Jev sambil tersenyum.
"Jadi aku sudah salah dong, maaf kan aku ya kak, aku sudah menampar kakak, pasti rasa nya sakit." ucap Lisna sambil menyentuh pipi Jev yang dia tampar tadi.
"Ini ngga seberapa sakit nya bila harus membiarkan kamu pergi dari hati kakak." ucap Jev.
"Sudah ah, aku mau pulang, jadi tolong lepaskan aku kak." ucap Lisna dengan wajah yang sudah berubah jadi merah.
__ADS_1
"Kakak mau melepaskan nya asal kamu mau jadi pacar kakak." ucap Jev.
"Tidak romantis, masa nembak seorang perempuan seperti ini." ucap LIsna.
"Kakak ngga mau niru orang lain, kakak adalah kakak, so, apa kamu mau menjadi kekasih kakak?" tanya Jev sekali lagi.
"Tidak." jawab Lisna dengan serius.
*
*
"Demi kamu sayang, ayah akan beli sate yang terenak di tempat langganan ayah, meskipun tempat nya jauh dari sini." gumam Baron sambil terus melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang.
"Andaikan kamu adalah anak kandung ayah, ayah janji akan meratukan kamu, ayah akan menjadikan kamu Ratu yang kedua dalam hidup ayah.
"Sayang, andaikan kamu juga kembali, aku berjanji tidak akan mengulangi lagi apa yang dulu aku lakukan pada kamu, aku janji apa pun yang kamu mau akan aku turuti, asal kamu mau kembali bersama ku." Baron terus bergelut dengan hati dan pikiran nya di sepanjang jalan menuju warung sate langganan nya.
"Mobil itu kenapa berhenti di situ? seperti nya mobil itu mogok? kasihan juga ya." gumam Baron yang langsung menepikan mobil nya.
Baron pun turun dari mobil nya dan berjalan sambil menatap seorang perempuan yang lagi cek bagasi depan mobil.
"Mobil nya kenapa mbak?" tanya Baron sambil melihat ke arah mesin mobil.
"Ngga tahu mas, tiba-tiba saja mobil nya mati, padahal baru saja di servis." jawab Ralin sambil melirik ke arah Baron.
"Mas Baron."
__ADS_1
"Ralin."